ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Syukur, sebuah kata yang kedengarannya simple, tapi mempunyai makna yang mendalam, kata ini berasal dari bahasa Arab “as-syukru” sebuah ungkapan rasa (dzauq) yang mendalam, terima kasih seseorang, baik seseorang kepada seseorang, maupun seorang abid kepada al-Khaliq.

Demikian kata ini luar biasa, bermakna besar sebagai wujud apresiasi dalam hidup dan kehidupan manusia. Sebagai bangsa yang besar, sepatutnya kita bersyukur mendalam kepada-Nya. Banyak sujud sebagai ungkapan syukur, banyak menebarkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan ini, menebarkan makna kebajikan antar sesama dengan politik luar negeri kita yang bebas – aktif, berperan menebarkan kebaikan dan kemanusiaan yang bebas aktif.

Pada peringatan kemerdekaan kita yang ke-76 ini mari kita jadikan bangsa ini, bangsa besar tentu pemimpinnya juga harus besar dan rakyatnya berjiwa besar menjadikan bangsa ini bangsa yang besar, insya Allah. Jangan ada lagi memperingati hari kemerdekan ini, dengan berjudi – dengan berdansa-dansi, membuat onar dan dosa, menjadikan bangsa ini bangsa distruktif dalam kehidupannya. Dirgahayu Bangsaku ke-76, Merdeka ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Kubur berasal  dari bahasa Arab “qubrun” atau maqbarah adalah tempat peristirahatan manusia, apapun agamanya ia ditanam dalam bumi, bagi kita yang beragama Islam qubur (baca : kubur) bukanlah tempat peristirahatan tapi kubur adalah alam barzah yang sudah sedikit diperlihatkan tentang entitas amal kita selama di dunia dan kita menunggu hari kiamat, bagi yang mempunyai amal kebajikan yang lebih, mereka mengharap kiamat cepat, biar tiba hari berbangkit, yaumul ba’ast, padang makhsyar dan hisab tempat perhitungan seluruh amal manusia, mizan dan shirat baru tiba di tempat peristirahatan yang benar-benar bagi yang baik Jannah (baca: syurga) bagi yang amal distruktifnya lebih banyak dari amal konstruktifnya baginya Naar (baca: neraka). Itulah gambaran dimensi perjalanan seorang manusia. Dan kita yang sekarang berada di dunia, sudah dua alam yang kita lewati yakni alam arwah dan Rahim ibu, kedua alam ini kita lewati seolah-olah kita tidak pernah berada di sana.

Ini gambaran tentang dunia, bagi yang beriman meletakkan dunia cukup di tangan, tidak sampai ke hati tapi akhirat mereka sematkan dalam hati, semboyan mereka biarlah “unhappy dunia, happy akhirat” (baca: tidak bahagia dunia tapi bahagia akhirat) tapi kalau diberi kesempatan dan kenikmatan “ happy dunia and happy akhirat” (baca: Bahagia dunia dan Bahagia akhirat) ini tujuan hidup orang-orang beriman dan mereka berlindung kepada Allah “ happy dunia and unhappy akhirat “ (baca: Bahagia dunia tapi sengsara di akhirat) apalagi “ unhappy dunia and unhappy akhirat “ (baca: sengsara dunia -akhirat) nauzdubillahi min dzalik. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Hari ini kita bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke-76, diproklamirkan oleh proklamator kita atas nama bangsa Indonesia Soekarno – Hatta. 76 tahun kalau dilihat usia sudah masuk lansia, sudah matang dalam pengalaman-pengalaman kehidupan, tentu bangsa ini lebih dewasa dalam mengelola kehidupan dalam makna kemerdekaan. Tapi usia 76 tahun ini tidak bisa dikiyaskan dengan usia kita manusia, kalau manusia dikelola oleh Sang Pencipta sedangkan bangsa ini dikelola oleh kita manusia. Kalau kita manusia sudah diprogram dalam Komputer Canggih (baca: lauhul mahfudz) sang Programmer Al-Khaliq rabbul alamien dan tidak ada virus dan pergantian program dengan keyakinan kita Qadha dan qadar, jelas tanpa perubahan. Sedangkan negara diprogram oleh kita manusia sang Presiden yang programnya sering berganti-ganti bahkan kadang-kadang banyak perubahannya yang kita sedikit kurang mengerti (baca: ganti presiden ganti keinginan). Maka usia dalam bernegara tidak bisa disamakan dengan usia manusia. Mungkin usia 76 tahun ini masih bayi yang perlu dibantu dengan hutang sana-sini, atau masih dalam bahasa diplomatik sering disebut “develoving countries” (baca : negara berkembang) yang dipermainkan oleh para senior (baca : develoved countries), negara yang sudah maju.

Tapi tidak mengapa, apapun yang terjadi Indonesia is my country, I love you, and Dirgahayu ke-76, Republik Indonesia Merdeka. Syabas !

Semoga pemerintahan dari masa ke masa  dapat mengantarkan Indonesia ke pintu Gerbang kesejahtraan bagi rakyatnya dan Indonesia dikenal sebagai negara “untaian dari nirwana” memberikan kesejukan dalam hidup berbangsa yang dalam untaian lagu Nusantara 4 “ tiada lagi negeri seindah Nusantara “ memberikan tuntunan dan dinamika kehidupan “ hutan rimba menghijau tempat bersemayam burung marga-satwa, penduduknya ramah tamah dan berbudi Bahasa “ itulah salah satu bait dari lagu “nusantara” itu, selalu menebarkan kesejukan dan kebahagiaan dengan politik LN bebas aktifnya, semoga Indonesia dengan ke-76 tahun ini, sedikit lebih dewasa, lebih berwibawa di mata Internasional dan di mata warganya sendiri. Dirgahayu ke-76 Bangsaku, jadilah bangsa besar yang bermartabat insya Allah. (EA)*