ENCIKEFFENDYNEWS.com

Pegiat al-Qur’an Provinsi Kepri berphoto sejenak dalam syiar dan gabyar al-Qur’an. Di atas hamparan samudra Gurindam, para pegiat Al-Qur’an adalah mercusuar kebaikan—menerangi setiap pulau dengan bait-bait suci dan merawat kalam Ilahi hingga ke pelosok negeri. Menjadi pegiat Al-Qur’an di Kepulauan Riau bukan hanya tentang menghafal dan mengajar, melainkan menjaga warisan luhur peradaban Melayu yang selalu identik dengan Islam dan ketakwaan. Biarlah ombak samudra Kepri terus bergemuruh, namun lisan dan hati kita tetap tenang, teduh dan teguh dibimbing oleh alunan ayat-ayat Al-Qur’an. Di bumi Syekh Ali Haji, tarian kalam Ilahi terus terukir. Bukan sekadar indah di lisan, tetapi menjadi akhlak dan panduan hidup bagi generasi masa depan, insya Allah ! *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Singapura adalah bukti nyata bahwa keterbatasan wilayah bukanlah penghalang untuk menjadi raksasa dunia—dimana visi, disiplin dan kerja keras mampu mengalahkan segala rintangan. Dari sebuah pulau kecil yang tak memiliki sumber daya alam, Singapura membuktikan kepada dunia bahwa sumber daya manusia yang terdidik dan berintegritas adalah kekayaan yang tak ternilai. Sebuah kota masa depan di mana arsitektur modern yang megah berpadu selaras dengan rerimbunan hijau dan inovasi tanpa henti. Demikian juga Malaysia selalu berbenah diri dalam penataan infra struktur dalam menjadikan sebuah kawasan yang begitu memberikan nilai tersendiri dalam tatanan aturan dan kedisiplinan yang begitu menggoda. Batam insya Allah akan kawasan yang bisa kompetitif dengan dinamika Kawasan tersebut. Semoga !   *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Lukisan World City  memberikan sebuah Landmark dunia bukan sekadar batu, besi, atau beton yang ditumpuk tinggi; mereka adalah monumen harapan, impian dan puncak peradaban manusia. Di setiap monumen megah dunia tersimpan jejak sejarah, keringat para pemimpi dan bukti bahwa keindahan mampu melintasi batas waktu. Ketika sebuah kota membangun ikon baru, ia sedang menulis babak baru dalam sejarah dunia. Landmark terbaik di dunia bukanlah bangunan yang kita lihat dengan mata, melainkan kenangan dan rasa kagum yang kita simpan di dalam hati setelah meninggalkannya. Melangkah di bawah bayang-bayang landmark dunia mengajarkan kita betapa kecilnya diri kita, namun betapa luasnya potensi yang dimiliki manusia.  *  (EA).