ENCIKEFFENDYNEWS.com       –        Kemarin /28/11. saya mendapat telepon dari seorang teman saya Jhohor Bharu, Panjang dia bercerita tentang pandemi dan terakhir dia tutup pembicaraan dengan mengatakan saya rindu kat Batam. Pandemi ini banyak memang menjadikan kita saling merindu, untung teknologi hari ini dapat menyapa kita, sehingga kita dapat bercerita dan berbagi segala tentang  nuansa dan dimensi kehidupan kita.

Demikian juga teman-teman kita di Singapura, rindu nak cukur rambut di Nagoya, tapi apa daya hal yang menjadikan kita serba terbatas dan dibatasi dengan sedikit mawas diri. Ya Allah cepatlah berakhir virus ini, sehingga kami bisa beraktivitas seperti semula jadi, aamiin. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com       –        Olahraga, setiap kita pasti mengenal sebutan ini dan kita juga melakukan kegiatan tersebut dengan senang hati, sangat bermanfaat untuk kesehatan kita masing-masing, ada yang berolahraga tenis, futsal, sepakbola, lari dan paling tidak berjalan santai dengan keluarga. Di Batam banyak tempat untuk olahraga yang terakhir ini yaitu lokasi  dengan view yang indah dan enak untuk jalan santai salah satunya adalah “ HARBOUR BAY”

Setiap pagi hari, ramai orang berlari santai di tempat ini, lebih-lebih pada pagi Sabtu & Ahad. Memang di samping tempat tempatnya yang enak pemandangannyapun melihat di seberang perkampungan tua Tanjung Uma, kelaut kapal-kapal besar berlabuh jangkar di laut, juga kelihatan pemandangan Kota Singapura di waktu pagi, sungguh mengasyikkan ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com       –        Dalam buku sejarah Melayu  oleh Dato’ Ahmad Dahlan, Ph.D (2014) dikemukakan entitas dan asal usul nama Batam dan orang Melayu yang berada di Batam. Memang tidak ada referensi yang muktamat tentang nama Batam sebenar, ada yang mengatakan berasal dari “Batang”, ada juga riwayat yang menyebutkan singkatan dari “Batu Ampar”. Namun dalam “taraktat London” (1824) dan dalam dokumen Kerajaan Riau-Lingga memang Batam sudah  menjadi sebutan dan termaktub dalam kedua dokumen teersebut. Dan penduduknyapun berasal dari Tanah Semananjung (Malaysia & Singapura) serta Jambi.

Itulah  sekilas tentang Batam dan penghuni awal pulau ini, dalam khulasah buku “Sejarah Melayu” by Dato’ Ahmad Dahlan, Ph.D.   (EA)*