ENCIKEFFENDYNEWS.com

Lukisan World City  memberikan sebuah Landmark dunia bukan sekadar batu, besi, atau beton yang ditumpuk tinggi; mereka adalah monumen harapan, impian dan puncak peradaban manusia. Di setiap monumen megah dunia tersimpan jejak sejarah, keringat para pemimpi dan bukti bahwa keindahan mampu melintasi batas waktu. Ketika sebuah kota membangun ikon baru, ia sedang menulis babak baru dalam sejarah dunia. Landmark terbaik di dunia bukanlah bangunan yang kita lihat dengan mata, melainkan kenangan dan rasa kagum yang kita simpan di dalam hati setelah meninggalkannya. Melangkah di bawah bayang-bayang landmark dunia mengajarkan kita betapa kecilnya diri kita, namun betapa luasnya potensi yang dimiliki manusia.  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Indonesia bukan sekadar nama di peta dunia. Ia adalah lukisan Tuhan yang terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, disatukan oleh lautan biru dan ribuan pulau penuh pesona. Keindahan alam Indonesia tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menenangkan jiwa. Mensyukuri tinggal di tanah air yang kaya adalah bentuk cinta yang paling sederhana. Di setiap sudut bumi Nusantara tersimpan cerita, budaya dan keindahan yang takkan pernah ditemukan di tempat lain di dunia. Berbeda-beda tetapi tetap satu. Itulah kekuatan Indonesia, sebuah mahakarya toleransi yang menyatukan ratusan suku, bahasa, dan agama dalam pelukan persaudaraan. Kebanggaan terbesar kita bukanlah pada seberapa megah gedung-gedung tinggi kita, tetapi pada seberapa erat tangan kita bergandengan dalam keragaman. Merah darah kita, putih tulang kita. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh—demi satu nama, Indonesia tercinta. Masya Allah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Sambil menunggu keberangkatan, elok memanfaatkan waktu agar efektif dengan secangkir teh hangat bisa mengedit beberapa tulisan yang tertinggal. Jangan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu. Ciptakan momen itu dan jadikan sesuatu yang bermanfaat dan tepat. Orang yang bijak tidak akan menunggu waktu luang, melainkan meluangkan waktu dalam maksimalis aktivitas. Waktu yang telah berlalu tidak pernah kembali. Setiap detik yang kita miliki saat ini adalah kesempatan baru untuk berkarya, belajar dan berbuat baik dalam menebarkan kebajikan. Bukan karena kita memiliki sedikit waktu, tetapi karena kita banyak menyia-nyiakannya. Subhanallah !  *  (EA).