ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo dengan latar belakang pesawat . Pesawat dirancang untuk terbang menembus awan, bukan untuk berdiam aman di dalam hangar. Semakin tinggi pesawat terbang, semakin kecil terlihat hal-hal kecil di bumi. Fokuslah pada tujuan. Baja dan mesin hanyalah benda mati yang membuat pesawat benar-benar terbang adalah tekad manusia di dalamnya. Ingatlah, pesawat lepas landas melawan angin, bukan searah dengannya. Pilot yang hebat tidak diuji saat langit cerah, melainkan saat melintasi badai yang gelap. Dalam penerbangan hidup, kita adalah pilotnya. Jangan biarkan orang lain mengendalikan kemudi kita. Setinggi apa pun pesawat mengudara, ia selalu tahu kapan harus mendarat dengan tenang dan bijak. Allahu Akbar  !  *   (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo dengan latar belakang kapal perang. Kapal ini tidak dibangun untuk berdiam di pelabuhan yang aman, melainkan untuk menembus badai dan menguasai lautan. Baja kapal perang menempa besi hingga keras, perjuangan bahari menempa jiwa hingga tak tertundukkan. Keagungan kapal perang bukan diukur dari megahnya geladak, melainkan dari seberapa kokoh ia bertahan saat dihantam meriam musuh. Di atas kapal perang, tidak ada ruang untuk ego individual—semua nyawa terikat pada satu kemudi dan satu tujuan. Masya Allah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Hidup ini sebuah maraton, bukan lari cepat 100 meter. Atur napas dan nikmati pemandangan di sepanjang jalan. Ketenangan pikiran adalah kemewahan yang bisa kamu berikan untuk dirimu sendiri setiap hari. Bekerja keras itu penting, tetapi tahu kapan harus berhenti sejenak adalah kebiasaan orang yang bijak.  Kadang, melamun dan membiarkan pikiran berkelana sejenak adalah resep terbaik untuk menemukan ide-ide baru. Langkah yang lambat namun tenang sering kali membawa kita lebih jauh daripada berlari tanpa arah. *  (EA).