ENCIKEFFENDYNEWS.com Hidup ini memang sebuah keajaiban dengan berbagai dinamika dan fenomenanya.Sehingga menjadikan kita tidak perlu bersedih selama-lamanya atau bergembira sesukanya.

Kejadian di atas mengingatkan saya pada sebuah kitab yang dikarang oleh Dr. Aidh Al-Qarni yang berjudul La Tahzan yang tarjimnya diterbitkan oleh Qisthi press. Pada kitab tersebut diurai berbagai ujian yang menimpa manusia dan diberikan solusi agar tidak bersedih menghadapi semua ujian tersebut. Pada salah satu bahasannya memberikan resep agar tidak bersedih yaitu :
Percaya sepenuhnya kepada Allah. Kesadaran bahwa semua yang telah Allah takdirkan akan terjadi. Sabar adalah senjata paling ampuh yang dipergunakan oleh orang yang mendapat ujian. Jika tidak sabar lalu apa yang bisa dilakukan. Dan tidak akan terbantu hanya dengan perasaan resah. Mungkin saja akan berada dalam kondisi yang lebih jelek daripada kondisi saat ini. Dari waktu ke waktu jalan keluar akan selalu terbuka. Memang dengan menerapkan resep di atas secara ruhiyah akan terlapangkan diri ini dari heterogenitas problem kehidupan. Meletakkan setiap permasalahan pada porsi jiwa yang benar adalah obat mujarab untuk membuang rasa sedih gundah gulana. Pelajaran agar perilaku hidup yang gampang larut dalam duka terkikis habis oleh sifat sabar dan selalu memandang hari ‘tomorrow will be better’.

La Tahzan, sabar dan optimisme bahwa setiap problem pasti ada jalan keluarnya, setiap penyakit ada obatnya.

Selanjutnya marilah kita renungkan kiat-kiat bahagia yang disarikan oleh seorang Doktor hadits yang hafizh ini .

Sadarilah bahwa jika kita hidup hanya dalam batasan hari ini saja, maka akan terpecahlah pikiran kita, akan kacau semua urusan, dan akan semakin menggunung kesedihan dan kegundahan diri kita. Inilah makna sabda Rasulullah SAW ”Jika pagi tiba, janganlah menunggu sore, dan jika sore tiba, janganlah menunggu hingga waktu pagi”.

Lupakan masa lalu dan semua yang pernah terjadi, karena perhatian yang terpaku pada yang telah lewat dan selesai merupakan kebodohan dan kegilaan. Jangan menyibukkan diri dengan masa depan, sebab ia masih berada di alam ghaib. Jangan mudah tergoncang oleh kritikan. Jadilah orang yang teguh pendirian, dan sadarilah bahwa kritikan itu akan mengangkat harga diri kita setara dengan kritikan tersebut.

Beriman kepada Allah dan beramal shaleh adalah kehidupan yang baik dan bahagia. Barangsiapa menginginkan ketenangan, keteduhan dan kesenangan maka dia harus berdzikir kepada Allah. Persiapkan diri kita untuk menerima kemungkinan terburuk. Berfikirlah tentang nikmat, lalu bersyukurlah.

Kita dengan semua yang ada pada diri kita sudah lebih banyak daripada yang dimiliki orang lain. Dari waktu ke waktu selalu ada jalan keluar. Dengan musibah hati akan tergerak untuk berdo’a.

Musibah itu akan menajamkan nurani dan menguatkan hati. Sesungguhnya setelah kesulitan itu akan ada kemudahan. Jangan pernah hancur hanya karena perkara-perkara yang sepele. Jangan marah, jangan marah, jangan marah !!.

Dan langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. (QS Adz-Dzariyat:22).

Kebanyakan yang kita takutkan tidak pernah terjadi. Pada orang-orang yang ditimpa musibah itu ada suri tauladan. Sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum maka Dia akan memberikan cobaan atas mereka. Kita harus melakukan perbuatan yang baik dan membuahkan dan tinggalkan kekosongan. Tinggalkan semua kasak-kusuk, dan jangan percaya kepada kabar burung. Kedengkian dan keinginan kita yang kuat untuk membalas dendam itu hanya akan membahayakan diri sendiri, lebih besar daripada bahaya yang menimpa pihak lawan. Semua musibah yang menimpa diri kita adalah penghapus dosa-dosa.

Hidup memang tidak untuk larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Hidup juga bukan media untuk memuja-muja kegembiran, semua telah diatur berdasarkan regulasi langit yang menjadi hak absolute dari Sang Pencipta. Sebagai makhluk, manusia dibekali dengan apa yang disebut rasa, ada rasa sedih, ada rasa gembira, ada rasa takut dan berbagai rasa lainnya. Kini yang dituntut adalah bagaimana mampu memanage rasa itu untuk stabil berada dalam ketentuan Tuhan. Maka sungguh berartinya tulisan ‘La Tahzan (Don’t be Sad) ini, semoga !   
(EA)*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation