ENCIKEFFENDYNEWS.com

Di sudut kota yang sepi, cahaya lampu jalanan bercerita tentang kita yang tetap bertahan saat dunia tertidur. Gelapnya malam tidak pernah mampu memadamkan nyala harapan di sudut-sudut kota yang terlupakan. Setiap sudut jalan di kala malam menyimpan rahasia, tentang lelah yang disembunyikan dan mimpi yang terus diperjuangkan. Malam di sudut kota mengajari kita tentang ketenangan—bahwa keindahan kerap hadir di tempat paling sunyi. Lampu temaram dan bayangan panjang adalah saksi bisu perjuangan yang tak butuh tepuk tangan. Di balik remang sudut kota, ada hangatnya kenangan dan dinginnya kerinduan yang begitu mempesona. *  ( EA ).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo lama tahun 2015 dah 11 tahun yang lalu / Old School. Melahirkan nostalgia dengan berbagai kenangan dalam perjalanan ini. Pakaian bisa dibeli, tapi kehormatan dan adab harus dibentuk sendiri. Demikian pepatah kita mengatakan untuk mendapatkan nilai tersendiri dalam kehidupan ini. Hidup ini sederhana, kerjakan tugas kita, hormati orang yang lebih tua jaga  dan jangan pernah lari dari berbagai masalah kehidupan ini. Harta bisa habis dalam semalam, tapi nama baik dan kehormatan akan hidup melampaui usia kita. Sebuah potret tua mengajari kita, hidup bukan tentang seberapa mahal kameranya, melainkan seberapa tulus momennya. Masya Allah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Cermin adalah saksi paling jujur, ia tidak pernah memuji untuk menyenangkan dan tidak pernah menghina untuk menyakiti. Sebelum menilai dunia luar, tataplah pantulan di cermin dan tanyakan, apakah hari ini kita sudah menjadi versi terbaik dari diri kita?. Kecantikan atau ketampanan sejati terpancar bukan dari apa yang dipantulkan oleh kaca, tetapi dari kedamaian yang ada di dalam hati. Setiap pagi, cermin memberi kita kesempatan baru untuk melihat seseorang yang mampu mengubah hidupnya sendiri. Jangan tersenyum hanya untuk cermin, bawalah senyuman itu keluar untuk menerangi hari orang lain. Kelemahan yang kita lihat di cermin bukanlah akhir, melainkan titik awal untuk terus belajar dan bertumbuh. Cermin terbaik untuk melihat kekurangan diri bukanlah cermin kaca, melainkan mata orang-orang yang tulus mencintai kita. Subhanallah !  *  (EA).