ENCIKEFFENDYNEWS.com  —  Batam kota Metropolis, jalan lebar-lebar, tersedia berbagai fasilitas, mulai hotel hingga fasilitas umum yang serba luar biasa. Pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, ada di kota ini, masjid, gereja dan berbagai fasilitas tempat ibadah 6 agama semuanya serba megah. Organisasi/LSM semua ada, perbankan, mall dengan gagah berdiri di kota ini. Batam, melambangkan itu semua serba ada dan luar biasa.

               Tapi warganya sebahagian masih berpikir dan bergaya “bokuwai-kuwai” yakni kurang tertib, kurang disiplin, ditengah jalan masih kita temukan motor dan bahkan mobil belok kiri/kanan tanpa lampu sign, ada lampu sign-nya kanan terus sepanjang jalan, tapi belok kiri, dasar !

Demikian juga memakai masker, bokuwai-kuwai, masih ada yang segan dan malas memakainya. Diingatkanpun masih bergaya pikun atau setengah pikun, kayaknya  perlu petugas khusus seperti polisi India yang perlu didatangkan ke Batam, tapi polisi India-pun hari ini sudah kewalahan menghadapi warganya yang “bokuwai-kuwai” yang sedikit ketularan dari kita. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com  –  Pasca lebaran ini diperkirakan lonjakan Covid -19 meningkat secara Nasional, demikian juga di Kota Batam bahkan Wakil Walikota Batam mengantisipasi dengan mempersiapkan Asrama Haji sebagai penampungan terhadap lonjakan itu.

Oleh sebab itu hendaknya pemerintah lebih tegas lagi terhadap warga yang kurang tegas protkes dengan sanksi yang harus ditegakkan. Warga Batam yang Modern paham tentang ini dan insya Allah akan melaksanakan protkes dengan baik dan penuh kesadaran. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com  —  Belum selesai satu kasus, muncul lagi kasus lain, corona masih merajalela, vaksin belum selesai, dah ada penjualan vaksin ilegal, sebelum itu di Kuala Namo heboh dengan alat test bekas yang dipergunakan lagi. Masih hangat cerita tentang itu, eh bocor lagi data kependudukan yang diperjual-belikan di pasar online internasional.

               Negeriku, negeriku ! luar biasa, entah ini bencana, cobaan atau musibah kitapun masih bertanya kepada mega yang sudah menua, atau kepada air yang terus mengalir, dataku oh dataku !

Apa mau dikata, data inipun ternyata banyak juga yang melirik untuk membeli, entah sekadar iseng, juga mau memanfaatkan untuk iklan kepentingan bisnis, atau untuk apapun, yah, begitulah kemarin (27/05) direktur BPJS menerangkan langkah-langkah/upaya perbaikan terhadap data BPJS yang bocor itu di TV One dengan gerak mimik yang susah ditebak, dataku oh dataku ! (EA)*