ENCIKEFFENDYNEWS.com –  Berbicara mengenai hari raya dalam bahasa Arab “ied” atau sering kita menyebutnya lebaran yang bermakna suatu kegembiraan, kalau lebaran puasa yakni kegembiraan setelah selesai melaksanakan ibadah puasa sedangkan lebaran haji kegembiraan karena berqurban atau dapat jatah daging qurban atau dapat melaksanakan ibadah haji yang penting lebaran bermakna suatu kegembiraan.

               Lebaran yang unik di dunia ini hanya ada di Indonesia, sebab mereka merayakan dengan berbagai persiapan, mulai makanan, pakaian dan persiapan lainnya. Lebaran puasa (Idul Fithri) 1442 H serentak dirayakan bersama di Indonesia (13/05) tanpa perbedaan, dahulu sering terjadi perbedaan, ada yang lebih duluan dan yang lain belakangan.

               Lebaran di Indonesia sangat mengasyikkan kata teman saya seorang home staff kedubes Syria, asyik karena makanannya banyak dan berbagai macam jenisnya dan itu hanya ada di Indonesia. Plus mereka mudik yang sangat ramai dan mengasyikkan sebagai refreshing mental.

Kalau di Damascus yang ada cuma air dan kacang, Saudi kismis dan moya, Turkey moya dan halwiyat di Indonesia, ketupat, lontong, lemang plus opor ayam, rendang, sambal ati, berbagai minuman kaleng, minuman kotak dan berbagai macam kue semuanya serba lezat ditambah berbagai macam buah-buahan yang tidak ada  tandingnya disejagat ini. (EE)*

ENCIKEFFENDYNEWS.comHari kedua  lebaran (14/05) Batam berlebaran, silaturrahmi kepada teman dan handai tolan tidak bisa dilaksanakan karena suasana Batam hari ini masih zona merah, terpaksa masih tumpah ruah ke pantai.

Mudah-mudahan Allah segera hilangkan pandemi ini dan kita hidup normal seperti biasa dan bukan new normal yang seperti sekarang ini. Ada kekhawatiran yang tinggi, kadang-kadang mereka lupa memakai masker dan jaga jarak, kita harusnya bercermin kepada India yang sampai hari membludak dan merupakan musibah nasional mereka.

Batam kota yang terbuka dan merupakan pintu gerbang Indonesia karena berdekatan dengan Singapura dan Johor Bharu /Malaysia, kemarin kita menyaksikan PMI /Pekerja Migran Indonesia dari Johor mereka hampir semua terkena /positif covid -19, hingga menjadikan Batam kembali memerah.

Mau tidak diterima/ditolak, warga negara Indonesia, diterima membawa/positif, emang serba salah dan ini diperlukan sebuah policy khusus dari steakholder daerah ini.

Mudah-mudahan warga Batam dapat menyadari ini dan sadar total terhadap pandemi ini ada, maka perlu kewaspadaan terhadap setiap interaksi kita dengan orang lain dan diperlukan ikhtiary yang tinggi demi mencegah berkembangnya virus ini. Semoga ! (EE)*