ENCIKEFFENDYNEWS.com

Pada masa pemulihan ini sedikit banyak rehat dan santai setelah nginap beberapa malam di hotel rumah sehat, hahaha, masih sedikit pucat ! Tubuh kita sedang bekerja keras menyembuhkan dirinya sendiri. Berikan dia waktu, ketenangan dan kesabaran yang cukup. Istirahat bukanlah tanda kelemahan, melainkan cara paling tulus menghargai tubuh yang selama ini berjuang untuk kita. Sakit adalah cara tubuh meminta perhatian dan pemulihan adalah proses memberi cinta kembali pada diri sendiri. Kesehatan memang tidak bermula dari pikiran, tetapi proses pemulihan selalu menemukan jalannya lewat hati yang optimis. Subhanallah walhamdulillah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Selat Malaka telah menyaksikan ribuan nakhoda dan gelombang zaman, ia mengajarkan bahwa ketangguhan tidak lahir dari laut yang tenang, melainkan dari kecakapan mengemudikan arah di tengah arus. Seperti kapal yang melintasi Selat Malaka, hidup bukan tentang seberapa deras angin bertiup, tetapi seberapa teguh kita memegang kendali kemudi. Arus Selat Malaka terus mengalir tanpa henti, pengingat bahwasanya waktu dan kesempatan tak akan pernah menunggu mereka yang ragu untuk berlayar. Menatap luasnya Selat Malaka adalah melatih kerendahan hati, menyadari betapa luasnya maritim kehidupan dan betapa kecilnya keangkuhan yang kita bawa. *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Di tepi Pantai Nongsa, ombak mengajarkan kita cara melepaskan, ia datang membawa deburan, lalu surut dengan keheningan yang menenangkan. Seperti semenanjung Nongsa yang menatap jauh ke ufuk, belajarlah memandang masa depan dengan lapang dada dan pikiran yang jernih. Pasir putih Nongsa tidak pernah menolak deru ombak, ia mengajarkan kita untuk menerima setiap dinamika hidup dengan ketabahan. Menatap garis pantai Nongsa adalah menyadari betapa luasnya dunia dan betapa kecilnya keraguan yang sering kita genggam erat. Lautan Nongsa mengingatkan kita bahwa sejauh apa pun sebuah tujuan, ia tetap terlihat terang bagi kita yang mau memandang. Masya Allah !   *  (EA).