Masjid Jam’iyyatuttaqwa desa Jantur Kecamatan Muara Muntai Kabupaten Kutai Kartanegara, desa yang cukup dinamis dari tahun ke tahun berkembang secara pesat dan masjid ini satu-satunya masjid yang berada di desa ini dan sampai hari tempat ibadah lain tidak ada di desa ini. Saat air tuhur (dalam bahasa daerah berarti surut) maka masjid ini kelihatan berdiri megah di tepi sungai, tapi kalau musim air dalam, masjid ini kelihatannya seperti terapung. Sungguh indah. *(EA).
Kadangiring yang sekarang termasuk Jantur Selatan dan pulau yang di tengah adalah Pulau Keramat sekarang termasuk Jantur (Induk). Dahulu Jantur terdiri dari Kampung Lama, Jantur Malang, Kadangiring dan Jantur Baru. Pemekaran sekarang Jantur menjadi 3 (tiga) desa, yakni Desa Jantur (Induk), Jantur Selatan dan Jantur Baru. Desa Nelayan ini terus berkembang sesuai dengan dinamika alam dan zaman memberikan pasukan ikan yang terbesar di Kecamatan Muara Muntai Kabupaten Kutai Kartanegara. *(EA).
Desa Jantur yang direntas sekitar tahun 1900-an ini dihuni oleh suku Banjar yang berasal dari Nagara Kalimantan Selatan yang didirikan oleh “nini Jantur” dan ada juga yang menyebut Jantur itu dari Bahasa Banuaq yang berarti sungai yang diapit oleh dua danau dan ada juga sumber yang menyebutkan Jantur itu berarti sulap yakni desa yang disulap menjadi seperti miniatur asal daerah penghuni awal (pendatang) daerah ini. Ada juga yang mengatakan JANTUR sebuah akronim “Jaga Agama Nanti Tuhan Ulurkan Rahmat-Nya”, oleh sebab itu Jantur adalah desa agamis dengan paham / madzhab Syafi’iyah – ahlussunnah wal jama’ah, diberkahi setiap tahunnya ada saja yang pergi haji/ menunaikan rukun Islam yang kelima.
Hingga hari ini belum kita temukan referensi nama Jantur yang sesungguhnya.
(Wallahu a’lam).
Dari beberapa kurun yang cukup panjang, daerah ini syurganya ikan tawar hasil tangkapan para nelayan. Jantur merupakan tingkap 1.000 nelayan. Dengan berbagai ikan air tawar /sungai, mulai ikan haruan, (gabus), baung, patien, bakut, balida, lais, pepuyu, lapuk, biawan, kandia, saluang, salap, sanggi, panang, lili, sapat siam, jalawat, nila, tauman dan seribu ikan lainnya. *(EA).