ENCIKEFFENDYNEWS.com –  Batam hari ini, (16/05) masih suasana zona merah, tapi masyarakat kayaknya sedikit tak peduli, masih kunjungan / silaturrahmi antar teman dan keluarga masih normal seperti biasa, kita sih takutnya jangan-jangan seperti India, “sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna”.

               Teman saya bilang, dah bosan ke pantai dan macam-macam tempat wisata, akhirnya ngunjungi teman dan keluarga serta handai tolan, sebagai refreshing. Menurut info yang dapat dipercaya dari 12 kecamatan yang ada di Batam, mainland diinfokan masih zona merah kecuali sebahagian daerah hinterland yang cuma orange.

               Aturannya lebih diperketat lagi aturan protokol kesehatannya, biar demi keselamatan dan keamanan bersama, pemerintah harus tegas dalam menjalankan/melaksanakan protkes ini dengan meletakkan petugas di daerah-daerah yang super banyak penduduknya, Batam Kota dan Bengkong, krakter kedua kecamatan ini mirip-mirip, baik dalam melaksanakan protkes kesehatan covid-19 maupun tertib berlalu lintas.

               Terakhir kita berdoa, semoga pandemi ini cepat berakhir seiring berakhirnya mentari di ufuk barat, semoga, aamiin. (EE)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com – Berbicara lebaran sesuatu yang amat menarik dengan berbagai pernak-perniknya, satu kisah multi tafsir, mulai cerita zaman anak-anak hingga tua menyikapi suasana lebaran pasti menimbulkan nostalgia seru dan mengesankan.

               Lebaran hari ketiga (15/05) di Batam Bandar Dunia Madani, kota Nasional yang bernuansa Internasional (kata teman saya dari Australia), Batam luar biasa, apapun ada di sini. Kota yang memang di design sebuah kota modern yang mengikuti dinamika kota tetangga negara Singapura dan Malaysia.

               Batam mempunyai kelebihan dari dua kota negara tetangga tersebut, yakni kehidupan spiritual/keagamaan lebih kental dengan berbagai organisasi/kelembagaan keagamaan ada di kota ini, di samping rumah tahfidz juga kita temukan rumah-rumah suluk dengan berbagai kegiatan aktivis keagamaan lainnya yang mengajarkan entitas makna kehidupan.

               Demikian juga suasana lebaran, di kota ini mempunyai makna sendiri yang lebih kental, keluarga, sahabat dan handai tolan merupakan saudara kita yang karib, lebih kental dan lebih dekat. Mungkin kota ini kebanyakan para MUHAJIRIN / pendatang yang sama-sama mengadu nasib dengan berbagai profesinya.

Oase lebaran di Batam unik dan luar biasa, memberikan nilai tersendiri dalam tatanan membentuk tradisi baru yang penuh dinamika, nuansa persaudaraan yang lebih kental. (EE)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com –  Subuh Sabtu di Masjid An-Nur Villa Pesona Asri (15/05) saya subuh keliling untuk melihat perkembangan kegiatan subuh di Masjid, Masjid An-Nur ini salah satu tujuan saya pagi ini, setelah selesai shalat subuh, diisi dengan Kulliyah subuh oleh Imam Musmulyadi, beliau ini Imam serba talenta, ahli IT dan ilmu beliaupun mumpuni, pagi ini saya disuguhi makna Syawal dalam dimensi “li-ishlahidz-dzawahir”.

               Setelah ceramah beliau nyamparin saya dan ngajak sarapan pagi daerah Botania, tapi masih banyak yang tutup, dengan sopir  Tengku Syarifuddin (aku biasa panggil beliau Saiful) orang Aceh yang lebih melayu dari orang melayu juragan “rental cars”.

               Akhirnya ketemu sebuah kedai yang sudah ready, kamipun pesan sarapan pagi dengan menu, teh Tarik, teh susu dan roti bakar, banyak perbincangan pagi yang bermanfaat membuka wawasan dalam perspektif pengetahuan dan pergaulan yang penting “pu yauyen” /tidak n-gosip.

               Tak berapa lama berselang datang pula ustadz kondang Singapura, Ust. K.H. Windu Wijaya maka semakin semaraklah pagi ini. Beliau berbicara  tentang kenangan dan nostalgia yang tercecer dalam kehiduapan ini, subhanallah ala kulli hal kullu bikhair.

Saya lama tidak ketemu beliau ini, saya kalau ketemu langsung menggunakan bahasa daerah, sebagai orang yunior yah saya lebih banyak manggut, sekala-sekali joke disela-sela pembicaraan.  Kata orang semakin senior semakin banyak pengalaman yang mesti dipetik oleh kita dalam menambah khazanah kehidupan ini. Syabas ustadz terima kasih oleh-olehnya dan nasehat yang berarti dalam menelusuri kehidupan ini, isilah kepala dengan ilmu, dada dengan iman dan ajari kaki dan tangan dengan etika, kata Ali karramallahu wajhah. Terima kasih bung Saiful dan Imam, Cs – masjid An-Nur Pesona Villa Asri. Kapan-kapan kita bersama lagi, syukran ! (EE)*