ENCIKEFFENDYNEWS.com

Alhadulillah,  selesai juga buku Ngaji Diri ini di edit dan insya Allah sudah siap dipublish ke masyarakat, moga bermanfaat. Ngaji diri itu bukan tentang melihat seberapa banyak yang sudah kita pahami, tapi menyadari seberapa banyak yang masih perlu kita perbaiki. Puncak ilmu tertinggi adalah ketika seseorang sibuk memperbaiki dirinya sendiri, hingga tak ada lagi waktu untuk menghakimi cela orang lain. Cermin paling jernih bukan kaca di dinding, melainkan cermin nurani tempat kita berani menatap kekurangan diri tanpa topeng kebanggaan. Sebelum sibuk membaca tanda-tanda zaman, bacalah dulu lembaran hati sendiri, sebab perjalanan terjauh adalah perjalanan menuju ke dalam diri. Sebab guru terbaik bukan selalu orang yang pandai bicara, melainkan sunyi yang memaksa kita jujur pada kekurangan sendiri. Menundukkan ego jauh lebih rumit daripada menaklukkan kata-kata; di sinilah ngaji diri diuji, bukan di bibir tapi di kedalaman hati. *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Masjid bukan sekadar bangunan dari batu dan pualam, melainkan rumah ketenangan di bumi, tempat hiruk-pikuk dunia mereda dan keheningan jiwa menemukan Tuhannya. Di dalam mihrab masjid, lelahnya raga melebur menjadi sujud dan sempitnya dunia terasa lapang seluas ampunan-Nya. Langkah kaki menuju masjid adalah langkah meninggalkan beban dunia untuk sejenak bertamu di istana Sang Maha Pengasih. Sebuah masjid yang makmur bukan diukur dari megahnya kubah, melainkan dari hidupnya hati para jamaah yang memenuhi shafnya. Tempat terbaik untuk mengadu keluh kesah bukanlah di keramaian dunia, melainkan di atas sajadah masjid pada sepi sepertiga malam. Masjid adalah tempat paling jujur di dunia, raja dan rakyat berdiri berdampingan dalam satu shaf, menunduk merendah di hadapan Yang Maha A’la. Masya Allah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Studio rekaman bukan sekadar ruangan kedap suara penuh perangkat elektronik, melainkan rahim tempat rasa, gagasan dan cerita dipintal menjadi nada yang melintasi zaman. Sunyi yang Bernyawa — Di balik peredam suara yang hening, studio adalah tempat terbaik untuk mendengarkan bisikan nurani yang kerap terabaikan oleh riuk-pikuk dunia luar. Kejujuran Mikrofon — Mikrofon tidak pernah berbohong, ia menangkap setiap kebenaran, kejujuran jiwa dan kerapuhan rasa dari setiap helai nafas yang dihembuskan. Tombol Merah “Rec” — Saat lampu merah menyala, detik berhenti menjadi formalitas; setiap ketukan dan tutur kata dituntut untuk menjadi pengabdian karya yang paling autentik. Seni Menyelaraskan (Mixing) — Hidup seperti konsol pencerah nada (mixing console), setiap instrumen, insting dan pengalaman harus diselaraskan volumenya agar tercipta harmoni yang indah. Penguasaan Diri (Mastering) — Proses akhir bukan tentang menutupi cacat, melainkan memoles kejernihan dan kekuatan agar karya siap berdiri tegak menghadapi telinga dunia. Masya Allah  !  * (EA).