ENCIKEFFENDYNEWS.com

Menyimak ayat al-Quran di atas, sebenarnya kita sudah di-“guide” oleh Yang Maha Kuasa untuk selalu menjadi orang yang sesuai antara perkataan dan perbuatan. Tidak satunya kata dan amal akan mendatangkan murka dari Allah SWT. Jadi sebenarnya kita dituntut untuk selalu memperhatikan apakah sudah sesuai antara perkataan dengan amal perbuatan kita.

Bicara itu mudah, tetapi melakukan itu lebih sulit. Dan kebanyakan orang hanya pandai bicara, padahal salah satu kunci sukses adalah dengan melakukan apa yang dikatakan (diimpikan). Menurut Ken Melrose dalam bukunya Making the Grass Greener on Your Side mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin tidaklah cukup hanya dengan membaca buku dan menghadiri seminar terkini tanpa mengamalkannya. Namun seorang pemimpin harus jujur pada dirinya, membumi dan “melakukan apa yang dikatakan” (Walk the Talk) setiap hari.

Artinya, kita tidak akan pernah beranjak dari posisi kita saat ini jika kita tidak memahami dan mengamalkan keinginan kita dalam hidup ini. Bercita-cita tinggi namun hanya sebatas mimpi dan angan-angan. Berbicara melangit tapi tak pernah berusaha membumi.

Jadi kuncinya adalah bagaimana mengaktualisasikan mimpi kita menjadi karya nyata sehingga dapat menjadi contoh bagi orang lain dan memiliki daya gugah yang sangat besar.
Segeralah berbuat, do a little thing but do it right here, right now, Not tomorrow but today. Karena sesungguhnya kesuksesan adalah hasil dari rangkaian sukses-sukses kecil.

Masih ingat ketika waktu masih kecil kita sering ditanya, “Kalau sudah besar mau jadi apa?” lalu dengan lantangnya kita menjawab, “Saya ingin jadi dokter”. Sebuah mimpi anak kecil yang kemudian ditindak lanjuti dengan bersekolah demi tujuan yang dituju. Mulai dari SD, SMP, SMA, kuliah di fakultas kedokteran sampai akhirnya lulus sebagai sarjana kedokteran. Sebuah formula kesuksesan sebenarnya sudah sama-sama kita ketahui dan pahami.

Sudah saatnya kita memulai dengan mencontoh Rasulullah SAW dengan menjadikan Al-Quran berjalan bersama dengan dirinya, menebar semerbak kebaikan, menjadi tauladan bagi kemanusiaan. Sehingga ketika seorang sahabat bertanya kepada Aisyah r.a. tentang akhlak Rasulullah, maka ia menjawab, “Akhlak Rasulullah tidak lain adalah Al-Quran!” Dengan kata lain, Rasulullah adalah The Walking and The Living Qur’an, contoh nyata aktualisasi Al-Qur’an!  
(EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Harbour bay yakni pelabuhan yang berada di teluk seberang Tanjung Uma/perkampungan tua di kota Batam. Sudah lama tidak kemari, selama pandemi lebih kurang 2 (dua) tahun terakhir ini tidak mengunjungi tempat ini. Barulah hari ini /08/09, duduk nongkrong di sini sambil memesan nasi goreng kesukaan pada malam hari, dikira tempat ini lengang, rupanya rame, pengunjungpun dah mulai memadati Kawasan Harbour bay ini, mereka nongkrong, jalan dan lain sebagainya. Suasana malam di sini cukup meriah sudah ada musik-musik live yang disajikan di tempat ini. Tapi pengunjungnya adalah hampir semua tamu lokal, paling dari luar daerah sedikit sekali, tamu-tamu luar negeri belum tampak, karena masih suasana pandemi.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini/pandemi berakhir kita menyaksikan ramenya tempat ini dikunjungi orang sebagai “refreshing mental” terhadap kejenuhan aktivitas harian yang melelahkan.

Begitulah kita manusia, setelah Lelah bekerja kita perlu ngumpul dengan keluarga, teman dan kerabat kita, walaupun di sini makanan/minuman cukup mahal di banding dengan tempat lain di kota Batam tapi tempat ini favorit dikunjungi para yang ingin santai melepaskan lelah sejenak.

Mudah-mudahan kota Batam terus menurun PPKM-nya ke level 0 hingga kita bisa beraktivitas sebagaimana sediakala, aamiin.  (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Temanku berujar, Batam dah mulai tersenyum, warganya happy melihat perkembangan PPKM sudah mulai turun terus semoga ke level 0 (nol), hingga kita sudah hidup normal seperti sedia kala, dunia pariwisata hidup kembali, perkantoran normal, persekolahan sudah mulai tetap muka seperti sedia kala, ekonomi sudah mulai bangkit hingga kehidupan kita normal sebagaimana mestinya, peribadatan sudah normal dan tidak was-was lagi diantara kita.

Batam tersenyumlah, menyambut sun rise dan tersungging kepuasan ketika sun set yang melambangkan entitas kebesaran sang Maha pencipta “al-Khaliqul alam” kepada kita makhluk manusia. Akhiri titik-titik yang meleleh di pipimu, tersenyumlah maka dengan tersenyum itu melambangkan  rasa syukur yang mendalam.

Kita berharap, semoga pandemi ini segera berakhir dan dunia semarak kembali dengan nuansa dan dinamikanya dalam menatap masa depan yang lebih cemerlang lagi. Dunia dah mulai bernyanyi menyanyikan lagu “hari merdeka”, merdeka segalanya dalam bertindak dan membangun diri sendiri tanpa dijadikan boneka/dan sapi perahan demi kepentingan sesaat. Semoga kita berjaya membangun bangsa ini menuju bangsa besar dalam persaingan global, insya Allah.  (EA)*