ENCIKEFFENDYNEWS.com

Alhadulillah, selesai juga buku Ngaji Diri ini di edit dan insya Allah sudah siap dipublish ke masyarakat, moga bermanfaat. Ngaji diri itu bukan tentang melihat seberapa banyak yang sudah kita pahami, tapi menyadari seberapa banyak yang masih perlu kita perbaiki. Puncak ilmu tertinggi adalah ketika seseorang sibuk memperbaiki dirinya sendiri, hingga tak ada lagi waktu untuk menghakimi cela orang lain. Cermin paling jernih bukan kaca di dinding, melainkan cermin nurani tempat kita berani menatap kekurangan diri tanpa topeng kebanggaan. Sebelum sibuk membaca tanda-tanda zaman, bacalah dulu lembaran hati sendiri, sebab perjalanan terjauh adalah perjalanan menuju ke dalam diri. Sebab guru terbaik bukan selalu orang yang pandai bicara, melainkan sunyi yang memaksa kita jujur pada kekurangan sendiri. Menundukkan ego jauh lebih rumit daripada menaklukkan kata-kata; di sinilah ngaji diri diuji, bukan di bibir tapi di kedalaman hati. * (EA).
