ENCIKEFFENDYNEWS.com      –       Warga Batam patut bergembira karena menurut informasi dari satgas covid -19 PPKM Batam sudah layak turun ke level 1 karena di Batam tak ada lagi zona merah dan ini menggembirakan masyarakat Batam, kita lihat aktivitas warga sudah mulai ramai, apalagi di Kawasan Golden Prawn Bengkong, warga antusias di Kawasan kuliner membludak dan jalan penuh sesak tak ada lagi rasa takut, mereka sudah jenuh dengan PPKM yang membatasi ruang lingkup aktivitas mereka. Mengapa Kawasan kuliner ini membludak ? sebab kata mereka ke mall sekarang harus menunjukkan sertifikat vaksin dan bukan hanya mall, top capek pun sekarang sudah meminta sertifikat vaksin juga, latah dengan mall !

Demikian antusias masyarakat, mudah-mudahan tidak melahirkan cluster baru lagi dan mereka sebahagian besar melaksanakan protkes dengan baik. Dan semoga Batam terus turun ke level  1 hingga kita semua sudah bebas melaksanakan bukan hanya “new normal” tapi sudah normal seperti sedia kala dan ini tentu partisipasi kita semua menerapkan protkes dengan baik dan benar serta tidak lupa dibarengi dengan ikhtiar kita, doa dan tawakkal kepada-Nya. Semoga ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com


KISAH AKHLAK MAJIKAN & BUDAK   ENCIKEFFENDYNEWS.com   Abdullah bin Thahir bercerita: Pada suatu hari aku berada di sisi Amirul Mukminin al-Ma’mun, putra Harun ar- Rasyid. Dia kemudian memanggil pembantunya, seorang anak remaja Turki, “Ya ghulam!”

Anak itu datang dan berkata, “Tiap kali saya keluar dari sini, engkau selalu berteriak memanggil-manggil “ya ghulam”. Sampai kapan panggilan ya ghulam, ya ghulam, kau serukan? Tidakkah seharusnya bagi seorang ghulam saat ini waktu makan dan minum?”

Al-Ma’mun hanya diam dan menundukkan kepalanya.

Aku mengira anak itu bakal dikenakan hukuman, tetapi ternyata tidak.

Al-Ma’mun kemudian mengangkat kepalanya dan berkata kepada budaknya itu, “Kamu mulai sekarang bebas (merdeka) karena Allah SWT.”

Kemudian al-Ma’mun berkata, “Wahai Abdullah, bila seorang majikan berakhlak baik, maka akhlak pembantunya menjadi buruk. Dan bila ia berakhlak buruk, maka akhlak pembantunya menjadi baik. Namun tidak sepatutnya kita memperburuk akhlak kita agar akhlak pembantu kita menjadi baik!”
   



ENCIKEFFENDYNEWS.com

 Seorang sahabat adalah keluarga kedua bagi kita, yang bernilai agung, dan takkan pernah terlepas selamanya (semoga…) Sungguh, tiada yang lebih indah dari sebuah persahabatan, yang karenanya maka terbukalah beribu cakrawala baru yang mampu mengubah segalanya dalam kehidupan kita.

Apalagi saat kedua belah pihak saling menyesuaikan diri dan saling menerima apa adanya. Subhanallah…Tapi, saat realitas sang sahabat tak sesuai dengan bayangan idealnya, maka hal itu bisa menorehkan kekecewaan yang teramat dalam, yang bisa mengakibatkan dirinya tak percaya lagi pada arti “SAHABAT”.

Hal itu bisa saja terjadi, karena kurangnya pemahaman seseorang terhadap konsep Ukhuwah Fillah, sebuah ikatan persahabatan, ikatan persaudaraan yang berlandaskan keridhaan Allah swt.

Namun, kemudian timbul asa baru. Keyakinan bahwa Allah menciptakan manusia berbeda-beda. Kekurangan yang ada pada diri seseorang mungkin justru adalah kelebihan yang ada pada diri kita. Begitu pula sebaliknya. Dan jika itu berupa kebaikan, semoga menjadi spirit bagi kita untuk memacu diri agar kita bisa lebih baik lagi dari orang lain. Wallahu’alam.