ENCIKEFFENDYNEWS.com      –       Sebanyak  50  dari 64  kelurahan yang ada di Kota Batam dinyatakan bebas covid-19 alias sudah zona hijau dan sisanya  14 kelurahan masih zona  kuning (Batam Pos/12/10) demikian diterangkan oleh Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid-19 Batam, dr.Didi Kusmarjadi, SPoG. Untuk itu warga tetap dihimbau menjaga ketat protkes dengan baik dan benar serta mau melaksanakan vaksinisasi yang tempat dan waktu kegiatan vaksin terjadual.

Dan Mudah-mudahan pandemi ini cepat berakhir dan kita dapat hidup normal sehingga kegiatan kita normal seperti sedia kala sebelum pandemi. Batam diharapkan seperti sebelum pandemi menjadi pusat  MICE bagi kegiatan Nasional yang dapat diselenggarakan aktivitas yang bernuansa Nasional dan Internasional.

Semua warga berharap, mudah-mudahan pandemi  berakhir dan kita beraktivitas seperti biasa. Dan kota ini hidup kembali yang menggairahkan. Kota Nasional yang bernuansa Internasional dan merupakan pintu gerbang Indonesia bagian barat, kota yang cukup dikenal di manca negara dan menjadikan kota ini sebagai kota yang bernuansa melayu – madani yang modern, insya Allah.  (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Temanku berujar, Batam dah mulai tersenyum, warganya happy melihat perkembangan PPKM sudah mulai turun terus semoga ke level 0 (nol), hingga kita sudah hidup normal seperti sedia kala, dunia pariwisata hidup kembali, perkantoran normal, persekolahan sudah mulai tetap muka seperti sedia kala, ekonomi sudah mulai bangkit hingga kehidupan kita normal sebagaimana mestinya, peribadatan sudah normal dan tidak was-was lagi diantara kita.

Batam tersenyumlah, menyambut sun rise dan tersungging kepuasan ketika sun set yang melambangkan entitas kebesaran sang Maha pencipta “al-Khaliqul alam” kepada kita makhluk manusia. Akhiri titik-titik yang meleleh di pipimu, tersenyumlah maka dengan tersenyum itu melambangkan  rasa syukur yang mendalam.

Kita berharap, semoga pandemi ini segera berakhir dan dunia semarak kembali dengan nuansa dan dinamikanya dalam menatap masa depan yang lebih cemerlang lagi. Dunia dah mulai bernyanyi menyanyikan lagu “hari merdeka”, merdeka segalanya dalam bertindak dan membangun diri sendiri tanpa dijadikan boneka/dan sapi perahan demi kepentingan sesaat. Semoga kita berjaya membangun bangsa ini menuju bangsa besar dalam persaingan global, insya Allah.  (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Optimis adalah suatu sifat yang memberikan energi yang amat diperlukan oleh kita.  Hidup adalah pencarian kebaikan, karena “Tuhan adalah sumber kebaikan yang luar biasa”.

Diri kita ini tak pernah berguna jika tidak senantiasa mencari. Mencari adalah mengupayakan; mencari adalah memikirkan; mencari adalah kemaslahatan; kemaslahatan adalah gerak: gerak adalah langkah yang positif. Sebaliknya adalah kevakuman dan diam. Karena vakum dan diam itu berarti netral dan tenggelam, berarti awal dari segala kemafsadahan.

Tidak ada gerak tanpa semangat, yaitu ide dan pemikiran. Semangat juga berarti ketulusan; dan tiada ketulusan tanpa akal fikiran. Makanya tindakan orang gila itu netral (tidak bisa dihakimi), dan tindakan orang waras adakalanya baik, adakalanya buruk. Bisa baik karena menggunakan akalnya, dan buruk karena melampiaskan hawa nafsunya.

Yang pertama: akal fikiran –>ketulusan = ide dan pemikiran = semangat –> gerak, menuju ke kebaikan dan kemaslahatan.

Kebalikan dari itu: hawa nafsu –> kedengkian –> kepongahan –> kemafsadahan.

Orang diam itu tidak berdasar, makanya tenggelam, gara-gara menganggurkan akalnya. Statusnya hampir kayak orang gila. (Lain dengan orang istirahat, karena istirahat, selama itu sesuai kebutuhan, adalah bagian dari gerak). Patah semangat dan putus asa, lebih parah lagi, adalah minus dan merupakan awal dari segala kemafsadahan.

Orang yg semangat tentu dia bahagia dan tentram. Semangat dan gerak adalah bukti dari adanya kebahagiaan dan ketentraman. Makanya Allah selalu mengaitkan “pahala” –sebagai konsekuensi gerak– (lahum ajruhum ‘inda rabbihim) dengan kemantapan-keberanian- ketidakkhawatiran (wa laa khaufun ‘alaihim) dan kebahagiaan/ketentraman/ketidaksedihan (wa laa hum yahzanuun) dalam ayat al-Baqarah : 277.

Sebaliknya, putus asa adalah akibat dari kesedihan, dan kesedihan mempunyai kaitan erat dengan kebodohan sebagaimana kebahagiaan dan ketentraman berjalinan dengan kecerdasan dan intelektualitas.

Itu semua adalah prinsip dasar manusia hidup. Adapun hasil, besar kecilnya, itu tergantung proses kesungguhan dan keteledorannya. “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh mendekatiKU, pasti Aku tunjukkan jalannya” (wall-ladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulana). (al-Ankabut: 69)

Prinsip seperti itu menunjukkan kedirian manusia. Kedirian adalah totalitas ide dan pemikiran dari dalam diri sendiri. Kedirian itu tidak identik dengan ketidakperdulian, kecuekkan, dan acuh tak acuh. Karena kecuekan, acuh tak acuh, dan sebangsanya itu sebanding dengan kebodohan, hampir setengah dari kesombongan. Kedirian adalah penyerapan dan filterisasi informasi sehingga menyusun sebuah keutuhan ide dan pemikiran. Walaupun ada beberapa tiruan/takliid tapi seakan-akan keluar dari diri sendiri, karena telah difilter (dg akal, tentunya).

Pemikiran dan ide di sini berarti kemantapan (akan sebuah kebenaran). Di sinilah relevansinya firman Allah  “fa idzaa ‘azamta fatawakkal ‘alaa Allah” (jika kamu sudah mantap, bertawakkallah pada Allah) (Ali Imran: 159). Kemantapan di sini sebanding dengan kepengetahuan, keberanian, dan ketegasan.

Ringkasnya, gerak-kemantapan-kebahagian itu harus saling terkait. Kalau sudah bisa mengkaitkan ketiganya, itulah optimisme. Semoga bermanfaat.
(EA)*