ENCIKEFFENDYNEWS.com

Dakwah dalam bahasa Arab berasal dari da’aa – yad’uu – da’watan yang berarti menyeru atau mengajak. Dakwah merupakan upaya untuk menyeru manusia kepada jalan Islam hingga mereka keluar dari kegelapan. ”Serulah manusia ke jalan Rabb-mu (Allah) dengan jalan hikmah (hujjah) dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An-Nahl: 125).

Sebagai seorang mukmin, tentunya tergetar hati kita ketika mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk berdakwah, ”Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya. Mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah dan sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS At-Taubah: 71)

Semua ayat itu menegaskan perintah Allah SWT kepada kaum Muslim dan mukmin untuk melaksanakan dakwah. Bahkan, Allah SWT dalam ayat-ayat tadi menyatakan amar ma’ruf nahi munkar atau dakwah tersebut merupakan karakter orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Perintah dakwah ini hukumnya wajib. Hal ini sebagaimana bisa kita lihat dalam peristiwa ketika Abu Thalib, paman Rasulullah SAW, diminta pembesar-pembesar Quraisy untuk membujuk Rasulullah SAW agar menghentikan aktivitas dakwahnya.

Dengan tegas Rasulullah SAW menjawab,

”Wahai paman, demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan persoalan ini hingga Allah memenangkan perkara ini atau aku mati karenanya, niscaya aku tidak meninggalkan persoalan ini.

Dan demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian (memiliki dua pilihan, yaitu) benar-benar memerintah berbuat makruf (amar ma’ruf) dan melarang berbuat mungkar (nahi munkar), ataukah Allah akan mendatangkan siksa dari sisi-Nya yang akan menimpa kalian. Kemudian setelah itu kalian berdoa, maka doa itu tidak akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi).


Hadis tersebut memberikan dua pilihan, berdakwah ataukah azab serta tidak terkabulnya doa. Padahal, Allah SWT telah berjanji untuk mengabulkan setiap doa dan tiada azab kecuali siksa. Artinya, siapa pun yang meninggalkan dakwah akan mendapatkan siksa dan doanya tidak terkabul. Hal ini menunjukkan bahwa berdakwah itu hukumnya wajib. Begitu pula Allah SWT menegaskan bahwa siapa pun yang tidak mendakwahi orang zalim akan ditimpa siksaan yang bukan hanya menimpa orang zalim itu saja. Ini berarti bahwa mencegah kezaliman dengan jalan berdakwah merupakan perkara yang wajib. Sebab, membiarkan kezaliman berarti menyerahkan dirinya untuk disiksa bersama dengan orang-orang zalim tersebut.

Oleh karena itu, dakwah tidaklah cukup dilakukan hanya oleh individu, melainkan juga diperlukan kontrol dari masyarakat apabila terjadi kemungkaran. Kedua hal tersebut tidak akan bertahan kokoh apabila pemerintah, yaitu pihak penguasa, tidak ambil bagian.

KAIFA DA’WATUNA L  YAUM ? Bagaimana dakwah kita hari ini ? ayo ! mari ambil bagian sesuai dengan ilmu dan skill kita masing-masing. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com       –       Malam ini Timnas Garuda kembali leg ke-2 di Singapura menghadapi Timnas Thailand (Sabtu/01/01) pukul 20.00 wib dengan harapan tentu kita dapat mengimbangi permainan timnas Thailand yang di Leg I kita kebobolan 4 kosong.

Alhamdulillah, pada menit-menit pertama timnas Garuda dapat membobol pertahanan timnas Thailand 1 – 0 untuk kemengan Indonesia hingga babak pertama istirahat tetap posisi 1- 0. Semoga babak ke-2 ini

Timnas Garuda dapat lagi membobol gawang Thailand. Tapi sayang ternyata kita kebobolan lagi 1 -2, yah nasib, nasib ! Tapi kemudian timnas Garuda dapat menyamakan posisi 2 – 2. Luar biasa Indonesia, Garuda di dadaku ! kekalahan menjadikan pengalaman yang berarti dalam persepakbolaan Indonesia. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Tahun baru 2022 ini ditandai dengan hujan lebat, hingga sedikit menghambat para pencinta Tahun Baru yang biasa niup trompet, main kembang api dan berbagai kegiatan lainnya yang biasanya hingar- bingar dengan berbagai nuansa kegiatannya.

Bagi kita, kaum muslimin pergantian tahun mengingatkan kepada kita tentang perubahan usia dalam dimensi amal kita. Refleksi akhir tahun mengantarkan kepada kita sebuah otokritik dalam perbaikan kepribadian. Selamat tinggal tahun 2021 dan selamat datang tahun 2022 dalam dimensi imaniyah kita kepada-Nya. Sebagai renungan yang mendalam entitas muhasabah kita, semakin menundukkan kepala kepada-Nya, banyak bersujud sebagai makna “syukur “ kita kepada Allah Azza wa Jalla. Refleksi sebagai perbaikan nasib, nisab dan nasab kita dalam kehidupan yang teramat singkat ini.