ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo lama waktu rihlah di Ainul Khadhra Damascus (1986) lebih kurang 40 tahun yang lalu. Di tanah Ainul Khadhra, mata air tidak hanya mengalirkan air, tetapi juga cerita tentang kehidupan Suriah yang bertahan menembus zaman. Ainul Khadhra adalah cermin ketenangan, keindahan yang hijau dan jernih, mengalirkan harapan di tengah lelahnya sejarah kehidupan. Seperti alirannya yang tak pernah berhenti, ketabahan tanah Suriah diajarkan langsung oleh kedamaian di Ainul Khadhra. Hijau yang merawat napas, air jernih yang membasuh luka, Ainul Khadhra membuktikan bahwa kejujuran alam selalu menang atas waktu. Dari sejuknya Ainul Khadhra kita belajar, bahwa di tempat tersembunyi sekalipun, kebaikan dan keindahan akan selalu menemukan jalannya untuk memancar. Allahu Akbar !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Kopi pertama pagi ini, hitam, pekat dan tidak pernah berusaha berpura-pura menjadi manis untuk disukai semua orang. Cangkir boleh berbeda, selera bisa tak sama, tapi di hadapan rasa hangatnya, kita selalu menemukan alasan untuk jeda. Seperti seduhan kopi, hal-hal terbaik dalam hidup butuh waktu, proses dan sedikit kepahitan untuk terasa sempurna. Entitas dan sejarah Kopi mengalami masa yang begitu panjang, sepanjang pahitnya kopi mengajarkan kita satu hal, tidak semua yang tidak manis itu buruk bagi jiwa. Setiap cangkir menyimpan ceritanya sendiri—tentang inspirasi yang terbit, percakapan yang jujur atau sekadar ketenangan di tengah hiruk-pikuk. Setiap biji kopi membawa rekam jejak perjalanan Panjang, melintasi samudra, menembus jaman dan menyatukan peradaban dalam satu cangkir. Subhanallah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Akhirnya selesai juga buku ini walaupun dalam kondisi “not feeling my best”.Islam itu identitas  tapi prasangka  orang lain bukan tanggung jawab kita untuk menjadikannya kenyataan. Menjadi muslim bukan berarti kehilangan keunikan diri, iman menyatukan kita dalam kebaikan, bukan mencetak kita jadi seragam. Jangan menilai isi buku cuma dari sampulnya. Agama mengajarkan kedamaian dan cara menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Muslim itu beragam. Ketaatan ada di hati, karakter terlihat dari aksi, bukan dari stereotip yang dibuat-buat. Mengenal lewat stereotip itu ibarat membaca satu halaman lalu merasa sudah tahu seluruh isi bukunya. Masya Allah !  *  (EA).