ENCIKEFFENDYNEWS.com

Menonton diri sendiri—baik secara literal melalui rekaman, maupun secara filosofis melalui refleksi dan introspeksi—adalah salah satu bentuk keberanian tertinggi. Itu adalah momen kita menanggalkan ego dan bersiap menjadi penonton sekaligus kritikus terbaik bagi jiwa kita sendiri. Menonton diri sendiri adalah seni menjadi asing bagi ego kita sendiri, agar kita bisa melihat kebenaran tanpa balutan pembenaran. Saat kita berani duduk di bangku penonton dan melihat hidup kita diputar ulang, di sanalah kedewasaan sejati dimulai. Subhanallah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Menjadikan diri dalam lukisan karikatur ternyata kita bisa menertawakan diri kita sendiri karena lucu, unik dan dinamik. Karikatur mengajarkan kita untuk tidak terlalu serius memandang diri sendiri. Garisnya boleh berlebih, tapi esensi bahagianya tetap asli. Saat garis wajah dilebih-lebihkan, di situlah kita belajar menertawakan kekurangan dengan cara yang paling berseni. Hidup ini seperti karikatur, kadang beberapa hal diperbesar oleh keadaan, tapi senyumnya jangan sampai hilang. Wajah boleh distorsi yang penting dompet dan masa depan tetap terekonstruksi dengan rapi, hahaha, masya Allah !   * (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Sarapan adalah janji pertama yang kita tepati untuk diri kita sendiri di pagi hari. Bagaimana kita memulai pagi kita dengan sepiring sarapan, begitulah kita menghargai energi untuk sisa hari kita. Setiap suapan sarapan adalah investasi terkecil untuk harapan yang paling besar hari ini. * (EA).