ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Harbour bay yakni pelabuhan yang berada di teluk seberang Tanjung Uma/perkampungan tua di kota Batam. Sudah lama tidak kemari, selama pandemi lebih kurang 2 (dua) tahun terakhir ini tidak mengunjungi tempat ini. Barulah hari ini /08/09, duduk nongkrong di sini sambil memesan nasi goreng kesukaan pada malam hari, dikira tempat ini lengang, rupanya rame, pengunjungpun dah mulai memadati Kawasan Harbour bay ini, mereka nongkrong, jalan dan lain sebagainya. Suasana malam di sini cukup meriah sudah ada musik-musik live yang disajikan di tempat ini. Tapi pengunjungnya adalah hampir semua tamu lokal, paling dari luar daerah sedikit sekali, tamu-tamu luar negeri belum tampak, karena masih suasana pandemi.

Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini/pandemi berakhir kita menyaksikan ramenya tempat ini dikunjungi orang sebagai “refreshing mental” terhadap kejenuhan aktivitas harian yang melelahkan.

Begitulah kita manusia, setelah Lelah bekerja kita perlu ngumpul dengan keluarga, teman dan kerabat kita, walaupun di sini makanan/minuman cukup mahal di banding dengan tempat lain di kota Batam tapi tempat ini favorit dikunjungi para yang ingin santai melepaskan lelah sejenak.

Mudah-mudahan kota Batam terus menurun PPKM-nya ke level 0 hingga kita bisa beraktivitas sebagaimana sediakala, aamiin.  (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Temanku berujar, Batam dah mulai tersenyum, warganya happy melihat perkembangan PPKM sudah mulai turun terus semoga ke level 0 (nol), hingga kita sudah hidup normal seperti sedia kala, dunia pariwisata hidup kembali, perkantoran normal, persekolahan sudah mulai tetap muka seperti sedia kala, ekonomi sudah mulai bangkit hingga kehidupan kita normal sebagaimana mestinya, peribadatan sudah normal dan tidak was-was lagi diantara kita.

Batam tersenyumlah, menyambut sun rise dan tersungging kepuasan ketika sun set yang melambangkan entitas kebesaran sang Maha pencipta “al-Khaliqul alam” kepada kita makhluk manusia. Akhiri titik-titik yang meleleh di pipimu, tersenyumlah maka dengan tersenyum itu melambangkan  rasa syukur yang mendalam.

Kita berharap, semoga pandemi ini segera berakhir dan dunia semarak kembali dengan nuansa dan dinamikanya dalam menatap masa depan yang lebih cemerlang lagi. Dunia dah mulai bernyanyi menyanyikan lagu “hari merdeka”, merdeka segalanya dalam bertindak dan membangun diri sendiri tanpa dijadikan boneka/dan sapi perahan demi kepentingan sesaat. Semoga kita berjaya membangun bangsa ini menuju bangsa besar dalam persaingan global, insya Allah.  (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com    

Himmah adalah kemauan tertinggi seseorang dalam mencapai sesuatu maqam (baca: makam) suatu station makrifah dalam menelusuri untuk mencapai keridhaan Allah swt. Himmah juga berarti sutu keyakinan yang kuat dalam mencapai sesuatu.

Demikian penting dan strateginya makna himmah dalam “thariqah” sehingga memerlukan suatu latihan yang kontinyu untuk mencapai maqam itu. “inna ma’al usri Yusra” dibalik latihan himmah yang susah berbuah kepada kemudahan. Dan himmah kita sebagai seorang muslim adalah mencapai keridhaan Allah di atas segala-galanya.Latihan untuk mendapatkan himmatul ulya (himmah yang tertinggi) memerlukan sebuah latihan yang terus-menerus sehingga menjadi kebiasaan dan menjadilah abid yang selalu tasyakkur kepada-Nya

Demikian indah dengan “dzauq”/baca : rasa, sehingga dapat dinikmati sebagai sebuah hidangan spiritual yang begitu lezat dengan nutrisi ruhani dan serat ar-ruhi berimbas kepada peningkatan imaniyah yang melahirkan jiwa syukur kepada as-syakir Allah rabbul alamin.

               “fabiayyi ala irabbikuma tukadzdziban” / nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan ?!

FABIAYYI ALA IRABBIKUMA TUKADZDZIBAN    (EA)*