ENCIKEFFENDYNEWS.com     –       Komisi Fatwa MUI Provinsi Kepri mengadakan silaturrahmi dengan pengurus LPPOM MUI Kepri dan Auditornya, bertempat di ruang rapat Masjid Agung Batam Centre/22/01.

Di samping ta’aruf, juga membicarakan system dan mekanisme kerja serta hal-hal lain yang berkembang sebagai upaya dalam menyongsong perbaikan pelayanan serta kepastian jaminan HALAL, LPPOM terdepan dalam pelayanan ini dan sekarang merupakan LPH sama dengan LPH-LPH lainnya, tapi keunggulan LPPOM adalah  sudah berpengalaman  lebih dulu terhadap pekerjaan ini.

Acara ini ditutup dengan makan siang bersama yang penuh keakraban dan ukhuwah yang mendalam serta ada upaya dinamis yang lebih intens lagi dalam memberikan pelayanan jaminan halal dalam mengawal kehalalan produk. Semoga ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Diceritakan Nabi Musa mengadukan sakit giginya kepada Allah SWT. Allah berfirman kepadanya,” Ambillah rumput falani dan letakkan di gigimu yang sakit.”

Musa melakukannya dan seketika sakit giginya hilang. Beberapa saat kemudian, ia merasakan giginya kembali sakit. Ia langsung mengambil rumput falani dan meletakkannya sebagaimana pertama kali.

Bukannya sembuh, sakit giginya justru bertambah parah. Musa kembali memohon pertolongan Allah SWT. ”Ya Allah, bukankah Engkau telah menyuruh dan menunjukkan kepadaku tentangnya.”

Allah berfirman,”Wahai Musa, Aku adalah yang menyembuhkan dan menyehatkan. Aku adalah yang memberikan bahaya dan manfaat. Pada waktu pertama, engkau melakukannya karena Aku, sehingga kuhilangkan penyakitmu. Sedangkan sekarang engkau melakukannya bukan karena Aku, melainkan rumput itu.”

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Sejak Nabi Adam AS, salam sesungguhnya sudah dikenal dan bahkan disyariatkan oleh Allah SWT. Hal ini disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam salah satu hadisnya. Beliau bersabda, ”Ketika Allah menciptakan Adam AS, Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah dan ucapkanlah salam kepada para malaikat yang sedang duduk itu kemudian dengarkanlah jawaban mereka kepadamu. Sesungguhnya jawaban itu merupakan penghormatan bagimu dan bagi anak cucumu’. Maka Adam mengucapkan, ‘Assalamu’alaikum’. Mereka menjawab, ‘wa’alaikumussalam warahmatullah’. Mereka memberi tambahan dengan, ‘warahmatullah’.” (HR Muttafaqun ‘alaih).

Dalam salah satu kisah dalam Alquran, Nabi Ibrahim AS pernah menjawab salam dari para malaikat. Allah SWT berfirman, ”Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim, malaikat-malaikat yang dimuliakan? Ingatlah ketika mereka masuk ke tempatnya dan mengucapkan, ‘Salamun’. Ibrahim pun menjawab, ‘Salamun’. Kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal.” (QS 51: 24-25).

Dalam kehidupan sehari-hari sudah selayaknya kita sebagai umat Islam untuk senantiasa menebarkan salam. Baik ketika kita bertatap muka dengan orang lain, ketika hendak masuk rumah, maupun pada saat membuka sebuah majelis pertemuan dan berbicara di depan publik. Dalam menyampaikan salam dianjurkan untuk mengucapkannya dengan sempurna agar mendapatkan pahala yang lebih banyak.

Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Turmudzi, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa barangsiapa yang mengucapkan ”Assalamu’alaikum” maka pahala yang didapatkannya adalah satu hasanah dan dilipatgandakan menjadi sepuluh hasanah. Barangsiapa yang menambahkannya menjadi ”Assalamu’alaikum warahmatullah”, pahalanya dua hasanah dan akan dilipatgandakan menjadi 20 hasanah. Sedangkan yang menyempurnakannya ”Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” maka pahalanya menjadi tiga hasanah dan dilipatgandakan sampai 30 hasanah.

Di antara fadhilah-nya, salam dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama Muslim. Dari Abu Hurairah RA berkata, ”Rasulullah SAW bersabda, ‘Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling mencintai? Yaitu, sebarluaskanlah salam di antara kamu sekalian’.” (HR Muslim).

Selain itu, Rasulullah pernah menyampaikan bahwa salam merupakan jaminan kesejahteraan bagi umat Islam. Bagi orang-orang kafir yang mau tunduk pada hukum-hukum Islam atau yang disebut dengan ahlu dzimmah, salam juga merupakan jaminan keamanan. ”Sesungguhnya Allah menjadikan salam sebagai kesejahteraan bagi umat kami dan keamanan bagi ahlu dzimmah kami.” (HR Ath-Thabrani). (Ihsanul Muttaqien)