ENCIKEFFENDYNEWS.com

Penutupan MTQ  XII tingkat Provinsi Kepri Arena Utama Gedung LAM Provinsi Kepri oleh Wakil Gubernur Kepri ( 09/07). Musabaqah mungkin telah usai, namun melantunkan dan mengamalkan Al-Quran adalah kompetisi seumur hidup yang tak boleh ada kata henti. Juara sejati bukanlah ia yang pulang membawa piala, melainkan ia yang pulang membawa perubahan iman dan akhlak yang semakin mulia berkat cahaya Al-Quran. Tilawah telah kita gaungkan, kini saatnya keindahan maknanya kita wujudkan dalam setiap helai nafas dan langkah kehidupan. Piala bisa berdebu, piagam bisa menguning, namun pahala dari setiap huruf Al-Quran yang dibaca dengan ikhlas akan abadi mengalir hingga ke syurga. Allahu Akbar ! *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Berphoto bersama peserta final KTIQ Provinsi Kepri, official dan Dewan Hakim  Aston Hotel Tanjungpinang 2026. Ikatlah ilmu dengan menulisnya dan hiasilah tulisan itu dengan petunjuk Al-Qur’an. Biarkan setiap catatan kaki dan daftar pustaka yang kita susun menjadi saksi bahwa kecerdasan kita didedikasikan penuh untuk meninggikan kalimat-Nya. Musabaqah ini bukanlah tentang siapa yang menumbangkan siapa, melainkan tentang bagaimana kita saling berkejaran (fastabiqul khairat) dalam menawarkan solusi terbaik bagi umat. Juara sejati dalam KTIQ bukan ia yang sekadar membawa pulang piala, melainkan yang gagasannya mampu menggerakkan jiwa manusia untuk kembali kepada Al-Qur’an. Kemenangan terbaik adalah saat tulisan kita mampu menjadi huda (petunjuk) dan syifa (obat) bagi persoalan kontemporer yang sedang dihadapi masyarakat. Al-Qur’an Kalamullah ! *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Di atas lapangan hijau, seluruh dunia berbicara dengan bahasa yang sama. Sepak bola adalah jembatan yang meruntuhkan sekat perbedaan geografis, ras dan budaya. Pesta bola dunia mengingatkan kita bahwa meski kita mendukung bendera yang berbeda, kita semua adalah warga dari planet yang sama yang disatukan oleh gairah yang serupa. Saat peluit pertama berbunyi, batas negara melebur menjadi harmoni sorak-sorai. Di situlah keindahan sejati dari kemanusiaan yang merayakan kehidupan. Masya Allah !  *  (EA).