ENCIKEFFENDYNEWS.com    

Himmah adalah kemauan tertinggi seseorang dalam mencapai sesuatu maqam (baca: makam) suatu station makrifah dalam menelusuri untuk mencapai keridhaan Allah swt. Himmah juga berarti sutu keyakinan yang kuat dalam mencapai sesuatu.

Demikian penting dan strateginya makna himmah dalam “thariqah” sehingga memerlukan suatu latihan yang kontinyu untuk mencapai maqam itu. “inna ma’al usri Yusra” dibalik latihan himmah yang susah berbuah kepada kemudahan. Dan himmah kita sebagai seorang muslim adalah mencapai keridhaan Allah di atas segala-galanya.Latihan untuk mendapatkan himmatul ulya (himmah yang tertinggi) memerlukan sebuah latihan yang terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan dan menjadilah abid yang selalu tasyakkur kepada-Nya

Demikian indah dengan “dzauq”/baca : rasa, sehingga dapat dinikmati sebagai sebuah hidangan spiritual yang begitu lezat dengan nutrisi ruhani dan serat ar-ruhi berimbas kepada peningkatan imaniyah yang melahirkan jiwa syukur kepada as-syakir Allah rabbul alamin.

               “fabiayyi ala irabbikuma tukadzdziban” / nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan ?!

FABIAYYI ALA IRABBIKUMA TUKADZDZIBAN    (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –     Live simply alias hidup sederhana adalah suatu sikap terpuji luar biasa dalam kehidupan ini. Banyak diantara kita bahkan kita sendiri dalam kehidupan ini cenderung untuk lebih wah, biar dianggap “everything is ok” .

Kehidupan ini banyak memberikan “ibrah” (baca: pembelajaran), kitalah yang kadang-kadang tidak mau mengambil pembelajaran itu, hingga kita harus menyaksikan sendiri, barulah kita yakin bahwa kesederhanaan melahirkan sifat yang arif dalam mengarungi kehidupan ini. Pantas orang-orang tua dahulu, kalau mereka sudah berumur lebih memilih hidup di kampung, biar bekebun atau bercocok tanam, atau menjadi nelayan, walaupun anak mereka banyak yang berhasil di kota dan bahkan diajak ke kota saja mereka enggan karena hidup perkotaan yang sudah tentu melahirkan kompetisi /pergesekan dalam kehidupan ini. Mereka memilih hidup zuhud alias sederhana dalam memilih gaya kehidupan mereka.

Kesederhanaan inilah melahirkan “stability mental” yang tentu berimbas kepada kesehatan, kenyamanan dan ketentraman hidup menunggu berakhirnya kehidupan. Memang hidup yang sederhana bukan saja sebuah implementasi imaniyah kita kepada-Nya tapi melahirkan jiwa syukur dalam memaknai arti kehidupan.

Ayo, mari kita bersama live simply, bukan saja dalam perkataan dan perbuatan kita tapi juga tercermin dalam pola interaksi sikap dalam perjuangan kehidupan ini, semoga !   (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Nostalgia, adalah kenangan yang pernah bersemi dalam pengalaman kita baik itu menyenangkan atau sebaliknya, minimal tatkala kita teringat/dan mengingat kembali kadang tersungging senyuman dan bahkan kadang-kadang kita tertawa atau juga berderai air mata. Terlampau banyak memori kita merekam tentang nostalgia ini, tapi yang berkesan dan amat mempengaruhi bawah sadar kita itulah yang sering muncul kepermukaan yang melintas dalam file memori kita.

Kenangan indah tatkala kita bisa menjadikan sebagai spirit dalam kehidupan serta memotivasi untuk lebih bersemangat dan menjadikannya sebagai “recharging” dalam peningkatan ubudiyah kita kepada-Nya. Hidup ini terlampau singkat untuk bernostalgia, atau sudah banyak nostalgia kita yang hilang dalam  file memori kita. Kita buka kembali file memori tatkala di alam “arwah” kosong, demikian juga tatkala di alam “rahim” kosong, kita coba buka file tatlaka kita keluar dari alam rahim, tetap kosong dan akhirnya kita tersenyum dua alam kehidupan kita kosong memori nostalgianya, kalaulah itu terisi betapa sesaknya napas kita dan ngerinya tatkala kita mau keluar dari rahim ibu kita, yang kita saksikan tatkala seorang ibu melahirkan anaknya, tak terasa kita kita terucap “subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar, wala haula walaquwata illabillah” dan kitapun berlinang air mata, karena teringat perjuangan seorang ibu yang penuh pengorbanan yang luar biasa tatkala melahirkan kita. Subhanallah. (EA)*