ENCIKEFFENDYNEWS.com


KISAH AKHLAK MAJIKAN & BUDAK   ENCIKEFFENDYNEWS.com   Abdullah bin Thahir bercerita: Pada suatu hari aku berada di sisi Amirul Mukminin al-Ma’mun, putra Harun ar- Rasyid. Dia kemudian memanggil pembantunya, seorang anak remaja Turki, “Ya ghulam!”

Anak itu datang dan berkata, “Tiap kali saya keluar dari sini, engkau selalu berteriak memanggil-manggil “ya ghulam”. Sampai kapan panggilan ya ghulam, ya ghulam, kau serukan? Tidakkah seharusnya bagi seorang ghulam saat ini waktu makan dan minum?”

Al-Ma’mun hanya diam dan menundukkan kepalanya.

Aku mengira anak itu bakal dikenakan hukuman, tetapi ternyata tidak.

Al-Ma’mun kemudian mengangkat kepalanya dan berkata kepada budaknya itu, “Kamu mulai sekarang bebas (merdeka) karena Allah SWT.”

Kemudian al-Ma’mun berkata, “Wahai Abdullah, bila seorang majikan berakhlak baik, maka akhlak pembantunya menjadi buruk. Dan bila ia berakhlak buruk, maka akhlak pembantunya menjadi baik. Namun tidak sepatutnya kita memperburuk akhlak kita agar akhlak pembantu kita menjadi baik!”
   



ENCIKEFFENDYNEWS.com

 Seorang sahabat adalah keluarga kedua bagi kita, yang bernilai agung, dan takkan pernah terlepas selamanya (semoga…) Sungguh, tiada yang lebih indah dari sebuah persahabatan, yang karenanya maka terbukalah beribu cakrawala baru yang mampu mengubah segalanya dalam kehidupan kita.

Apalagi saat kedua belah pihak saling menyesuaikan diri dan saling menerima apa adanya. Subhanallah…Tapi, saat realitas sang sahabat tak sesuai dengan bayangan idealnya, maka hal itu bisa menorehkan kekecewaan yang teramat dalam, yang bisa mengakibatkan dirinya tak percaya lagi pada arti “SAHABAT”.

Hal itu bisa saja terjadi, karena kurangnya pemahaman seseorang terhadap konsep Ukhuwah Fillah, sebuah ikatan persahabatan, ikatan persaudaraan yang berlandaskan keridhaan Allah swt.

Namun, kemudian timbul asa baru. Keyakinan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda. Kekurangan yang ada pada diri seseorang mungkin justru adalah kelebihan yang ada pada diri kita. Begitu pula sebaliknya. Dan jika itu berupa kebaikan, semoga menjadi spirit bagi kita untuk memacu diri agar kita bisa lebih baik lagi dari orang lain. Wallahu’alam.

ENCIKEFFENDYNEWS.com      –       Dalam kehidupan ini setiap kita pasti mempunyai memory indah, baik dalam interaksi pergaulan maupun pengalaman yang melahirkan sebuah keindahan yang mengasyikkan dan itu perlu disimpan indah dalam kehidupan kita. Demikian juga  “ Aid Qarni” menulis tentang “ don’t be sadly” (jangan bersedih) dan menganjurkan kita dalam kehidupan ini biasa-biasa saja, jangan simpan kesedihan dalam memory otak kita tapi coba rekam yang indah dan mengasyikkan /”keep enjoying” sehingga kita begitu releks menghadapi dilematik kehidupan ini.

Hidup yang begitu amat singkat ini (dalam hitungan akhirat) 1000 tahun (dunia)  baru 1 hari (akhirat), terlalu amat singkat jangan diisi dengan “kesedihan” tapi isilah dengan “kegembiraan” sehingga kita begitu asyik menikmati dalam seluruh “an-nasyath”/kegiatan kita dan lebih meningkatkan persiapan kita untuk kehidupan yang akan datang.

Di dunia inilah kita persiapkan berbagai keperluan khususnya ubudiyah kita kepada al-Khaliq, bahwa hidup ini begitu mengasyikkan dalam mempersiapkan diri menuju “happy dunia and happy akhirat”.

And keep enjoying, semoga ! aamiin.  (EA)*