ENCIKEFFENDYNEWS.com

Pagi yang sejuk bukan hanya tentang suhu udara yang rendah, melainkan tentang hati yang lapang, pikiran yang jernih dan jiwa yang siap menyerap ketenangan sebelum dunia menjadi bising. Sejuknya pagi adalah cara alam berbisik bahwa badai kemarin telah usai dan hari ini dimulai dengan lembaran yang bersih. Jangan terburu-buru menyalakan riuh dunia. Nikmati sejenak sejuknya pagi, biarkan jiwa kita bernapas dalam keheningan yang jujur. Pagi yang sejuk adalah waktu terbaik untuk membasuh prasangka, menjemput ketenangan dan menata niat-niat baik. Ketenteraman itu seperti embun pagi, ia tidak datang dengan gemuruh, melainkan turun diam-diam, menyejukkan hati yang mau berserah. Masya Allah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Menonton diri sendiri—baik secara literal melalui rekaman, maupun secara filosofis melalui refleksi dan introspeksi—adalah salah satu bentuk keberanian tertinggi. Itu adalah momen kita menanggalkan ego dan bersiap menjadi penonton sekaligus kritikus terbaik bagi jiwa kita sendiri. Menonton diri sendiri adalah seni menjadi asing bagi ego kita sendiri, agar kita bisa melihat kebenaran tanpa balutan pembenaran. Saat kita berani duduk di bangku penonton dan melihat hidup kita diputar ulang, di sanalah kedewasaan sejati dimulai. Subhanallah !  *  (EA).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Menjadikan diri dalam lukisan karikatur ternyata kita bisa menertawakan diri kita sendiri karena lucu, unik dan dinamik. Karikatur mengajarkan kita untuk tidak terlalu serius memandang diri sendiri. Garisnya boleh berlebih, tapi esensi bahagianya tetap asli. Saat garis wajah dilebih-lebihkan, di situlah kita belajar menertawakan kekurangan dengan cara yang paling berseni. Hidup ini seperti karikatur, kadang beberapa hal diperbesar oleh keadaan, tapi senyumnya jangan sampai hilang. Wajah boleh distorsi yang penting dompet dan masa depan tetap terekonstruksi dengan rapi, hahaha, masya Allah !   * (EA).