ENCIKEFFENDYNEWS.com  –   Seluruh dunia hari ini disibukkan dengan urusan yang satu ini yakni covid -19 dan menjadi pandemi, sebuah hal yang perlu mendapat perhatian serius setiap negara. Berbagai upaya pemerintah lakukan demi menyelamatkan dan menjaga entitas bangsanya.

               Mulai vaksinasi dengan berbagai permasalahannya, dalam suasana seperti inipun masih ada oknum yang bermain api, demi mencari kepuasan sendiri, manusia memang luar biasa, dan lupa bahwa corona selalu berselancar dalam lorong waktu, mengintai dalam memberi “hajaran”  agar manusia lebih berprikemanusiaan dalam hidup sesama mereka.

Luruskan niat dan berbuat baiklah dalam kebajikan /fastabiqul khairat, bukankah hidup ini kausalatif, kebaikan pasti berbuah kenikmatan dan sebaliknya pasti mendapatkannya, lebih dahsyat lagi di kehidupan yang kekal dan abadi. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com – Ada apa dengan kita, sebuah kalimat yang bersayap penuh arti dengan berbagai interprestasi, mulai percobaan pembunuhan dengan para tokoh, imam masjid dan bahkan di masjidilharam terjadi percobaan pembunuhan khatib,(21/05), berbagai alibi yang terjadi, paling ujung-ujungnya, majnun, grazy, setengah waras, uqalaulmajanin, stress dan berbagai macam istilah-istilah yang dipergunakan.

               Dunia emang sudah edan, tapi bukan dunianya, melainkan penghuninya yang sudah edan, mulai interaksi pergaulan yang kurang wajar, ada sok jadi pahlawan, tapi kesiangan, ada yang ingin memperbaiki, tapi dengan emosi dan lain-lain gejala penyakit sosial kemasyarakatan.

Ada juga yang menyebut si corona-lah, menjadikan manusia lability mental,tapi tidak peduli dengan protkes covid -19, hingga tidak bisa lagi membedakan antara ini dan itu, karena dikurung dalam beraktivitas, murid-murid sekolah, dah bosan di rumah, karena ibunya tak sanggup lagi mengimbangi kegiatan anaknya, hingga marah melulu, ternyata berat jadi guru, (baru sadar dia), bahwa setiap profesi memerlukan keahlian masing-masing. (EA)*