ENCIKEFFENDYNEWS.com

Seni kuliner pada hakikatnya adalah puncak dari antropologi manusia itu sendiri. Ketika manusia berhenti sekadar mencari makan untuk bertahan hidup dan mulai memasak—meracik, membumbui dan menyajikan—pada titik itulah ia menegaskan kemanusiaannya. Kuliner adalah perayaan atas akal budi, bahan-bahan alamiah yang berserakan disatukan melalui metodologi dan intuisi untuk menciptakan kebahagiaan, merawat ingatan dan membangun struktur sosial yang harmonis. Memasak dan menikmati makanan, pada akhirnya, adalah proses memanusiakan manusia.  *  EA.

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Menulis KTIQH bukan sekadar menyusun kata, tapi upaya membumikan langit—menjadikan petunjuk Ilahi sebagai solusi nyata bagi problematika manusia. Setiap kutipan ayat yang ditulis adalah saksi bahwa kecerdasan kita sedang bersujud di hadapan kebenaran Al-Qur’an. Jangan hanya mengejar juara; kejarlah barakah dari setiap huruf yang diriset. Kemenangan sejati adalah saat tulisan mampu menggerakkan hati.  * (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Menghadiri atau mengadakan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bentuk syiar untuk membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tapi untuk menghidupkan hati yang mulai gersang.( Dataran Engku Puti/10/04).  *EA.