ENCIKEFFENDYNEWS.com – Tradisi masyarakat kita akhir Ramadhan lebih cendrung mempersiapkan makanan sebagai persiapan Idul fithri, ketimbang mempersiapkan diri secara spritual dalam menambah keimanan kepada al-Khaliq rabbul alamin.

Hal ini dikemukakan oleh ketua umum MUI Kota Batam, K.H. Usman Ahmad, begitulah gambaran masyarakat kita secara keseluruhan, bahwa mereka lebih cenderung mempersiapkan yang berbentuk pisik ketimbang kerohanian spiritual kita. Aturannya kita semakin di penghujung Ramadhan lebih intens amaliah kita kepada-Nya.

               Dalam suasana pandemi covid-19 ini semestinya kita lebih banyak lagi mendekatkan diri/taqarrub kepada Allah swt.

Ma’assalamah ya Ramadhan semoga tahun depan kita bisa bersua kembali dengan atmosfir baru dan lebih siap lagi mempersiapkan diri sehingga silabus yang diberikan Ramadhan dan merubah dan mewarnai aktivitas kehidupan kita, aamiin. (EE)*

ENCIKEFFENDYNEWS.COM

Masyarakat Batam antusias menyambut sepuluh malam terakhir Ramadhan, berharap memperoleh ‘lailatulqadr’ mereka beriktikaf, bersujud, bertahlil sebagai wujud dalam memperbaiki keimanan dengan rasa khauf yang mendalam kepada al-Khaliq rabbul alamin sekaligus memupuk rasa mahabbah kepada-Nya.

Sebentar lagi Ramadhan berlalu dan ‘idulfithri’ menyongsong kemenangan dan kita yakin Allah bersama kita sebagai manifestasi ‘ihsan’ dan yakin benar dunia ini hanya sementara.

Dengan adanya larangan mudik, masyarakat kita bahkan duluan mudik sebelum tanggal yang ditetapkan pemerintah. Menurut survey lokal masyarakat Batam yang mudik lebih kurang 47%. / 08/05/21

Tapi kita lihat di jalanan, di pasar dan tempat perbelanjaan masih ramai manusia bahkan tidak mengindahkan protokol kesehatan (protkes) masih banyak yang tidak pakai masker.

Dengan tibanya idul fithri, mudah-mudahan dapat memberikan kemenangan sejati dalam menggapai izzul islam wal muslimin.

MUI Kota Batam mengharapkan dan berdoa semoga dengan tibanya idulfithri/ kemenangan sejati berakhir juga pandemi covid -19, semoga. (EE)*

ENCIKEFFENDYNEWS.COM

Aktivis Dakwah di Batam luar biasa, para Da’i di-10 hari terakhir Ramadhan ini berlomba menebarkan kebajikan, membina dan memotivasi para jamaah untuk berjaya dalam memperolah “lailatulqadr”- malam 1000 bulan.

Tapi masih saja beberapa masjid yang membiarkan jamaahnya tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak dalam suasana pandemi covid-19 ini. Memang, sakit – mati, sudah suratan, tapi kitakan disuruh ikhtiar menjaga prokes demi keselamatan dan keamanan kita bersama.

Suasana iktikaf di beberapa masjid cukup bagus, DKM-nya menyuruh dengan tegas kepada jamaahnya untuk memakai masker dan menjaga jarak, hal ini terlihat seperti Masjid Agung Batam Center, Masjid Jabal Arafah Nagoya dan beberapa masjid lainnya yang sudah menerapkan prokes covid -19.

Ketua I MUI Kota Batam, Effendy Asmawi Alhajj, dalam bimbingannya di salah satu masjid mengharapkan jamaah lebih intens melakukan iktikaf sebagai “spiritual calculusing” (muhasabah) dengan melakukan otokritik sebagai upaya perbaikan amaliah spiritual imaniyah di-10 malam terakhir Ramadhan ini. Mudah-mudahan Batam dapat mewujudkan sebuah kota religi Bandar Dunia Madani.

Dengan “harap” /raja’ yang kuat diisi dengan rasa khauf dan mahabbah kepada Allah, Batam dapat mewujudkan visi kota dan menjadi teladan dalam membangun kota ini dengan merespons berbagai problematika menuju tatanan kehidupan yang lebih di masa yang akan datang. Dan semoga pandemi ini segera berakhir. (EE)*