Rajin Memberi Manfaat

Memberikan hal yang bermanfaat banyak ragamnya, bisa dengan infaq, sodaqoh, zakat, atau ilmu yang bermanfaat. Ini tidak hanya akan berdampak pada si penerima saja, tetapi juga yang memberi. Apapun bentuk pemberian yang akan diberikan kepada yang kurang mampu, tentu akan menjadi modal besar nantinya buat diri kita dalam menerima balasan dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Melaksanakan Qiyamul Lail

Qiyamul lail menjadi hal yang ditunggu-tunggu di setiap bulan Ramadhan, karena di sini banyak yang bisa kita kerjakan, misalnya solat tarawih, tahajud, bertafakur, menanti Lailatul Qadr di 10 malam terakhir Ramadhan dengan I’tikaf.

Tadabur dan Tadarus Al-Quran

Saat Ramadhan tiba, kita akan sering mendengar lantunan ayat-ayat Al Quran (tadarus) dibacakan. Ini menjadi suntikan semangat kita untuk berlomba-lomba juga dalam mengkhatamkannya.  Apalagi bila kita bisa turut juga untuk mentadaburi (merenungi) isi Al-Quran, akan menjadi rasa yang legit dalam menjalankan ibadah di bulan penuh rahmat dan ampunan. 

Menambah Solat Sunnah

Saat waktu masuk jam kantor akan tiba, mungkin kita terbiasa dengan solat sunnah Dhuha. Begitupun ketika masuk masjid maka yang dilakukan pertama kali sebelum duduk adalah mengerjakan solat sunnah Tahiyatul Masjid.

Namun, ada solat sunnah lainnya yang dapat menjadi ajang kita untuk menabung dalam 11 bulan kedepan, yaitu kontinu mengerjakan 10 atau 12  Sunnah Rawatib, terdiri dari: 2 rakaat sebelum Subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat setelah Zuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya.

Makan Sahur 

Makanlah sahur walaupun sedikit, karena dalam sahur itu banyak terdapat keberkahan dan hidup ini memerlukan keberkahan itu. Dengan keberkahan menjadikan hidup kita makin tenang dan memberikan nilai yang besar terhadap kehidupan kita.

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Ramadhan adalah bulan baik berdasarkan nash yang qath’i. Pada bulan ini, kita dianjurkan untuk lebih giat melakukan kebaikan termasuk kebaikan berbagi kepada siapa saja terutama mereka yang berhajat. ويسن الإكثار من الصدقة في رمضان لا سيما في عشره الأواخر

Artinya, “([Seseorang] dianjurkan untuk memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan, terlebih lagi pada 10 hari terakhirnya,”

(Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Bandung, Syirkah Al-Maarif: tanpa tahun], halaman 183).

Anjuran ini didukung oleh banyak hadits baik secara qauli maupun fi’li. Rasulullah SAW mengatakan bahwa Ramadhan mengandung banyak keutamaan. Allah melapangkan kemurahan-Nya pada bulan Ramadhan.

 Dia melipatgandakan kebaikan yang dilakukan pada bulan Ramadhan. عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ Artinya, “Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Semua amal kebaikan anak manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan serupa hingga 700 kali lipat. Allah Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Puasa adalah milik-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya karena ia meninggalkan syahwat dan makanan demi Aku.’ Orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu satu kebahagiaan saat berbuka puasa dan satu kebahagiaan lainnya saat menemui Tuhannya. Sungguh bau mulutnya lebih harum di sisi Allah daripada bau kesturi,’” (HR Muslim).

ENCIKEFFENDYNEWS.com

“Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyunnahkan bagi kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan shalat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibundanya.” (HR An-Nasa’i)

Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.

Dosa-dosa banyak diampuni di bulan Ramadhan, karena bulan itu merupakan bulan rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas”. [QS. az-Zumar/39:10]

Diantara nama Allah Azza wa Jalla adalah al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), dan di antara sifat-sifat-Nya adalah maghfirah (memberi ampunan). Sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa.

Maka siapa yang mendapati kesempatan yang sangat besar ini, yaitu dengan mengerjakannya karena iman dan mengharapkan pahala, maka Allah akan memuliakannya, sedangkan yang tidak mengagungkan-Nya maka Allah akan menghinakan dan merendahkannya”.