ENCIKEFFENDYNEWS.com

Mata sering disebut sebagai “jendela jiwa” karena tidak bisa berbohong. Lewat tatapan mata, kita bisa melihat kejujuran, rasa sakit, kebahagiaan, hingga cinta tanpa perlu sepatah kata pun. Mata adalah jendela jiwa, kita bisa melihat keindahan hati seseorang. Kata-kata bisa menyembunyikan kebenaran, tetapi mata akan selalu menceritakannya. Saat mulut tak lagi mampu bersuara, mata adalah pembicara terbaik yang menceritakan segalanya. Kita bisa membohongi seluruh dunia dengan senyuman kita, tetapi kita tidak akan pernah bisa membohongi mata kita sendiri. Subhanallah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.COM

Memandang lewat tingkap alam / jendela kehidupan memberikan cermin dinamika yang luar biasa. Melihat dari “tingkap alam” (jendela alam) adalah sebuah metafora yang sangat indah dalam tradisi sastra dan filsafat. Tingkap bukan sekadar celah untuk melihat keluar, melainkan sebuah batas ruang personal kita bertemu dengan kemegahan semesta yang tak terbatas. Membuka tingkap alam adalah cara terbaik untuk mengecilkan ego kita. Di hadapan langit yang membentang luas, kita sadar bahwa masalah kita hanyalah sebutir debu yang melintas. Subhanallah !   * (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Pagi yang sejuk bukan hanya tentang suhu udara yang rendah, melainkan tentang hati yang lapang, pikiran yang jernih dan jiwa yang siap menyerap ketenangan sebelum dunia menjadi bising. Sejuknya pagi adalah cara alam berbisik bahwa badai kemarin telah usai dan hari ini dimulai dengan lembaran yang bersih. Jangan terburu-buru menyalakan riuh dunia. Nikmati sejenak sejuknya pagi, biarkan jiwa kita bernapas dalam keheningan yang jujur. Pagi yang sejuk adalah waktu terbaik untuk membasuh prasangka, menjemput ketenangan dan menata niat-niat baik. Ketenteraman itu seperti embun pagi, ia tidak datang dengan gemuruh, melainkan turun diam-diam, menyejukkan hati yang mau berserah. Masya Allah !  *  (EA).