ENCIKEFFENDYNEWS.com        –        Puasa Ramadhan, menjadikan hidup kita lebih bermakna karena Ramadhan memberikan berbagai jalan dengan fadhilah yang berlimpah ruah hingga hidup begitu terasa amat bermakna karena janji Ramadhan memperbaiki makna dan kualitas kehidupan kita.

Beberapa Hukama memberikan pandangan kalau ingin hidup lebih bermakna harus disesuaikan dengan nama Ramadhan itu sendiri yakni ;  – ra > ridhwanuh yakni berharap full keridhaan Allah, ma> mahabbatuh yaitu berharap cinta Allah yang luar biasa kepada hamba-Nya, dha > dhaminuhu yakni mengharap jaminan Allah masuk dalam hitungan-Nya, na> nuruhu harapan penuh seorang Abid kepada nur /cahaya Allah yang selalu menyinari kehidupannya.

Dengan demikian mudah-mudahan Ramadhan ini dapat menjadikan kehidupan kita yang lebih bermakna, semoga ! aamiin. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com         –        Ramadhan bulan kepekaan sosial mempunyai arti bahwa Ramadhan sebagai sarana membangun aspiratif kepada sesama dan tatkala berpuasa kita dapat merasakan betapa lapar dan haus bagi mereka yang bernasib serba kekurangan. Ramadhan memberikan gambaran dan membangun nilai-nilai dalam kepekaan sosial kita kepada sesama. Bahkan dianggap tidak beriman, demikian ungkapan Rasul saw, yang kita tidur dalam keadaan kenyang sedangkan tetangganya dalam kelaparan.

Maka di bulan yang Mubarak ini, mari kita tingkatkan rasa peduli kita kepada sesama, bukan hanya sekadar membangun ukhuwah, tapi juga mendapat ganjaran yang berlipat ganda dari Allah swt. Dan Allah mengingatkan kita, “dianggap mendustakan agama kita apabila tidak peduli kepada anak-anak yatim dan orang-orang miskin”. Dan Rasulpun menambahkan, syurga merindukan orang yang selalu memberikan makan kepada orang-orang yang memerlukan. Ramadhan benar-benar bulan yang memberikan motivasi kepada kita dalam membangun kepeduliaan kepada sesama. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com        –        Ramadhan bulan ke-9 hitungan hijriyah ini memberikan makna yang luar biasa sebagai bulan yang memberikan  fadhilah yang berlipat ganda kepada kita manusia dalam memperbaiki spiritual keimanan kita kepada-Nya. Juga bulan ini sebagai bulan otokritik yakni mencoba mengadakan kritik terhadap diri sendiri, biasanya kita (manusia) lebih cenderung pandai mengeritik orang lain. Nabi saw bersabda : من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفرالله  له متقدم من ذنبه    

…”siapa yang berpuasa Ramadhan penuh dengan keimanan dan ihtisaban (otokrtik), maka Allah akan menghapus segala dosanya…”

Demikian indah, ramadhaan memberikan juklak otokritik dalam nilai tatanan hubungan kita sesame, sehingga begitu indah setiap kita merasakan betapa dahsat makna tersebut.

Semoga otokritik kita dapat memberikan imbas terhadap dosa yang kita perbuat, hingga kita menjadi insan “fa-izin” dalam kehidupaqn ini, semoga ! (EA)*