ENCIKEFFENDYNEWS.com

Akuarium mengajarkan kita tentang ketenangan: bagaimana cara tetap damai, jernih dan tenang di tengah riak air dan gerak kehidupan yang tak pernah berhenti. Di balik dinding kacanya yang bening, akuarium adalah miniatur dunia. Ia mengingatkan bahwa sekecil apa pun ruang yang kita miliki, kita selalu bisa menciptakan keindahan dan kehidupan di dalamnya. Sebagaimana akuarium membutuhkan air yang jernih agar penghuninya tumbuh sehat, hati dan pikiran kita pun membutuhkan ketenangan agar hidup terasa damai. Melihat gerak lembut ikan di dalam akuarium adalah cara sederhana untuk mengistirahatkan pikiran dari riuhnya dunia. Subhanallah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Kaligrafi Al-Qur’an bukan sekadar mengukir huruf di atas kertas, melainkan wujud rasa cinta yang membingkai keagungan firman-Nya agar senantiasa menyejukkan mata dan menenteramkan jiwa. Ketika tangan menari menggoreskan khat Al-Qur’an, di situlah seni berpadu dengan zikir, setiap goresannya adalah doa, setiap keindahannya adalah pemuliaan. Seni kaligrafi adalah arsitektur jiwa yang diekspresikan melalui gubahan huruf-huruf Ilahi. Ia tampak indah bagi mata, namun sejatinya menyapa kedalaman hati. Kaligrafi yang paling indah bukan hanya yang paling elok dipandang mata, tetapi yang mampu mengantarkan pemilik dan pemandangnya untuk kembali membaca dan merenungkan isi ayatnya. Allahu Akbar walillahilhamd !   *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Hidup itu seperti ombak, ia datang menepi, menghantam karang, lalu surut kembali. Bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menguji seberapa kokoh kita berdiri. Jangan takut pada besarnya ombak jika tujuan kita adalah seberang lautan. Keberanian tidak lahir di perairan yang tenang. Pelaut yang tangguh tidak pernah lahir dari laut yang tenang. Lautan yang bergelombanglah yang menempa jiwa pejuang. Ombak mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun benturan yang diterima, kita selalu punya alasan untuk kembali bangkit dan melangkah. Seperti ombak yang selalu kembali ke pelukan pantai, sejauh apa pun kita melangkah, pada akhirnya kita akan pulang pada apa yang menenangkan jiwa. Allahu Akbar walillahilhamd !    *  (EA).