ENCIKEFFENDYNEWS.com

Sunset adalah pengingat manis bahwa sehebat apa pun hari berlalu, ia selalu bisa diakhiri dengan keindahan. Langit sore mengajarkan kita bahwa kegelapan yang akan datang tidak selalu menakutkan, selama kita menyimpan cahaya di dalam hati. Senja tidak pernah berjanji untuk bertahan lama, tapi ia selalu berjanji akan datang kembali esok hari. Terkadang, kita harus membiarkan sesuatu tenggelam agar hal baru yang lebih terang bisa terbit. Senja tau kapan harus mereda, mengajarkan kita untuk melepaskan tanpa harus membenci keberangkatan. Di antara riuhnya hari dan tenang malam, sunset hadir untuk menyapa jiwa yang lelah. Tidak semua yang tenggelam itu hilang, sebagian hanya sedang memberi ruang bagi bintang untuk bersinar. Sunset adalah ucapan selamat beristirahat dari alam untuk kamu yang sudah berjuang seharian. Allahu Akbar !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo puluhan tahun yang lalu di salah satu pengajian Mukakuning Batam, dikirim oleh seorang sahabat pegiat Dakwah Mukakuning. Photo lama mengajarkan bahwa fisik bisa berubah dan masa lalu telah berlalu, namun amal kebaikan di dalamnya akan terus mengalir menjadi amal jariyah. Setiap lembar photo tua adalah cermin perjalanan, sejauh  kita telah melangkah mendekat kepada-Nya. Waktu yang terbingkai dalam gambar tidak akan pernah kembali. Jadikan ia pengingat untuk tidak menyia-nyiakan sisa usia yang ada.  Melihat diri kita di masa lalu adalah pengingat terbaik, jika dulu kita pernah lalai, syukuri hidayah hari ini, jika dulu kita taat, jaga agar tidak tergelincir. Photo tua membuktikan betapa cepatnya dunia berganti. Jangan tertipu oleh keindahan yang fana, sebab hanya amal saleh yang abadi. Subhanallah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Waktu kelas V SDN 09 Jantur – Muara Muntai Kabupaten Kutai – Kaltim, lebih kurang 53 tahun yang lalu, tapi rasanya baru kemarin sore. Di balik senyum polos, ada kenangan manis yang tak pernah pudar oleh waktu. Masa kecil mungkin sudah berlalu, tapi jejak kebahagiaannya akan selalu tersimpan rapat di hati. Pernah menjadi sosok kecil yang bercita-cita tinggi, tanpa tahu betapa rumitnya menjadi dewasa. Di masa ini, masalah terbesar kita hanyalah lupa membawa pensil warna atau PR yang belum selesai. Photo ini adalah bukti bahwa kebahagiaan sejati dulu pernah sesederhana main di lapangan sekolah saat jam istirahat. Bukti otentik bahwa saya pernah imut dan polos sebelum kehidupan dewasa menyerang. Zaman  gaya foto cuma dua, senyum pamer gigi atau gaya dada tegap ala paskibra. Latar belakangnya sederhana, gaya rambutnya seadanya, tapi bahagianya tiada tandingannya. Cita-cita dulu ingin jadi ilmuwan, sekarang yang penting bahagia dan cukup tidur. Masya Allah, lahaula wala quwata illa billah !  Sehat kawan  !  *  (EA).