ENCIKEFFENDYNEWS.com –   Sebuah tatanan negeri melayu yang di design sebagai kota metropolitan, Batam mendapat perhatian serius baik dari pemerintah pusat maupun daerah, mencabar untuk kompetitif dalam tatanan nasional maupun regional.

Apalagi dengan adanya jambatan Babin (Batam -Bintan) yang dicanangkan tahun 2024 sudah bisa difungsikan tidak ragu lagi Batam merupakan Kota Besar /Metropolis baik dalam mendobrak perekonomian nasional, pariwisata, alih kapal dan kota MICE dengan fasilitas yang lebih dari memadai dan juga kota transit untuk menuju Singapura dan Johor Bharu /Malaysia.

Ditunjang Batam hari ini terus berbenah diri, jalan-jalan diperlebar/ infrastruktur yang terus dipacu dalam konstruktivitas bersolek menjadikan Batam makin terkenal dan dikenang oleh setiap yang datang ke kota ini.

Majulah Batamku, sebagaimana syair lagu yang selalu mengumandang di radio-radio Batam, memberikan lagi nilai tersendiri apalagi ditunjang dengan visinya yang mewujudkan BANDAR DUNIA yang MADANI, menjadilah kota ini kota bertamadun yang bertsaqafahkan Melayu yang Islamy.

Batam sampai hari ini masih dinyatakan zona merah covid -19, ayo warga Batam mari jaga dan laksanakan protkes dengan baik, semoga kita semua dapat keluar dengan sehat dan selamat terhadap pandemi ini atas kesadaran, doa dan tawakkal kita kepada-Nya, aamiin. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com  –  Hari ini (01/06) diperingati sebagai hari Lahirnya Pancasila yang merupakan ideologi bangsa kita Indonesia. Kehidupan majemuk bangsa ini, merupakan suatu prestasi tersendiri bagi bangsa Indonesia. Pancasila yang berarti 5 (lima) dasar, melambangkan tentang entitas warga masyarakat Indonesia. Bangsa yang bertuhan, berkemanusiaan, berjiwa gotong-royong, selalu mengedepankan musyawarah dalam menuju kehidupan sosial yang berkeadilan.

Bangsa yang tahu dan mengerti tentang hidup bersama, berbeda namun satu bangsa, bangsa ini besar karena perbedaan yang penuh keharmonisan. Dengan memperingati lahirnya Pancasila hari memberikan makna dalam kehidupan berbangsa yang majemuk dalam interaksi muamalah dan dalam keyakinan “ lakum dinukum waliyadin” / I belief my belief and you belief your  belief. (EA)*