ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Pagi sekitar jam 08.00 WIB (/Senin/09/08) terjadi kebakaran salah satu ruang pasien lantai 3 RSUD, semua pasien lantai 3(tiga) di evakuasi dengan berbagai cara, ada yang menggendong ibunya berlari menuju tangga darurat, ada yang berlari tak tentu arah sambil ngedomel, ada yang histeris, seluruh perawat lantai 2 di kerahkan ke lantai 3 untuk membantu seluruh pasien yang berada di sana. Anehnya pasien yang di lantai 2 (dua) yang semua pakai oksigen(yang tabungnya besar-besar) tak berinjak seolah-olah tak  ada masalah. Demikian juga lantai 1 (satu) pasiennya anak-anak dan ibu yang akan melahirkan semua dievakuasi ke jalan sekitar rumah sakit. Setengah jam kemudian sudah tenang, api sudah padam dan pemadam kebakaranpun berdatangan plus kepolisian sektor Batu Aji.

               Kami mencari info tentang ini tapi sangat sulit untuk mendapatkannya, semua berjalan normal kembali seolah-olah tidak terjadi apapun. Oleh sebab itu kami sebut sebagai “small accident”. Padahal kami menyaksikan begitu paniknya para pasien dan keluarganya turun lewat tangga darurat, menyelamatkan diri masing-masing, seperti kiamat saja layaknya. Udah sakit ditimpa pula dengan musibah kebakaran, tapi alhamdulillah, tidak terjadi korban apapun.

Mudah-mudahan di waktu mendatang jangan terjadi lagi peristiwa seperti ini, stress pasien dan keluarganya, jangan seperti “sudah jatuh tertimpa tangga lagi” tentu diperlukan ketelitian baik segi manajemen operasional khususnya perawat-perawatnya masih ada yang bersifat “Cuek Bebek” dan perlu lagi Direktur RSUD ini terus mengevaluasi setiap saat tentang penanganan pasien oleh seluruh petugas/penyelenggara yang berada di rumah sakit dengan visi pelayanan prima-nya masih belum optimal di mata para pasien dan masyarakat umum. Mudah-mudahan menjadi perhatian Bersama, insya Allah dan menjadikan RSUD ini the best di kota ini, semoga. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Tahun baru Hijriyah identik dengan tahun baru Islam, perhitungan tahun ini menggunakan kalender qamariyah yakni system perhitungannya berdasarkan peredaran bulan dan kalau maghrib tiba sudah dihitung tanggal berikutnya jadi tidak perlu menunggu sampai jam 24/12 malam (menurut perhitungan kalender syamsiyah=matahari).

               Tahun baru Hijriyah ini beda dengan tahun Masehi, kalau tahun masehi diisi dengan semeriah mungkin, bisa berpadu antara maksiat dan dosa yang penting happy. Beda dengan tahun Hijriyah diisi dengan nilai-nilai spiritual perbaikan dalam mendekatkan diri kita kepada-Nya.

Seharusnya semakin tiba tahun baru berarti mengingatkan kita sudah menghabiskan usia kita setahun dan lebih berkurang hitungan usia kita. Ayo kita songsong tahun baru Islam 1443 Hijriyah ini dengan banyak berdoa, beristighfar dan tentu lebih menundukkan lagi kepala kepada-Nya, semoga (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Berbicara tentang sakit semua kita pasti pernah merasakan, cuma tergantung volumenya, ada yang sedang/ringan, berat dan superberat. Maka sakit mempunyai banyak arti dan isyarat kepada kita manusia.

Maka menurut Failosuf sakit mempunyai isyarat dan makna tersendiri bagi seorang abid terhadap Khaliqnya.

Sakit isyarat tauhid, karena apabila sakit kita luar biasa, maka kita akan melafadzkan kalimah thayyibah. Sakit juga isyarat istighfar, dosa-dosa akan mudah teringat, sehingga lisan kita terbimbing untuk memohon ampunan kepada-Nya.

Sakit juga isyarat dzikrullah, selalu berusaha mengingat Allah dan tentu memohon kesembuhannya. Sakit juga isyarat muhasabah, merenung dalam aotokritik kita terhadap perbuatan dan dosa kita sekaligus bertaubat kepada-Nya.

Sakit juga isyarat jihad, yakni kita tidak menyerah begitu saja, berusaha dengan berbagai ikhtiar kita untuk kesembuhan seperti sedia kala.

Sakit adalah tanda kebaikan seorang abid, sejatinya sakit adalah kebaikan meskipun sakit membuat kita (kelihatannya) menderita dan sengsara.

Sakit adalah cemeti Allah di bumi sebagai didikan langsung kepada hamba-hambanya. (HR Al-Khalili).

               Maka kita doakan bagi saudara-saudara dan handai tolan kita yang sakit diberikan kesabaran dan tentu kesembuhan sebagai pembasuh daki-daki kehidupan dalam li-ishlahi addhamair, perbaikan hati kita menuju al-abid yang yang dicintai Allah ( radhiyallahu anhum waradhu anhu ) semoga, aamiin. (EA)*