ENCIKEFFENDYNEWS.com   –    Senin/14/06, ada wawancara iNews tv, dengan seorang ibu yang menunggu waktu mau melahirkan, diwawancarai dengan nada yang tidak menentu dia menjawab, masa sih melahirkan kena pajak ? emang sih, katanya sekarang lagi heboh membicarakan tentang pajak, cuma masa iya melahirkan kena pajak ? dengan sedikit agak reda-reda aneh.

Mudah-mudahan ini tidak terjadi, kasihan ibu-ibu kita dah melahirkan setengah mati, dikenakan pajak pula, apa hendak dikata. Moga ini sebuah wacana belaka dan tidak akan pernah terjadi, semoga. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com   –   Batam diharapkan dapat segera mengakhiri pandemi ini secepat mungkin, sebab Batam merupakan barometer di Provinsi Kepri ini dan merupakan centra dalam dinamika progres daerah ini.

               Batam yang hari ini berpenduduk 1,3 juta jiwa, kalau Batam sehat, maka ekonomi di provinsi ini juga menguat. Maka usaha dalam mewujudkan Batam sehat menjadi sasaran utama para steakholders daerah ini, termasuk para tokoh dan anutan daerah ini.

Ayo, kita wujudkan Batam sehat insya Allah ekonomi sehat, dengan bersama-sama berusaha maksimalis menciptakan Batam yang sehat dengan ketat melaksanakan protkes covid -19, semoga ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com   –  Sikat premanisme se-Indonesia, demikian instruksi Kapolri untuk memberantas preman yang marak di negeri +62 ini. Mudah-mudahan ini sampai ke daerah-daerah sehingga entitas premanisme ini dapat di atasi dengan baik. Mulai parkir, tempat-tempat Club, hiburan, tempat massage dan tempat-tempat yang berbau esek-esek sudah tentu memakai jasa mereka.

Memang pemerintah khususnya bidang keamanan harus tegas terhadap mereka jangan dikasih kesempatan mereka untuk berkembang. Hal ini perlu koordinasi yang tegas mulai pusat sampai daerah, sehingga keberadaan mereka tidak bisa leluasa di tengah-tengah masyarakat.

Semoga instruksi Kapolri ini membawa angin segar bagi aparat keamanan di daerah dalam memberantas premanisme di tanah air tercinta ini dan mereka dengan kekuatas apparat keamanan insyaf, agar menjadi warga negara yang baik, semoga ! (EA)*