ENCIKEFFENDYNEWS.com  –  Dunia ini sebuah permainan dan sandiwara, demikian ujaran al-Qur’an entitas dunia yang kita tempati ini, untuk memberikan gambaran dalam dimensi terkecil kehidupan ini.

               Hidup ini singkat, sesingkat hikayat perjalanan kita menuju tujuan utama / kehidupan kekal yang abadi setelah kehidupan dunia. Dunia “mazra’atul akhirah” apa yang kita tanam di dunia ini, pasti menuai di akhirat. Dunia terus membara dengan berbagai gelombangnya, mulai dari penghuni yang tidak waras, menghalangi orang berbuat kebajikan, mengganggu orang beribadah, senang mencampur-adukkan keyakinan/aqidah demi sebuah makna tasamukh kehidupan.

Bara yang tak kunjung padam terus dihembuskan agar kehidupan dan tujuan yang ingin dicapai dalam prestise kehidupan mudah takluk dalam menggapai kekuasaan. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com  –  Dalam suasana yang serba lability  ini, macam-macam aja bisa terjadi, yang seharusnya tidak akan mungkin terjadi. Kemarin (23/-5) terjadi di salah satu Rumah Sakit (RS)  kesalahan pengembalian janazah yang satu beragama Islam dan yang satu beragama Buddha, janazah yang Muslim dibawa oleh Buddha dan langsung dikeremasi.

Sehingga keluarga Muslim, hanya menerima abu dari janazah yang seharusnya dimakamkan/ditanam secara Islam. Maka berdasarkan fatwa MUI Kota Batam, secepatnya saja janazah /abu tersebut di makamkan secara Muslim. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com –  Quo vadis Batam hari ini ? Kita banyak bertanya bagaimana suasana kehidupan kita dalam suasana pandemi dan penerapan protkes bagi warga Batam yang terkenal supersibuk dengan berbagai profesinya.

Walaupun penuh dengan kejenuhan, tapi kita dituntut dengan penuh kesabaran untuk tetap melaksanakan protkes demi keselamatan dan kenyamanan kita bersama. Sampai hari ini (24/05), Batam masih dinyatakan zona merah di seluruh mainland. Maka seluruh aktivitas jualan dan rumah makan, ditutup sementara, beli langsung bawa pulang dan tidak diperkenankan makan di tempat.

Warga Batam, ayo taati protkes covid -19 dengan penuh kesadaran sehingga kita terbebas dari bencana pandemi ini. Semoga !  (EA)*