ENCIKEFFENDYNEWS.com

Di antara biru Selat Melaka dan kepakan angin bahari, Batam menenun keindahan alamnya—sebuah sudut Indonesia dan matahari terbit membawa harapan serta senja melukis ketenangan. Batam bukan sekadar daratan yang dikelilingi lautan, melainkan tempat riak gelombang menyanyikan simfoni keindahan Nusantara.Batam adalah miniatur Indonesia, tempat bertemunya pelbagai budaya, dirajut oleh kehangatan adat Melayu dan disatukan oleh persaudaraan yang tak lekang oleh waktu. Di balik megahnya Jembatan Barelang dan geliat perkotaannya, tersembunyi jiwa Melayu yang santun—menghiasi Batam dengan keramahan yang menyejukkan hati. Allahu Akbar walillahilhamd !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Menunggu tamu di Golden Bay Hotel sambil melihat dinamika dan kesibukan kita dengan berbagai kegiatan yang luar biasa. Kesibukan yang luar biasa sering kali menjadi tempat persembunyian terbaik dari pertanyaan-pertanyaan besar yang belum selesai kita jawab. Di tengah gemuruh tugas yang tak ada habisnya, kemampuan untuk berhenti sejenak adalah bentuk keberanian tertinggi seorang manusia. Jangan sampai kita begitu sibuk membangun kehidupan, hingga kita lupa bagaimana cara menikmati hidup itu sendiri. Satu jam yang digunakan untuk merenung di tengah kesibukan dapat menyelamatkan tahun-tahun yang terbuang karena melangkah ke arah yang keliru. Subhanallah !  *   (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Masjid Selat Melaka (Melaka Straits Mosque) dikenal sebagai “Masjid Terapung” yang berdiri anggun di  Selat Melaka. Keindahannya saat air pasang, siluetnya di kala matahari terbenam, serta posisinya yang menghadap jalur pelayaran bersejarah dunia menyimpan filosofi mendalam. Seperti Masjid Selat Melaka yang berdiri kokoh di atas deburan ombak, iman dan kedamaian jiwa tak akan pernah goyah meski diterpa gelombang kehidupan. Di antara riak air Selat Melaka yang tak pernah berhenti bergerak, masjid ini menjadi pengingat bahwa keheningan sejati ada dalam sujud dan kepasrahan kepada-Nya. Air pasang datang dan pergi, namun bangunan suci ini tetap pada fondasinya. Begitulah seharusnya hati, tetap tenang dan teguh di tengah perubahan zaman. Allahu Akbar walillahilhamd !   *  (EA).