ENCIKEFFENDYNEWS.com

Dunia ini makin tua, bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dipahami. Ketika zaman bergerak kian cepat dan riuh, tugas kita bukanlah ikut berlari tanpa arah, melainkan memperlambat langkah dan memeluk kedamaian jiwa. Dunia yang tua mengingatkan kita bahwa tak ada yang abadi di panggung fana ini. Kerutan usia bumi adalah cermin bagi manusia: bahwa pada akhirnya yang tersisa bukanlah sejauh mana kita menaklukkan dunia, melainkan seberapa bersih hati yang kita bawa pulang. Semakin tua usia dunia, semakin langka ketulusan dan ketenangan. Menjadi baik di era yang penuh riak bukanlah tanda kelemahan, melainkan cara terbaik menjaga pijakan agar tidak terbawa arus. Rambut bumi mungkin kian beruban oleh berlalunya abad, namun setiap senja yang runtuh selalu memberi peluang bagi jiwa untuk berbenah dan bersiap. Allahu Akbar !  *  (EA).