ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Husnul Khatimah dalam khasanah kita adalah mengakhiri kehidupan/perpisahan jasmani & rohani yakni orang yang dapat mengucap “laa ilaaha illallaah” kalimat tauhid selalu menjadi SOP utama dalam kehidupan.

Tapi istilah ini terus berkembang, bukan lagi bermakna akhir dari kehidupan manusia,  juga seluruh aspek kehidupan kita. Jabatan menjadi “top leader” suatu instansi, daerah, perusahaan dan lain-lain di penghujungnya diperiksa KPK dan menghuni hotel kelas I tahanan. Maka kita harus dapat menjadi seluruh aktivitas kita bernilai “husnul khatimah”. Banyak berita dan realita kejadian ini berakhir dengan “su-ul khatimah”(lawan dari husnul khatimah).  Maka kalau kita runut permainan – pekerjaan – jabatan – hingga mengakhiri kehidupan  kita dengan husnul khatimah.

Maka kita dengar ada kepala sekolah yang “su-ul khatimah”, juga GM hotel, ketua RT/RW, Lurah, Camat, Bupati / walikota, Gubernur dan para Menteri berakhir su-ul khatimah. Mari kita berusaha mengakhiri seluruh jabatan kita ðengan “husnul khatimah”, aamiin. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com.     –      Maut  atau  kematian adalah sebuah misteri yang terjadi pada setiap makhluk, lebih-lebih lagi kita manusia. Manusia berharap mengakhiri kehidupan dunia ini “husnul khatimah” yakni akhir hidup yang baik. Islam memberikan sebuah metode ikhtiyari “tajdidul iman” yakni selalu memperbaharui iman, dengan mengucap “laa ilaaha illallaah” siapa yang bisa diantara kita menjelang sakarat mengucapkan kalimat tauhid itu, tidak ada ganjaran baginya, kecuali “syurga”. Oleh sebab itu pada saat sakarat diisyaratkan Rasul saw untuk ditalqinkan, yakni dibimbing dengan kalimat tauhid itu.

               Hari ini hampir disetiap rumah sakit, kalau sakarat dokternya sibuk dengan pertolongan yang luar biasa dengan berbagai perangkat alat kedokterannya berusaha maksimal memberikan pertolongan kepada pasiennya, pertolongan pisik dan tidak terpikir memberikan pertolongan “spiritual” kepada pasiennya. Oleh sebab itu banyak pasien yang memilih apabila sudah dirasa dekat dengan ilmu spiritualnya dia memilih untuk mengakhiri perpisahan jasadi dan rohi “ di rumah saja” biar dapat dibimbing oleh keluarga /talqin untuk mengingatkan, agar dia bisa melafalkan “laailaaha illallaah”.

“Kullu nafsin dza-iqatul maut” setiap yang bernyawa pasti merasakan kematian, dan kematian seperti sebuah pintu yang mesti dilewati, mudah-mudahan dengan banyak mengingat entitas kematian menyadarkan kita makna kehidupan ini, sekaligus berusaha maksimal menebarkan nilai-nilai kebajikan dalam hidupnya sebagai sangu di kehidupan yang akan datang, semoga ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Hijrah merupakan awal kalender Hijriyah karena pada tahun kalender ini terjadi peristiwa hijrah Rasul saw dari Mekkah ke Madinah peristiwa itu terjadi pada tahun 622 M dan ini merupakan peristiwa penanggalan yang luar biasa dilakukan di zaman Khalifah Umar ibnul Khatthab.

               Hijrah juga bermakna perpindahan dari hal-hal yang kurang menjadi positif, dari munkar menjadi makruf, dari distruktif menjadi konstruktif, dari su udzdzan menjadi husnudzdzan, dari berkata yang kurang baik menjadi sopan dan berakhlak. Pokoknya hijrah mengandung pergerakan sebagai symbol dari kehidupan.

Dan semestinya kita harus senantiasa berhijrah dalam pengertian yang makro, hingga menuju kepada seorang abid yang selalu berusaha mendekatkan diri kepada Al-Khaliq rabbul alamin. Semestinya setiap kita harus berhijrah menuju kebajikan dan menebarkannya, kalau tidak mau berhijrah berarti kita akan selalu keterbelakangan dan tidak mau mengadakan perbaikan sebagai pergerakan symbol dari kehidupan. Dengan tibanya tahun 1443 Hijriyah ini mudah-mudahan dapat memberikan sebuah pergerakan yang luar biasa sebagai tanda bahwa kita hidup. Hidup berarti bergerak, bergerak berarti hijrah menuju dan menatap masa depan yang diharapkan, semoga ! (EA)*