ENCIKEFFENDYNEWS.com

Photo kenangan (1985) waktu berada di  Madinah Jamiyah (Asrama) di bawah naungan dinding kuno Damascus University, kita tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga menenun kenangan yang tak lapuk oleh waktu. Kamar asrama boleh jadi sederhana, namun di sinilah mimpi-mimpi besar dibicarakan hingga larut malam bersama aroma ahwi syami ( kopi Syam ). Setiap sudut lorong asrama Damascus menyimpan jejak tawa, peluk hangat persahabatan dan perjuangan menjadi dewasa jauh dari tanah air. Photo ini mungkin hanya selembar kertas, tetapi di dalamnya ada riak tawa dan kehangatan bersama yang kita bangun di tanah Syam. Waktu boleh berlalu dan kota bisa berubah, namun persaudaraan yang lahir di asrama Damascus University akan selalu abadi dalam ingatan. Subhanallah !  *  (EA),

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Secangkir teh tarik mengajari kita bahwa hal manis dalam hidup butuh proses yang ditarik ulur dengan sabar. Seperti teh tarik, hubungan yang erat sering kali dibentuk dari keberanian untuk saling tarik ulur dan mencari titik tengah. Pikirannya riuh? Rehat sejenak, nikmati buih manisnya dan biarkan hati ikut hangat. Hidup tak perlu rumit—cukup seduh semangat, tarik tinggi harapannya dan nikmati hasilnya. Hidup itu kayak teh tarik, butuh perpaduan pahit dan manis yang pas biar bisa dinikmati. Kadang kita perlu ditarik ulur sama keadaan cuma buat nemuin komposisi terbaik dalam diri.  Masya Allah  !   *   (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Pada masa pemulihan ini sedikit banyak rehat dan santai setelah nginap beberapa malam di hotel rumah sehat, hahaha, masih sedikit pucat ! Tubuh kita sedang bekerja keras menyembuhkan dirinya sendiri. Berikan dia waktu, ketenangan dan kesabaran yang cukup. Istirahat bukanlah tanda kelemahan, melainkan cara paling tulus menghargai tubuh yang selama ini berjuang untuk kita. Sakit adalah cara tubuh meminta perhatian dan pemulihan adalah proses memberi cinta kembali pada diri sendiri. Kesehatan memang tidak bermula dari pikiran, tetapi proses pemulihan selalu menemukan jalannya lewat hati yang optimis. Subhanallah walhamdulillah !  *  (EA).