ENCIKEFFENDYNEWS.com      –        Hari ini tanggal 24 September 2021, merupakan hari ulang  tahun provinsi Kepri yang ke-19 dan mudah-mudahan provinsi ini dapat membawa dan mengantarkan warganya dalam mewujudkan cita-citanya Bunda Tanah Melayu yang modern dan sejahtra sesuai dengan dinamika dan tuntutan  sesuai dengan cita-cita luhur pembentukan provinsi ini.

pembentukan provinsi adalah memangkas rentang pemerintahan dsn pembangunan di provinsi ini lebih cepat, lebih Makmur, Bahagia dan sejahtra.

Selamat Ulangtahun provinsiku,  Good n sukses, sejahtra dan Makmur, aamiin !   (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Memang manusia seolah tak pernah bisa bersyukur atas apa yang ia miliki dan apa yang sedang ia alami. Yang kaya akan merasa masih miskin, yang miskin tak pernah merasa kaya. Yang senang selalu berkeluh seolah menunggu susah, yang menderita tak pernah membuka mata.

Mari berbicara mengenai rasa syukur. Hari ini, kita menyadari bahwa tak pernah ada sesuatu yang benar-benar bisa memuaskan hati seorang manusia. Entah karena memang hal yang diperolehnya tak sempurna, entah karena memang serakah adalah sifatnya. Tak memiliki harta, ia tak puas. Setelah diberi, tak pernah tercukupi. Dan hari ini kita menyadari, kita pernah dan mungkin masih menjadi bagian dari golongan serakah itu.

Mari lihat seberapa besar seorang manusia bisa mensyukuri. Kala ia senang, berteriak, melonjak, berseru gembira, berhura-hura, lalai, lupa, semua seakan tak ada habisnya. Namun bila hadirlah duka, maka tak lupa ia mengumpat, memaki, mencaci, menyesali, meratapi, seolah ia lah manusia yang paling menderita dan nyaris mati.

Pernahkah kita semua, sekejap saja, sekedar mengucapkan syukur untuk keberkahan yang telah hadir hari ini? Apabila kita lupa untuk melakukannya kemarin, andaikan kita takut untuk menjadi manusia yang lupa diri. Lakukanlah hari ini, saat ini, sekarang juga. Sebab kita tak pernah tahu, kapankah terbersit keserakahan itu lagi. Kapankah setan akan menyelip di sela hati, hingga mengikis habis amal yang telah dengan lelah dilakukan selama ini.

Maka, keluarkan selalu rasa syukur dari hati. Bahwa setiap jengkal kenikmatan yang telah kita peroleh, ataupun ia yang masih mengawang sebagai mimpi, kelak akan sampai juga bila Ia menghendaki. Maka tetaplah menjadi seseorang yang selalu mensyukuri, sebab kita tak pernah tahu sampai kapan kenikmatan itu akan dilalui. Bisa jadi ia cepat pergi, seperti angin yang berhembus dan berhenti tanpa permisi.
(EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Gilo, Gile dan Goli ketiga kosa kata ini sudah sering kita mendengarnya dan bahkan seolah-olah kitapun mafhum maknanya. Kejadian hari Senin/20/09 di Masjid Baitus-Syakur Jodoh – Batam, penyerangan terhadap ustadz Chaniago dalam majelis taklim ibu-ibu, pukul 11.30 mengundang banyak perhatian, mulai TV, media massa dan bahkan MUI Kota Batam  mengeluarkan sebuah pernyataan tentang peristiwa itu, demikian juga PMB /Pesatuan Muballigh Batam, Dewan Masjid (DMI) dan seluruh element masyarakat mengutuk tindakan tersebut dan juga memberikan sebuah solusi tentang keamanan berbagai kegiatan di Masjid.

Gilo, Gile dan Goli memaknai peristiwa tersebut di atas. “gilo”  (dalam Bahasa Batak), berarti lari  “gile” (dalam Bahasa Melayu) berarti tidak waras sedangkan “goli” (dalam Bahasa Persia) berarti warna. Maka Gilo, Gile dan Goli berarti “orang” yang tidak bertanggungjawab/lari dari pertanggungjawaban    tidak waras dengan berbagai warna untuk mengelabui orang supaya dianggap “tidak sehat”.

Ada-ada aja, emang dunia sudah mulai edan orang gile kok tahu itu ustadz, bahkan sengaja dicari ustadz, imam, ulama atau orang cerdik-pandai dan kejadian ini sudah berulang kali terjadi di bumi persada ini dengan gilo, gile dan golinya dan dianggap sebagai formatur sandiwara dalam beberapa episode dengan berbagai kisah dan tafsirnya.

Dan mudah-mudahan aparat keamanan kita dapat memahami makna idiom di atas dan tidak latah memberikan tafsir terhadap godaan setan yang terkutuk, semoga !  aamiin.  (EA)*