ENCIKEFFENDYNEWS.com

Berceloteh tentang masa depan rasanya sebuah anugrah yang luar biasa. Apalagi berbicara “Demensia” (pikun) adalah tirai tipis dunia yang sengaja diturunkan lebih awal, agar mata batin lebih siap menatap cahaya keabadian di hadapan Sang Maha Kekal. Ingatan boleh lenyap dari kepala, namun getaran cinta di dalam kalbu tidak pernah kehilangan arah untuk pulang. Rangkaian kata  dan celoteh ini merangkum esensi terdalam dari perjalanan demensia—bahwa di balik kerapuhan fisik dan mental, selalu ada ruang suci bagi cinta, kemuliaan dan rahmat Sang Pencipta. Memori di kepala bisa pudar, tetapi ingatan hati (emotional memory) bertahan jauh lebih lama. Allahu Akbar !   *  (EA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation