ENCIKEFFENDYNEWS.com

Masjid sering kali menjadi tempat kita – manusia “mengasingkan diri” sejenak untuk menemukan kejernihan. Ketenangan yang dibawa pulang setelah sujud itulah mutiara yang sesungguhnya—sesuatu yang berharga, bulat (sempurna dalam niat) dan murni. Subhanallah !     *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Mutiara yang tersembunyi di dalam rumpun bambu bukanlah permata yang berkilau, melainkan jiwa yang lentur. Ia tahu kapan harus menunduk mengikuti arah angin dan kapan harus tegak kembali tanpa ada satu pun serat yang patah.    *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Senja bukan sekadar tenggelamnya matahari, melainkan cara alam membungkus hari yang riuh ke dalam cangkang keheningan. Di sana, di garis cakrawala yang memerah, tersimpan sebuah mutiara—kilau terakhir yang mengingatkan kita bahwa yang segera hilang pun bisa meninggalkan kesan yang abadi.     *  (EA).