ENCIKEFFENDYNEWS.com
Dalam sebuah riwayat diceritakan ketika sahabat datang menemui Rasulullah dan berkata, ”Ya Rasulullah, saya terbelit utang, tolonglah saya.” Tak berselang lama, sahabat lain juga datang dan mengadukan hal yang sama, ”Ya Nabiullah, saya tidak punya uang.”

Selanjutnya, kepada yang kedua, Rasulullah memberikan sebuah kapak dan memerintahkan sahabat tersebut pergi mencari kayu bakar untuk dijual di pasar, sedangkan kepada sahabat yang pertama Rasulullah tidak memberikan apa-apa kecuali hanya mengajarkan sebuah doa untuk diamalkan, ”Ya, Allah aku berlindung dari perasaan gundah gulana, lilitan utang, dan intimidasi orang-orang kuat.”

Penggalan kisah di atas mengandung suatu pelajaran yang sangat dalam bahwa ketika sahabat mengadukan kondisinya yang pailit dan dililit utang serta kesulitan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, secara gamblang bisa kita pahami pada intinya mereka berharap Rasululah memberikan uang sesuai dengan kemampuan beliau.

Tapi, di luar dugaan mereka, Rasulullah tidak memberikan uang, tapi hanya memberikan sebuah kapak dan sebuah doa. Tentu saja bukan berarti Rasululah tidak punya uang, tapi Nabi ingin mendidik sahabat beliau dengan memberikan pelajaran.

Pertama, perilaku minta-minta adalah sifat yang dibenci Allah, karena merupakan perendahan harga diri di depan manusia, menghilangkan rasa malu, dan yang terpenting pasti akan membelenggu diri untuk kebiasaan buruk, akan menjadi orang tidak mau berusaha. Seandainya Rasulullah memberikan uang, pasti sahabat tersebut akan datang lagi ketika kembali kehabisan uang.

Kedua, Rasulullah ingin mendidik mental para sahabat beliau, dan kita umatnya, agar jangan bermental rendah diri dan selalu bergantung kepada orang lain, walaupun itu saudara sendiri.
Ketika mental sudah terdidik selalu mengandalkan utang, berarti kita sudah membelenggu otak dan pikiran untuk tidak mau berusaha mendapatkan uang dengan cara lain. Sikap mental manusia adalah unsur penting dalam meraih keberhasilan. Seseorang yang bermental pantang menyerah tentulah dalam setiap usaha akan selalu berusaha keras dan setiap rintangan hanya dianggap cobaan kecil dan anak tangga untuk meraih keberhasilan.

Sebaliknya, seseorang yang bermental korup sudah tentu di setiap detik yang terlintas dalam pikirannya bagaimana hari ini mendapatkan uang banyak dan metode apalagi yang harus diterapkan. Ini menunjukkan sikap sangat pengecut karena takut miskin dan sekaligus musyrik karena tidak percaya rezeki dari sang pencipta.

Di akhir riwayat, kedua sahabat tersebut mendatangi Rasulullah kembali dan mengatakan bahwa mereka sudah tidak punya utang lagi dan sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terbukti bahwa doa memberikan motivasi diri untuk melepaskan diri dari belenggu utang yang merupakan sumber gundah gulana.
Dan juga doa dijadikan senjata orang beriman, yang berarti merupakan bekal dan sekaligus tameng untuk menghadapi kesulitan hidup yang kita temui. Allah berjanji mengabulkan setiap doa hambanya di dunia atau akan menjadi simpanan di akhirat kelak.

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Dakwah dalam bahasa Arab berasal dari da’aa – yad’uu – da’watan yang berarti menyeru atau mengajak. Dakwah merupakan upaya untuk menyeru manusia kepada jalan Islam hingga mereka keluar dari kegelapan. ”Serulah manusia ke jalan Rabb-mu (Allah) dengan jalan hikmah (hujjah) dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS An-Nahl: 125).

Sebagai seorang mukmin, tentunya tergetar hati kita ketika mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk berdakwah, ”Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lainnya. Mereka menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah dan sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS At-Taubah: 71)

Semua ayat itu menegaskan perintah Allah SWT kepada kaum Muslim dan mukmin untuk melaksanakan dakwah. Bahkan, Allah SWT dalam ayat-ayat tadi menyatakan amar ma’ruf nahi munkar atau dakwah tersebut merupakan karakter orang-orang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Perintah dakwah ini hukumnya wajib. Hal ini sebagaimana bisa kita lihat dalam peristiwa ketika Abu Thalib, paman Rasulullah SAW, diminta pembesar-pembesar Quraisy untuk membujuk Rasulullah SAW agar menghentikan aktivitas dakwahnya.

Dengan tegas Rasulullah SAW menjawab,

”Wahai paman, demi Allah, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan persoalan ini hingga Allah memenangkan perkara ini atau aku mati karenanya, niscaya aku tidak meninggalkan persoalan ini.

Dan demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kalian (memiliki dua pilihan, yaitu) benar-benar memerintah berbuat makruf (amar ma’ruf) dan melarang berbuat mungkar (nahi munkar), ataukah Allah akan mendatangkan siksa dari sisi-Nya yang akan menimpa kalian. Kemudian setelah itu kalian berdoa, maka doa itu tidak akan dikabulkan.” (HR Tirmidzi).


Hadis tersebut memberikan dua pilihan, berdakwah ataukah azab serta tidak terkabulnya doa. Padahal, Allah SWT telah berjanji untuk mengabulkan setiap doa dan tiada azab kecuali siksa. Artinya, siapa pun yang meninggalkan dakwah akan mendapatkan siksa dan doanya tidak terkabul. Hal ini menunjukkan bahwa berdakwah itu hukumnya wajib. Begitu pula Allah SWT menegaskan bahwa siapa pun yang tidak mendakwahi orang zalim akan ditimpa siksaan yang bukan hanya menimpa orang zalim itu saja. Ini berarti bahwa mencegah kezaliman dengan jalan berdakwah merupakan perkara yang wajib. Sebab, membiarkan kezaliman berarti menyerahkan dirinya untuk disiksa bersama dengan orang-orang zalim tersebut.

Oleh karena itu, dakwah tidaklah cukup dilakukan hanya oleh individu, melainkan juga diperlukan kontrol dari masyarakat apabila terjadi kemungkaran. Kedua hal tersebut tidak akan bertahan kokoh apabila pemerintah, yaitu pihak penguasa, tidak ambil bagian.

KAIFA DA’WATUNA L  YAUM ? Bagaimana dakwah kita hari ini ? ayo ! mari ambil bagian sesuai dengan ilmu dan skill kita masing-masing. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com       –       Malam ini Timnas Garuda kembali leg ke-2 di Singapura menghadapi Timnas Thailand (Sabtu/01/01) pukul 20.00 wib dengan harapan tentu kita dapat mengimbangi permainan timnas Thailand yang di Leg I kita kebobolan 4 kosong.

Alhamdulillah, pada menit-menit pertama timnas Garuda dapat membobol pertahanan timnas Thailand 1 – 0 untuk kemengan Indonesia hingga babak pertama istirahat tetap posisi 1- 0. Semoga babak ke-2 ini

Timnas Garuda dapat lagi membobol gawang Thailand. Tapi sayang ternyata kita kebobolan lagi 1 -2, yah nasib, nasib ! Tapi kemudian timnas Garuda dapat menyamakan posisi 2 – 2. Luar biasa Indonesia, Garuda di dadaku ! kekalahan menjadikan pengalaman yang berarti dalam persepakbolaan Indonesia. (EA)*