Majelis Ulama Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi para ulama, zuama, dan cendekiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada 17 Rajab 1395 Hijriah atau 26 Juli 1975 Masehi di Jakarta, Indonesia.
MUI selalu dinamis sesuai dengan tuntutan dan perkembangan kekinian, badan otonom yang sangat besar perannya dalam perkembangan menjaga aqidah umat dan memberikan saran terhadap ekskutif dalam menjalankan roda pemerintahan.
Sejarah Bendera Indonesia dan Makna Warna Merah Putih Bendera Indonesia berwarna merah dan putih ternyata memiliki makna dan sejarah penting untuk Indonesia. Bendera merah putih dijahit oleh Fatmawati, dan dikibarkan ketika proklamasi kemerdekaan. Sejarah Bendera Merah Putih Bendera Indonesia berwarna merah dan putih ternyata memiliki sejarah di baliknya. Kelahiran bendera merah putih terjadi tanggal 7 September 1944. Ketika itu Jepang berjanji akan memberikan kemerdekaan untuk Indonesia. Bendera merah putih berbentuk persegi panjang yang lebarnya 2/3 (dua pertiga). Bagian atas berwarna merah sedangkan bagian bawah berwarna putih. Makna filosofis bendera Indonesia berwarna merah artinya berani, sedangkan putih artinya suci. Warna putih menjadi simbol jiwa manusia, sementara merah melambangkan tubuh manusia. Jadi, warna merah dan putih saling melengkapi satu sama lain. Ternyata warna merah putih menjadi simbol penting untuk masyarakat Jawa kuno. Dahulu, warna merah dan putih menjadi simbol pemersatu untuk laki-laki dan perempuan. Sedangkan kaum Austronesia di masa lalu menganggap warna merah putih menjadi simbol langit dan bumi. Tahun 1928, para pelajar, kaum nasionalis, dan pemuda mengibarkan bendera merah putih ketika masa penjajahan Belanda. Kemudian Belanda melarang masyarakat Indonesia mengibarkan bendera merah putih.
Sebelum tahun 1945, Indonesia berada di bawah penjajahan Belanda, dan para pemimpin Jepang memutuskan untuk mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia dalam rangka mengusir penjajahan dan pengaruh Belanda di Indonesia.
Sukarno dan Muhammad Hatta bekerjasama dengan salah satu tentara Jepang untuk mengusir penjajah Belanda, dan ketika Jepang berhasil ditaklukkan oleh Amerika Serikat pada tahun 1945, Sukarno dan Hatta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengumumkan kemerdekaan.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Sukarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Di Indonesia, hari proklamasi juga dikenal dengan istilah Proklamasi Kemerrdekaan Indonesia. Dalam waktu yang tidak lama setelah proklamasi, Sukarno dan Hatta menggunakan persenjataan dan peralatan Jepang untuk melakukan perlawanan bersenjata melawan Pemerintahan Belanda di Indonesia.
Pemerintahan Belanda kemudian berhasil terusir dari Jakarta, namun upaya pengusiran ini berdampak terhadap peperangan sampai dengan tahun 1949. Adanya kekhawatiran terjadi pertumpahan darah yang lebih besar, maka Perserikatan Bangsa-Bangsa menghalangi ambisi Belanda untuk berperang kembali dengan upaya-upaya diplomatik. Sepuluh minggu setelah perdebatan yang melelahkan, maka Indonesia kemudian berhasil memperoleh kemedekaannya dari Belanda dan Belanda dipaksa untuk segera pergi dari wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara. Pada bulan Agustus 1949, negara Republik Indonesia resmi berdiri.