ENCIKEFFENDYNEWS.com     –     Live simply alias hidup sederhana adalah suatu sikap terpuji luar biasa dalam kehidupan ini. Banyak diantara kita bahkan kita sendiri dalam kehidupan ini cenderung untuk lebih wah, biar dianggap “everything is ok” .

Kehidupan ini banyak memberikan “ibrah” (baca: pembelajaran), kitalah yang kadang-kadang tidak mau mengambil pembelajaran itu, hingga kita harus menyaksikan sendiri, barulah kita yakin bahwa kesederhanaan melahirkan sifat yang arif dalam mengarungi kehidupan ini. Pantas orang-orang tua dahulu, kalau mereka sudah berumur lebih memilih hidup di kampung, biar bekebun atau bercocok tanam, atau menjadi nelayan, walaupun anak mereka banyak yang berhasil di kota dan bahkan diajak ke kota saja mereka enggan karena hidup perkotaan yang sudah tentu melahirkan kompetisi /pergesekan dalam kehidupan ini. Mereka memilih hidup zuhud alias sederhana dalam memilih gaya kehidupan mereka.

Kesederhanaan inilah melahirkan “stability mental” yang tentu berimbas kepada kesehatan, kenyamanan dan ketentraman hidup menunggu berakhirnya kehidupan. Memang hidup yang sederhana bukan saja sebuah implementasi imaniyah kita kepada-Nya tapi melahirkan jiwa syukur dalam memaknai arti kehidupan.

Ayo, mari kita bersama live simply, bukan saja dalam perkataan dan perbuatan kita tapi juga tercermin dalam pola interaksi sikap dalam perjuangan kehidupan ini, semoga !   (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Nostalgia, adalah kenangan yang pernah bersemi dalam pengalaman kita baik itu menyenangkan atau sebaliknya, minimal tatkala kita teringat/dan mengingat kembali kadang tersungging senyuman dan bahkan kadang-kadang kita tertawa atau juga berderai air mata. Terlampau banyak memori kita merekam tentang nostalgia ini, tapi yang berkesan dan amat mempengaruhi bawah sadar kita itulah yang sering muncul kepermukaan yang melintas dalam file memori kita.

Kenangan indah tatkala kita bisa menjadikan sebagai spirit dalam kehidupan serta memotivasi untuk lebih bersemangat dan menjadikannya sebagai “recharging” dalam peningkatan ubudiyah kita kepada-Nya. Hidup ini terlampau singkat untuk bernostalgia, atau sudah banyak nostalgia kita yang hilang dalam  file memori kita. Kita buka kembali file memori tatkala di alam “arwah” kosong, demikian juga tatkala di alam “rahim” kosong, kita coba buka file tatlaka kita keluar dari alam rahim, tetap kosong dan akhirnya kita tersenyum dua alam kehidupan kita kosong memori nostalgianya, kalaulah itu terisi betapa sesaknya napas kita dan ngerinya tatkala kita mau keluar dari rahim ibu kita, yang kita saksikan tatkala seorang ibu melahirkan anaknya, tak terasa kita kita terucap “subhanallah, walhamdulillah, wallahu akbar, wala haula walaquwata illabillah” dan kitapun berlinang air mata, karena teringat perjuangan seorang ibu yang penuh pengorbanan yang luar biasa tatkala melahirkan kita. Subhanallah. (EA)*

   ENCIKEFFENDYNEWS.com

Lima tahun yang lalu, seorang sahabat pernah bilang, bahwa baginya, sahabat adalah keluarga kedua baginya, yang bernilai agung, dan takkan pernah terlepas selamanya (semoga…) Sungguh, tiada yang lebih indah dari sebuah persahabatan, yang karenanya maka terbukalah beribu cakrawala baru yang mampu mengubah segalanya dalam kehidupan seseorang.

Apalagi saat kedua belah pihak saling menyesuaikan diri dan saling menerima apa adanya. Subhanallah…Tapi, saat realitas sang sahabat tak sesuai dengan bayangan idealnya, maka hal itu bisa menorehkan kekecewaan yang teramat dalam, yang bisa mengakibatkan dirinya tak percaya lagi pada arti “SAHABAT”.

Hal itu bisa saja terjadi, karena kurangnya pemahaman seseorang terhadap konsep Ukhuwah Fillah, sebuah ikatan persahabatan, ikatan persaudaraan yang berlandaskan keridhaan Allah SWT.


Namun, kemudian timbul asa baru. Keyakinan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda. Kekurangan yang ada pada diri seseorang mungkin justru adalah kelebihan yang ada pada diri kita. Begitu pula sebaliknya. Dan jika itu berupa kebaikan, semoga menjadi spirit bagi kita untuk memacu diri agar kita bisa lebih baik lagi dari orang lain. Wallahu’alam.  (EA)*