ENCIKEFFENDYNEWS.com       –        Dalam  suasana seperti sekarang yang multi krisis, mulai dari pandemi hingga berkembang mau membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan kasus salah seorang pengurus Komisi Fatwa MUI Pusat terindikasi teroris oleh Densus 88 dan berbagai kasus lainnya. Melihat keadaan seperti ini selayaknya kita anak bangsa ini bertafakkur mengadakan otokritik seluruh elemen elit bangsa ini, mulai pemimpin formal maupun informal hatta kepada setiap kita terhadap langkah-langkah distruktif yang pernah kita lakukan, antara lain ;

  • Kebijakan tanpa prinsip
  • Kekayaan tanpa kerja
  • Keuntungan tanpa moralitas
  • Pengetahuan tanpa kemanusiaan
  • Ibadah tanpa pengorbanan.

Mudah-mudahan dengan otokritik ini diharapkan perubahan suasana yang lebih stabil dalam dinamika berbagai suasana yang kita hadapi sekarang ini dimulai dengan hati kita yang selalu tazkiyah, lisan kita yang selalu ishlah dan anggota badan kita yang selalu muwahhadah sehingga tercipta suasana yang damai dan terprovokasi dengan godaan dan godaan yang terbesar adalah setan.

…”saya (iblis) akan menggoda manusia dari multi dimensi arah, muka -belakang, kiri – kanan, sampai manusia itu porak-poranda, sehingga mereka lupa bersyukur”… (QS. 7 : 17). (ea)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Islam berakar kata dari “aslama”, “yuslimu”, “islaaman” yang berarti tunduk, patuh, dan selamat. Islam berarti kepasrahan atau ketundukan secara total kepada Allah SWT. Orang yang beragama Islam berarti ia pasrah dan tunduk patuh terhadap ajaran-ajaran Islam. Seorang muslim berarti juga harus mampu menyelamatkan diri sendiri, juga menyelamatkan orang lain. Tidak cukup selamat tetapi juga menyelamatkan.

Secara istilah Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia agar dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Inti ajarannya (rukun Islam) adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan pergi haji bila mampu.

Islam datang ke bumi untuk membangun manusia dalam kedamaian dengan sikap kepasrahan total kepada Allah SWT, sehingga seorang yang beragama Islam akan mengutamakan kedamaian pada diri sendiri maupun pada orang lain. Juga keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain. (ea)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini dan masa akan datang, sangat dibutuhkan umat Islam dan pemerintah.

Demikian pernyataan Staf Khusus Presiden Aminuddin Maruf kepada Wartawan Kamis (19/11), merespons isu pembubaran MUI.

Selama ini organisasi MUI tidak hanya menjadi benteng keberagamaan, tapi juga benteng dalam menjaga negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Pemerintah berpandangan bahwa MUI adalah lembaga yang sangat penting dalam menjaga akidah, moral, dan akhlak umat. Pemerintah sangat meyakini dan mempercayai komitmen MUI terhadap NKRI dan pemberantasan terorisme.

Komitmen itu, telah dibuktikan MUI dengan membentuk Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET).

Kita  percaya bahwa kasus ini akan menjadi momentum bagi MUI untuk melakukan konsolidasi di kalangan internal, agar tidak terjadi peristiwa serupa.

“Karena MUI adalah pegangan umat dalam menghadapi berbagai masalah yang semakin kompleks. Kita masih sangat membutuhkan MUI,” KITA BERSAMA MUI. (ea)*