ENCIKEFFENDYNEWS.com

“Rezeki ada dua: Rezki yang dikejar dan rezeki yang mengejar”.

Keimanan tidak identik dengan kekayaan atau kemiskinan. Kemuliaan bisa saja berupa kekayaan pada tangan orang shaleh atau kemiskinan pada orang yang sabar.

Imam Asqalani seorang ulama yang kaya suatu hari berjalan di atas kendaraannya, kemudian bertemu dengan seorang Yahudi miskin (zaman dulu orang bertaqwa itu kaya, orang kufur itu miskin). Si Yahudi bertanya kepada Imam Asqalani tentang hadits Nabi yang menyatakan bahwa dunia ini penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir, sedangkan kenyataannya keadaan mereka berdua sebaliknya. Imam Asqalani menjawab bahwa beliau kaya tetapi dibanding dengan syurga yang akan dimasukinya, dia merasa terpenjara. Orang Yahudi  miskin tetapi dibanding siksa yang akan dihadapinya di akhirat, maka hidupnya di dunia ini adalah syurga.