ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      PPKM di Batam terus menurun dari level 4 turun ke level 3 mudah-mudahan terus turun, kasus yang menderita covid -19 pun dah menurun dan ini adalah harapan warga, semoga terus menurun hingga berakhir kasus ini tapi untuk sementara warga Batam diharapkan tetap menjalankan protkes dengan baik dan benar hingga dinyatakan berakhir kasus ini dan kita kembali hidup normal. Demikian laporan ketua satgas penanggulangan covid -19 berdasarkan laporan dari berbagai rumah sakit di Batam (Batam Pos/21/08).

Semua ini berkat kerjasama yang erat dengan berbagai lini lapisan masyarakat dan kita terus menekan/memutus matarantai penyebaran ini dengan signifikan dan mudah-mudahan cepat berakhir.

Walikota Batam berharap masyarakat selalu melaksanakan protkes dengan baik hingga berakhir pandemi ini dan kita terus waspada karena dia terus berkembang secara dinamis/baru hingga memerlukan kewaspadaan kita yang terus menerus.

Warga Batam sudah mulai bangkit dalam berusaha tapi tetap melaksanakan protkes dan ini sebagai pertanda bahwa kasus di daerah ini sudah mulai menurun, semoga ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Belakangan ini ramai dibicarakan tentang “mural” yakni melukis, menggambar, menulis dengan tendensi tertentu sebagai protes sosial. Mural Presiden berarti melukis, menggambar atau menulis dengan sebuah sindiran baik sarkasme atau satire tentang Presiden. Heboh dibicarakan diberbagai media tv dan medsos, ada yang pro dan sudah tentu ada yang kontra, sehingga Mural Presiden dikatakan sudah “kebablasan”.

Memang, kalau membicarakan tentang mural ini sangat asyik, ada lukisan yang indah tapi letak/penempatannya tidak sesuai. Sindiran seperti ini sebagai protes rakyat jelata kepada penguasa, agar sedikit mempunyai “rasa”/ kepedulian baik segi kehidupan, keadilan dan rasa kebersamaan. Sebagai contoh “ rakyat diminta sehat, disebuah negeri yang sakit “.

Mudah-mudahan dengan adanya mural ini, sedikit mengingatkan kita agar peduli dan sedikit mengerti, semoga ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Rapat LPPOM MUI Kepri, membahas tentang labelisasi halal para pengusaha mikro Kepri /19/08, di ruang rapat Masjid Agung Batam /pk 13. 00 WIB  dibahas oleh Komisi Fatwa MUI Provinsi Kepri. Sekarang lagi masa transisi belum aktifnya BPJPH, untuk Kepri masih eksis LPPOM MUI, sedangkan masa yang akan datang LPPOM MUI jadi LPH, sedangkan fatwa tentang halal-nya masih dipegang Komisi Fatwa MUI masing-masing Provinsi. Mudah-mudahan mendatang pelaksanaan labelisasi ini lebih baik dan sistematis dan jangan sampai sebaliknya.

Masyarakat Muslim sangat perlu label halal ini, sebagai jaminan bahwa barang, makanan, minuman, kosmatika dan obat-obatan telah diaudit tentang kehalalannya. Dan pengusaha tentu mereka berlomba mengurus sertifikat ini agar laku / laris bisnisnya. Dan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, bukan hanya para pengusaha Muslim tapi pengusaha Nonmuslim pun mereka mengurus juga sertifikat ini/ labelisasi ini agar mendapat jaminan “halal” dan bisa dibeli oleh semua lapisan. Dengan maraknya pengurusan labelisasi halal ini menambah keberhakan dan tentu dapat melahirkan kesejahtraan dan keberkahan negeri ini, semoga ! (EA)*