ENCIKEFFENDYNEWS.com

SAKIT  itu “Zikrullah”.

Mereka yang menderitanya akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya.

 SAKIT  itu “Istighfar”.

Dosa – dosa akan mudah teringat ketika datang sakit.

Sehingga lisan terbimbing untuk memohon ampunan.

 SAKIT  itu “Tauhid”.

Karena saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus diucapkan…

 SAKIT itu “Muhasabah”.

Kita lagi sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung-hitung bekal kembali.

SAKIT  itu “Jihad”.

Kita ketika sakit tak boleh menyerah kalah, diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhan.

  SAKIT  itu “Ilmu”.

Karena ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya bisa merawat diri untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit lagi…

SAKIT  itu “Nasihat”.

Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar.

Allah cinta dan sayang keduanya.

SAKIT  itu “Silaturahim”.

Saat jenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang menengok, penuh senyum dan rindu mesra?

Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.

SAKIT  itu “Mustajab Do’a”.

Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu ia minta dido’akan oleh yang sakit.

SAKIT  itu salah satu keadaan yang “Menyulitkan Syaitan”.

Diajak maksiat tak mampu – tak mau.

Dosa… lalu malah disesali… kemudian diampuni.

 SAKIT  itu membuat “Sedikit tertawa dan banyak menangis”.

Satu sikap ke-Insyaf-an yang disukai Nabi dan para makhluk langit.

 SAKIT  itu meningkatkan kualitas “Ibadah”.

Rukuk, Sujud lebih khusyuk, Bertasbih – Istighfar lebih sering, Bermunajat, Do’a jadi lebih lama.

SAKIT  itu memperbaiki “Akhlak”.

Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut dan Tawadhu’.

Dan pada akhirnya… “SAKIT” itu membawa kita untuk selalu ingat akan “KEMATIAN”.

Sakit adalah tanda kebaikan seorang hamba. Sejatinya, sakit adalah kebaikan bagi seorang hamba, meskipun sakit membuat kita menderita dan sengsara.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

(QS. al-Baqarah 2:216)

Siapa saja yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka diberikan cobaan kepadanya.

(HR. Bukhari)

Sakit adalah cemeti Allah di bumi, dimana Dia mendidik hamba-hamba-Nya dengannya.

 (HR. Al-Khalili)

Demikian, semoga bermanfaat dan menjadi bahan renungan diri kita serta menambah ketaqwaan kita kepada Allah SWT aamiin

ENCIKEFFENDYNEWS.com

💫 Jika dibandingkan dengan kehidupan satu hari di akhirat yang menyamai 1000 tahun di bumi.

📖 Allah berfirman,

ﻭَﺇِﻥَّ ﻳَﻮْﻣًﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺭَﺑِّﻚَ ﻛَﺄَﻟْﻒِ ﺳَﻨَﺔٍ ﻣِﻤَّﺎ ﺗَﻌُﺪُّﻭﻥ

“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS. Al Hajj: 47)

💫 Umur manusia rata-rata adalah 60-70 tahun, sebagaimana dalam hadits,

ﺃَﻋْﻤَﺎﺭُ ﺃُﻣَّﺘِـﻲ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺴِّﺘِّﻴْﻦَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﺴَّﺒْﻌِﻴْﻦَ ﻭَﺃَﻗَﻠُّﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﻳَﺠُﻮﺯُ ﺫَﻟِﻚَ

“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit orang yang bisa melampui umur tersebut ” (HR. Ibnu Majah: 4236, hasan shahih)

💫 Jika satu hari akhirat 1000 tahun

Umur manusia 60-70 tahun (rata-rata= 65)

Maka kehidupan di dunia kurang lebih HANYA 1,5 jam saja hari di akhirat.

Karenanya berbagai kesenangan dunia yang melalaikan kita akan akhirat adalah kesenangan yang sangat sebentar

📖 Allah berfirman,

 ﻗُﻞْ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻗَﻠِﻴﻞٌ ﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟِﻤَﻦِ ﺍﺗَّﻘَﻰ

“Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. An NIsa’:77)

 ﻭَﻣَﺎ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺘَﺎﻉُ ﺍﻟْﻐُﺮُﻭﺭِ

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

Semoga kita selalu ingat kampung abadi kita akhirat dan dunia tidak melalaikan kita.

“Dunia cukup di tangan, akhirat selalu di hati”

ENCIKEFFENDYNEWS.com       –       Pergantian Kepala Sekolah SD Al-Azhar 1 Batam – Baloi Indah dan SD IT  2 Al-Azhar Tiban pada hari (Rabu/05/01) bertempat di Aula Al-Azhar Batam Baloi Indah pukul 10.30 hingga 11.30 WIB dihadiri oleh Guru-guru kedua SD tersebut ditambah Kepala-Kepala Sekolah Yayasan Al-Azhar Batam plus dihadiri oleh Ketua & Sekretaris Dewan Pengurus Yayasan.

Acara berlangsung hidmat disaksikan oleh Ketua, Sekretaris dan Direktur Pendidikan dalam penandatanganan Naskah Sertijab tersebut.

Dilanjutkan dengan Khithabah Iftitah oleh Direktur Pendidikan mengemukakan bahwa ;

  1. Pergantian Kepala Sekolah itu suatu hal yang lumrah dan biasa dilakukan di lingkungan Yayasan
  2. Terima kasih kepada Kepala Sekolah yang lama dan selamat bekerja bagi Sekolah yang baru dan jadilah kepala Sekolah yang dinamis sesuai dengan tuntutan dan dinamika hari ini dengan tetap memelihara ukhuwah.
  3. Menejlah sekolah dengan system manajemen kekinian dan jangan sekali-kali menerapkan management by crisis yakni manajemen dikala ingat tidak terprogram, susun planning, to idea, to do/ action and evaluasi.
  4. Ciptakan suasana kita sama-sama bekerja dan mari bekerja sama jangan ciptakan kita sama-sama bekerja dan tidak mau bekerja sama.
  5. Ta’awanu alalbirri wattaqwa walaa ta’awanu alal itsmi wal udwan, yakni tingkatkan kebersamaan dalam menuju kepada positivism yang selalu konstruktif dan hindari negativism yang distruktif.

Dilanjutkan dengan pencerahan dari Sekretaris Yayasan yang mengajak seluruh kita untuk lebih minded dalam bekerja sebagai Jihad dan tabungan akhirat kita dengan penuh ikhlas, bekerja yang ikhlas, cerdas dan tuntas.

Kalau kita berada di atas, jangan lupa yang di bawah karena kalau kamu jatuh yang menampung juga yang di bawah bukan yang di atas.

Terakhir sambutan sekaligus pengarahan Ketua Yayasan yang memberikan arahan jadilah setiap kita pribadi yang mempunyai kompetensi ;

  1. Paedagogik
  2. Profesional
  3. Kepribadian yang berkarakter
  4. Sosial yang penuh kepedulian.

Acara ditutup dengan makan siang bersama dalam suasana yang penuh kekeluargaan dan keakraban. (EA)*