ENCIKEFFENDYNEWS.com

Hidup itu seperti ombak, ia datang menepi, menghantam karang, lalu surut kembali. Bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menguji seberapa kokoh kita berdiri. Jangan takut pada besarnya ombak jika tujuan kita adalah seberang lautan. Keberanian tidak lahir di perairan yang tenang. Pelaut yang tangguh tidak pernah lahir dari laut yang tenang. Lautan yang bergelombanglah yang menempa jiwa pejuang. Ombak mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun benturan yang diterima, kita selalu punya alasan untuk kembali bangkit dan melangkah. Seperti ombak yang selalu kembali ke pelukan pantai, sejauh apa pun kita melangkah, pada akhirnya kita akan pulang pada apa yang menenangkan jiwa. Allahu Akbar walillahilhamd !    *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo dengan latar belakang pesawat . Pesawat dirancang untuk terbang menembus awan, bukan untuk berdiam aman di dalam hangar. Semakin tinggi pesawat terbang, semakin kecil terlihat hal-hal kecil di bumi. Fokuslah pada tujuan. Baja dan mesin hanyalah benda mati yang membuat pesawat benar-benar terbang adalah tekad manusia di dalamnya. Ingatlah, pesawat lepas landas melawan angin, bukan searah dengannya. Pilot yang hebat tidak diuji saat langit cerah, melainkan saat melintasi badai yang gelap. Dalam penerbangan hidup, kita adalah pilotnya. Jangan biarkan orang lain mengendalikan kemudi kita. Setinggi apa pun pesawat mengudara, ia selalu tahu kapan harus mendarat dengan tenang dan bijak. Allahu Akbar  !  *   (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo dengan latar belakang kapal perang. Kapal ini tidak dibangun untuk berdiam di pelabuhan yang aman, melainkan untuk menembus badai dan menguasai lautan. Baja kapal perang menempa besi hingga keras, perjuangan bahari menempa jiwa hingga tak tertundukkan. Keagungan kapal perang bukan diukur dari megahnya geladak, melainkan dari seberapa kokoh ia bertahan saat dihantam meriam musuh. Di atas kapal perang, tidak ada ruang untuk ego individual—semua nyawa terikat pada satu kemudi dan satu tujuan. Masya Allah !  *  (EA).