ENCIKEFFENDYNEWS.com

Waktu berada di Negara tetangga, melihat mural begitu menghiasi dinding-dinding tembok jalanan. Tembok bisu, jiwa yang bersuara. Di antara retak dinding, ada warna yang memperbaikinya. Hidup adalah kanvas—pilihlah warna yang ingin kita tinggalkan. Seni tidak mengubah dunia, tapi mengubah cara kita memandangnya. Tersenyumlah, kita sedang menjadi bagian dari pemandangan. Allahu Akbar walillahilhamd !  *   (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Sekali-kali bolehlah makan di salah satu restoran yang prestisius, sebagai pelepas penat dalam berbagai kegiatan harian. Restoran bukan cuma soal tempat menyantap hidangan, tapi ruang  cerita dirayakan dan kenangan dihidangkan. Makanan yang lezat terasa ganda nikmatnya saat disantap bersama tawa dan senyuman orang-orang terdekat. Di sela hiruk-pikuk minggu yang padat, duduk tenang menghadapi piring favorit adalah bentuk rehat paling sederhana. Perut yang kenyang dan hati yang tenang, kombinasi terbaik untuk menutup hari dengan penuh rasa syukur. Alhamdulillahi rabbil alamien !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Merawat diri bukan tentang kesombongan, melainkan bentuk penghormatan terhadap diri sendiri. Di balik potongan rambut yang presisi, ada tangan seniman yang bekerja dengan ketelitian dan ketenangan. Rambut yang tertata rapi bukan cuma soal penampilan, tapi awal dari kepercayaan diri sepanjang hari. Penampilan terbaik dimulai dari kursi barbershop, tempat menata gaya dan karakter bertemu. Barbershop bukan sekadar tempat potong rambut, melainkan ruang rehat untuk bertukar cerita dan melepas lelah. Subhanallah !   *  (EA).