ENCIKEFFENDYNEWS.com

Kaligrafi Al-Qur’an bukan sekadar mengukir huruf di atas kertas, melainkan wujud rasa cinta yang membingkai keagungan firman-Nya agar senantiasa menyejukkan mata dan menenteramkan jiwa. Ketika tangan menari menggoreskan khat Al-Qur’an, di situlah seni berpadu dengan zikir, setiap goresannya adalah doa, setiap keindahannya adalah pemuliaan. Seni kaligrafi adalah arsitektur jiwa yang diekspresikan melalui gubahan huruf-huruf Ilahi. Ia tampak indah bagi mata, namun sejatinya menyapa kedalaman hati. Kaligrafi yang paling indah bukan hanya yang paling elok dipandang mata, tetapi yang mampu mengantarkan pemilik dan pemandangnya untuk kembali membaca dan merenungkan isi ayatnya. Allahu Akbar walillahilhamd !   *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Hidup itu seperti ombak, ia datang menepi, menghantam karang, lalu surut kembali. Bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menguji seberapa kokoh kita berdiri. Jangan takut pada besarnya ombak jika tujuan kita adalah seberang lautan. Keberanian tidak lahir di perairan yang tenang. Pelaut yang tangguh tidak pernah lahir dari laut yang tenang. Lautan yang bergelombanglah yang menempa jiwa pejuang. Ombak mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun benturan yang diterima, kita selalu punya alasan untuk kembali bangkit dan melangkah. Seperti ombak yang selalu kembali ke pelukan pantai, sejauh apa pun kita melangkah, pada akhirnya kita akan pulang pada apa yang menenangkan jiwa. Allahu Akbar walillahilhamd !    *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo dengan latar belakang pesawat . Pesawat dirancang untuk terbang menembus awan, bukan untuk berdiam aman di dalam hangar. Semakin tinggi pesawat terbang, semakin kecil terlihat hal-hal kecil di bumi. Fokuslah pada tujuan. Baja dan mesin hanyalah benda mati yang membuat pesawat benar-benar terbang adalah tekad manusia di dalamnya. Ingatlah, pesawat lepas landas melawan angin, bukan searah dengannya. Pilot yang hebat tidak diuji saat langit cerah, melainkan saat melintasi badai yang gelap. Dalam penerbangan hidup, kita adalah pilotnya. Jangan biarkan orang lain mengendalikan kemudi kita. Setinggi apa pun pesawat mengudara, ia selalu tahu kapan harus mendarat dengan tenang dan bijak. Allahu Akbar  !  *   (EA).