ENCIKEFFENDYNEWS.com

Pagi hari selalu membawa magisnya sendiri—ia adalah kesempatan kedua yang dibungkus dalam seberkas cahaya baru. Setiap fajar adalah undangan bagi kita untuk bangkit dan membuat hari seseorang menjadi lebih cerah. Jangan sesali apa yang gagal kita raih kemarin. Pagi ini adalah cara semesta mengatakan: ‘Mari coba lagi.’ Matahari terbit tidak pernah melewatkan tugasnya. Begitu juga dengan harapan, ia akan selalu datang bagi mereka yang percaya. Pagi hari adalah selembar kertas putih yang bersih. Kitalah yang memegang penanya, jadi tulislah cerita yang indah hari ini. Allahu Akbar  !   *   (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Sore hari, secangkir teh hangat dan riuh dunia yang perlahan menjauh. Menikmati sepi bukanlah kesepian, melainkan cara terbaik untuk mendengarkan diri sendiri. Teh sore hari adalah jeda yang sengaja diciptakan bumi agar manusia berhenti sejenak, bernapas dan bersyukur sebelum malam menjemput. Seperti teh yang larut dalam air hangat, biarkan segala lelah dan penat hari ini melebur bersama tenangnya sore. Ada kedamaian yang tidak bisa dibeli, salah satunya duduk di restoran menikmati senja bersama kehangatan secangkir teh. Masya Allah !  * (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Khutbah Jumat memberikan gambaran secara komprehenshif tentang  dunia ini hanyalah jembatan, maka seberangilah ia dan jangan mendirikan istana di atasnya. Kita berjalan di atas bumi yang suatu saat nanti akan memeluk tubuh kita di dalam kubur. Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai puncak cita-citanya, maka Allah akan mencukupkan urusannya, menjadikan kekayaan di dalam hatinya dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Kita di dunia ini tak ubahnya seorang musafir yang berteduh sejenak di bawah pohon rindang, kemudian pergi dan meninggalkannya. Masya Allah !   *  (EA).