ENCIKEFFENDYNEWS.com

Adapun hikmah puasa yang biasa sering dibicarakan sebagian kalangan bahwa puasa dapat menyehatkan badan (seperti dapat menurunkan bobot tubuh, mengurangi resiko stroke, menurunkan tekanan darah, dan mengurangi resiko diabetes), maka itu semua adalah hikmah ikutan saja dan bukan hikmah utama. Sehingga hendaklah seseorang meniatkan puasanya untuk mendapatkan hikmah syar’i terlebih dahulu dan janganlah dia berpuasa hanya untuk mengharapkan nikmat sehat semata. Karena jika niat puasanya hanya untuk mencapai kenikmatan dan kemaslahatan duniawi, maka pahala melimpah di sisi Allah akan sirna walaupun dia akan mendapatkan nikmat dunia atau nikmat sehat yang dia cari-cari.

Allah Ta’ala berfirman,  “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.” (QS. Asy Syuraa: 20)

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Orang yang gemar berbuat riya’ akan diberi balasan kebaikan mereka di dunia. Mereka sama sekali tidak akan dizholimi. Namun ingatlah, barangsiapa yang melakukan amalan puasa, amalan shalat atau amalan shalat malam namun hanya ingin mengharapkan dunia, maka balasan dari Allah: “Allah akan memberikan baginya dunia yang dia cari-cari. Akan tetapi, amalannya akan lenyap di akhirat nanti karena mereka hanya ingin mencari keuntungan dunia. Di akhirat, mereka juga akan termasuk orang-orang yang merugi”.

Sehingga yang benar, puasa harus dilakukan dengan niat ikhlas untuk mengharap wajah Allah. Sedangkan nikmat kesehatan, itu hanyalah hikmah ikutan saja dari melakukan puasa, dan bukan tujuan utama yang dicari-cari. Jika seseorang berniat ikhlas dalam puasanya, niscaya nikmat dunia akan datang dengan sendirinya tanpa dia cari-cari. Ingatlah selalu nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.”(HR.Tirmidzi)

Adapun hadits yang mengatakan, “Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” Perlu diketahui bahwa hadits semacam ini adalah hadits yang lemah (hadits dho’if) menurut ulama pakar hadits.

Semoga kita bisa menarik hikmah berharga di balik puasa kita di bulan penuh kebaikan dan keberkahan ini.

Rajin Memberi Manfaat

Memberikan hal yang bermanfaat banyak ragamnya, bisa dengan infaq, sodaqoh, zakat, atau ilmu yang bermanfaat. Ini tidak hanya akan berdampak pada si penerima saja, tetapi juga yang memberi. Apapun bentuk pemberian yang akan diberikan kepada yang kurang mampu, tentu akan menjadi modal besar nantinya buat diri kita dalam menerima balasan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Melaksanakan Qiyamul Lail

Qiyamul lail menjadi hal yang ditunggu-tunggu di setiap bulan Ramadhan, karena di sini banyak yang bisa kita kerjakan, misalnya solat tarawih, tahajud, bertafakur, menanti Lailatul Qadr di 10 malam terakhir Ramadhan dengan I’tikaf.

Tadabur dan Tadarus Al-Quran

Saat Ramadhan tiba, kita akan sering mendengar lantunan ayat-ayat Al Quran (tadarus) dibacakan. Ini menjadi suntikan semangat kita untuk berlomba-lomba juga dalam mengkhatamkannya.  Apalagi bila kita bisa turut juga untuk mentadaburi (merenungi) isi Al-Quran, akan menjadi rasa yang legit dalam menjalankan ibadah di bulan penuh rahmat dan ampunan. 

Menambah Solat Sunnah

Saat waktu masuk jam kantor akan tiba, mungkin kita terbiasa dengan solat sunnah Dhuha. Begitupun ketika masuk masjid maka yang dilakukan pertama kali sebelum duduk adalah mengerjakan solat sunnah Tahiyatul Masjid.

Namun, ada solat sunnah lainnya yang dapat menjadi ajang kita untuk menabung dalam 11 bulan kedepan, yaitu kontinu mengerjakan 10 atau 12  Sunnah Rawatib, terdiri dari: 2 rakaat sebelum Subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat setelah Zuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya.

Makan Sahur 

Makanlah sahur walaupun sedikit, karena dalam sahur itu banyak terdapat keberkahan dan hidup ini memerlukan keberkahan itu. Dengan keberkahan menjadikan hidup kita makin tenang dan memberikan nilai yang besar terhadap kehidupan kita.

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Ramadhan adalah bulan baik berdasarkan nash yang qath’i. Pada bulan ini, kita dianjurkan untuk lebih giat melakukan kebaikan termasuk kebaikan berbagi kepada siapa saja terutama mereka yang berhajat. ويسن الإكثار من الصدقة في رمضان لا سيما في عشره الأواخر

Artinya, “([Seseorang] dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan, terlebih lagi pada 10 hari terakhirnya,”

(Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Bandung, Syirkah Al-Maarif: tanpa tahun], halaman 183).

Anjuran ini didukung oleh banyak hadits baik secara qauli maupun fi’li. Rasulullah SAW mengatakan bahwa Ramadhan mengandung banyak keutamaan. Allah melapangkan kemurahan-Nya pada bulan Ramadhan.

 Dia melipatgandakan kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadhan. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Semua amal kebaikan anak manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan serupa hingga 700 kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya karena ia meninggalkan syahwat dan makanan demi Aku.’ Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu satu kebahagiaan saat berbuka puasa dan satu kebahagiaan lainnya saat menemui Tuhannya. Sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi,’” (HR Muslim).