ENCIKEFFENDYNEWS.com

Kita hidup ini dituntut terus untuk belajar. Belajar bersikap positip antara lain ; – selalu bersyukur dan berdoa, -optimistik aktif, – pantang menyerah, – membangun keharmonisan, – antusias mengembangkan diri, – selalu berolahraga, dan selalu meningkatkan kepedulian sosial. Maka kita akan selalu belajar, belajar MENUNDUK sampai tak seorangpun dapat menundukkanmu dan belajar MENGALAH sampai tak seorangpun yang dapat mengalahkanmu !   *(EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Waktu rihlah menuju laut Mati Jordan  bersama Duta Besar Drs. H. Chalid Mawardi (alm) /pakai kacamata hitam beserta home staff, local staff dan Sekolah Indonesia Damaskus (SID), tahun  1985, hampir  40 tahun yang lalu. Sebelah kiri pak Dubes pak Zaini juga sudah almarhum, demikian juga di belakang pak Zaini – Fatih juga sudah mendahului kita. Demikianlah kehidupan ini terus bergulir sesuai garis edar, waktu pasti berlalu. 40 tahun yang lalu rasanya baru kemarin sore, subhanallah ! *(EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Waktu menjadi mahasiswa di Damascus University (1985) lebih kurang 40 tahun yang silam, kami menjadi petugas Pameran Dagang Indonesia – Syria, bersama Iskandar Siba kini sudah menjadi Dosen pada Universitas Makassar  (Dr.H. Iskandar Siba, MA) dan Endis Firdaus, kini  menjadi dosen pada UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) Bandung (Prof.Dr. Endis Firdaus, M.Pd) dan salah seorang  teman dari Syam Alie Dagkrouge, tampak gambar Presiden Syria Hafidz Al-Asad dan Presiden RI Soeharto.  Mempunyai kenangan dan kebanggaan tersendiri.   *(EA).