ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Syukur, sebuah kata yang kedengarannya simple, tapi mempunyai makna yang mendalam, kata ini berasal dari bahasa Arab “as-syukru” sebuah ungkapan rasa (dzauq) yang mendalam, terima kasih seseorang, baik seseorang kepada seseorang, maupun seorang abid kepada al-Khaliq.

Demikian kata ini luar biasa, bermakna besar sebagai wujud apresiasi dalam hidup dan kehidupan manusia. Sebagai bangsa yang besar, sepatutnya kita bersyukur mendalam kepada-Nya. Banyak sujud sebagai ungkapan syukur, banyak menebarkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan ini, menebarkan makna kebajikan antar sesama dengan politik luar negeri kita yang bebas – aktif, berperan menebarkan kebaikan dan kemanusiaan yang bebas aktif.

Hampir seluruh event dalam kehidupan ini mestinya tidak ada kata kecuali syukur kepada-Nya (alhamdulillah ala kulli hal) pantas selalu mengingatkan kepada kita “sedikit sekali diantara hamba-Ku yang bersyukur” … qalilan ma tasykurun…. !

Ayo, kita mencoba untuk bersyukur dalam setiap lini kehidupan kita, apapun suasana yang kita hadapi, tidak ada kecuali bersyukur kepada-Nya. Nikmat, cobaan dan apapun yang terjadi semestinya kita bersyukur, karena di balik itu kita tidah tahu hikmah apa yang terkandung di dalamnya. Maka kita semestinya bersahabat dengan hamdalah selama hayat masih dikandung badan. Semoga ! aamiin  (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com       –        Dalam  suasana seperti sekarang yang multi krisis, mulai dari pandemi hingga berkembang mau membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan kasus salah seorang pengurus Komisi Fatwa MUI Pusat terindikasi teroris oleh Densus 88 dan berbagai kasus lainnya. Melihat keadaan seperti ini selayaknya kita anak bangsa ini bertafakkur mengadakan otokritik seluruh elemen elit bangsa ini, mulai pemimpin formal maupun informal hatta kepada setiap kita terhadap langkah-langkah distruktif yang pernah kita lakukan, antara lain ;

  • Kebijakan tanpa prinsip
  • Kekayaan tanpa kerja
  • Keuntungan tanpa moralitas
  • Pengetahuan tanpa kemanusiaan
  • Ibadah tanpa pengorbanan.

Mudah-mudahan dengan otokritik ini diharapkan perubahan suasana yang lebih stabil dalam dinamika berbagai suasana yang kita hadapi sekarang ini dimulai dengan hati kita yang selalu tazkiyah, lisan kita yang selalu ishlah dan anggota badan kita yang selalu muwahhadah sehingga tercipta suasana yang damai dan terprovokasi dengan godaan dan godaan yang terbesar adalah setan.

…”saya (iblis) akan menggoda manusia dari multi dimensi arah, muka -belakang, kiri – kanan, sampai manusia itu porak-poranda, sehingga mereka lupa bersyukur”… (QS. 7 : 17). (ea)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Islam berakar kata dari “aslama”, “yuslimu”, “islaaman” yang berarti tunduk, patuh, dan selamat. Islam berarti kepasrahan atau ketundukan secara total kepada Allah SWT. Orang yang beragama Islam berarti ia pasrah dan tunduk patuh terhadap ajaran-ajaran Islam. Seorang muslim berarti juga harus mampu menyelamatkan diri sendiri, juga menyelamatkan orang lain. Tidak cukup selamat tetapi juga menyelamatkan.

Secara istilah Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW untuk umat manusia agar dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Inti ajarannya (rukun Islam) adalah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan pergi haji bila mampu.

Islam datang ke bumi untuk membangun manusia dalam kedamaian dengan sikap kepasrahan total kepada Allah SWT, sehingga seorang yang beragama Islam akan mengutamakan kedamaian pada diri sendiri maupun pada orang lain. Juga keselamatan diri sendiri dan keselamatan orang lain. (ea)*