ENCIKEFFENDYNEWS.com

Di Samarinda tahun 1984, kita tidak hanya berbagi meja kelas PGAN, tetapi juga menenun cita-cita yang kini menjadi jejak pengabdian.  Puluhan tahun berlalu dari lorong PGAN Samarinda 84, namun rasa persaudaraan dan hangatnya kebersamaan tak pernah tergerus usia. Jarak dan waktu mungkin memisahkan langkah kita, tetapi ikatan alumni PGAN Samarinda ’84 tetap hidup dalam doa dan kenangan. Kita datang dari tempat yang berbeda ke PGAN 1984, belajar bersama, lalu berlayar membawa ilmu untuk menjadi cahaya di jalan masing-masing. Rambut boleh memutih dan usia terus bertambah, tapi semangat kekeluargaan PGAN Samarinda 1984 akan selalu muda di hati kita. Terima kasih telah menjadi bagian terbaik dari masa muda di PGAN Samarinda. Setiap tawa dan perjuangan 1984 adalah warisan kenangan yang tak ternilai. Di PGAN Samarinda tahun 1984 kita menanam benih kebaikan dan hari ini kita tersenyum bersyukur melihat silaturahmi yang terus berbuah lebat. Subhanallah, wallahu akbar ! * (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Sunset adalah pengingat manis bahwa sehebat apa pun hari berlalu, ia selalu bisa diakhiri dengan keindahan. Langit sore mengajarkan kita bahwa kegelapan yang akan datang tidak selalu menakutkan, selama kita menyimpan cahaya di dalam hati. Senja tidak pernah berjanji untuk bertahan lama, tapi ia selalu berjanji akan datang kembali esok hari. Terkadang, kita harus membiarkan sesuatu tenggelam agar hal baru yang lebih terang bisa terbit. Senja tau kapan harus mereda, mengajarkan kita untuk melepaskan tanpa harus membenci keberangkatan. Di antara riuhnya hari dan tenang malam, sunset hadir untuk menyapa jiwa yang lelah. Tidak semua yang tenggelam itu hilang, sebagian hanya sedang memberi ruang bagi bintang untuk bersinar. Sunset adalah ucapan selamat beristirahat dari alam untuk kamu yang sudah berjuang seharian. Allahu Akbar !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo puluhan tahun yang lalu di salah satu pengajian Mukakuning Batam, dikirim oleh seorang sahabat pegiat Dakwah Mukakuning. Photo lama mengajarkan bahwa fisik bisa berubah dan masa lalu telah berlalu, namun amal kebaikan di dalamnya akan terus mengalir menjadi amal jariyah. Setiap lembar photo tua adalah cermin perjalanan, sejauh  kita telah melangkah mendekat kepada-Nya. Waktu yang terbingkai dalam gambar tidak akan pernah kembali. Jadikan ia pengingat untuk tidak menyia-nyiakan sisa usia yang ada.  Melihat diri kita di masa lalu adalah pengingat terbaik, jika dulu kita pernah lalai, syukuri hidayah hari ini, jika dulu kita taat, jaga agar tidak tergelincir. Photo tua membuktikan betapa cepatnya dunia berganti. Jangan tertipu oleh keindahan yang fana, sebab hanya amal saleh yang abadi. Subhanallah !  *  (EA).