ENCIKEFFENDYNEWS.com

Cermin adalah saksi paling jujur, ia tidak pernah memuji untuk menyenangkan dan tidak pernah menghina untuk menyakiti. Sebelum menilai dunia luar, tataplah pantulan di cermin dan tanyakan, apakah hari ini kita sudah menjadi versi terbaik dari diri kita?. Kecantikan atau ketampanan sejati terpancar bukan dari apa yang dipantulkan oleh kaca, tetapi dari kedamaian yang ada di dalam hati. Setiap pagi, cermin memberimu kesempatan baru untuk melihat seseorang yang mampu mengubah hidupnya sendiri. Jangan tersenyum hanya untuk cermin, bawalah senyuman itu keluar untuk menerangi hari orang lain. Kelemahan yang kita lihat di cermin bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk terus belajar dan bertumbuh. Cermin terbaik untuk melihat kekurangan diri bukanlah cermin kaca, melainkan mata orang-orang yang tulus mencintai kita. Subhanallah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Alhamdulillah, tulisan ini akhirnya selesai juga walaupun penuh kebingungan ngeditnya. Jangan takut merasa bingung karena kebingungan adalah bukti nyata bahwa otak kita sedang bekerja keras untuk memilih jalan tersulit yang sama sekali tidak perlu. Semakin banyak informasi yang kita baca, semakin kita sadar bahwa kita tidak tahu apa-apa. Itulah puncak tertinggi dari ilmu bingungilogi. Rencana A gagal, Rencana B berantakan. Tenang saja, abjad masih punya 24 huruf lagi untuk membuat kita semakin bingung. Hidup ini sebenarnya sederhana. Kita saja yang suka merumitkannya dengan mencari jawaban atas pertanyaan yang sejak awal tidak punya jawaban. Dengarkan semua nasihat orang lain, lalu pilihlah untuk tetap bingung dengan cara elegan kita sendiri. Allahu Akbar walillahil hamd !.  *   (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Setiap matahari terbit adalah undangan dari alam untuk bangun dan mencerahkan lembaran baru kehidupan. Matahari terbit mengajarkan kita bahwa setelah gelap malam yang pekat, selalu ada cahaya terang yang siap menyambut. Menyaksikan sunrise bukan sekadar melihat hari berganti, tetapi tentang merayakan kesempatan kedua yang diberikan semesta. Kegelapan malam tidak pernah sanggup mengalahkan sang surya untuk kembali terbit. Begitu pula harapan dalam diri kita. Di bawah semburat keemasan sunrise, ada ketenangan sunyi yang membasuh penat dan menyembuhkan lelah. Fajar tidak pernah terburu-buru, namun ia selalu tepat waktu membawa keindahan. Begitulah proses hidup yang seharusnya kita jalani. Pagi hari bersama matahari terbit adalah waktu terbaik untuk bersyukur atas napas dan keajaiban kecil yang sering terabaikan. Subhanallah !  *  (EA).