ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Jalan-jalan/tamasya dalam bahasa arab disebut “rihlah” dan ini diperlukan dalam kehidupan kita, jalan-jalan/tamasya ini memberikan kesejukan mental dalam melihat keindahan alam yang merupakan ciptaan sang Maha Agung, Allah swt, sehingga melahirkan rasa syukur yang mendalam kita kepada-Nya. Allah menciptakan alam sekitar kita untuk dinikmati kemudian kita bersyukur dan menambah keyakinan kita yang melahirkan rasa imaniyah yang tentu kita sering menundukkan kepala yang mendalam kepada-Nya. Disamping melahirkan jiwa yang bersyukur, juga memberikan “referishing mental” kesegaran rohani dan kepuasan jasmani dalam menambah khazanah pengetahuan kita dalam kehidupan ini.

Kebiasaan kita jarang menikmati keindahan alam ciptaan yang Maha Agung ini, kita senang mengumpul harta tanpa sedikit tidak pandai menikmatinya. Ayo rihlah, kalau tidak bisa keluar negeri, dalam negeri juga banyak keindahan-keindahan alam yang melambangkan keindahan penciptanya. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Batam menuju zona hijau, alhamdulillah (Batam Pos /24/08), tentu ini harapan seluruh masyarakat Batam. Demikian diungkapkan Walikota Batam (usai mengikuti rapat Paripurna DPRD Kota Batam). Memang masyarakat berharap penuh Batam sudah “zona hijau” sehingga tidak ada lagi sekat dan larangan jalan (baca : PPKM), dan walikota masih berharap kepada masyarakat Batam untuk bersatu dan tetap menyelenggarakan protkes kesehatan sampai benar-benar covid -19 ini sudah tidak ada lagi.

Kalau suda zona hijau warga Batam sudah leluasa berusaha  dalam seluruh sektor kegiatan perekonomian pasti berjalan dengan baik dan ingat Batam menyumbang 70% pertumbuhan ekonomi Kepri. Oleh sebab itu kalau Batam zona hijau dan pergerakan ekonomi bisa membaik dengan pesat, semoga !. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Berbicara tentang kajian suatu majelis taklim, cukup menarik karena kebanyakan jamaah menghendaki kajian itu mempunyai bobot dan menarik, umumnya diselangi dengan canda / joke oleh pembicaranya. Sebenarnya dalam kajian itu dikehendaki mempunyai nilai “imaniyah” upaya perbaikan/semangat untuk melaksanakan spiritual yang disampaikan dalam peningkatan keimanan seorang abid kepada Khaliq. Ada sedikit motivasi untuk meningkatkan keimanan ibadah -spiritual kita dalam memperbaiki sedikit demi sedikit tentang “ tajdidul iman” /pembaharuan keimanan kita kepada-Nya. Disamping imaniyaah diharapkan kajian itu “ilmiyah” /memberikan tambahan sedikit keilmuan, sehingga kita memiliki pengetahuan tentang itu. Juga mengenal sedikit tengtang “hukmiyah” hokum/estetika ubudiyah kita kepada Allah swt.

Disamping disebutkan di atas juga harus memiliki referensi kitab yang digunakan, sehingga menambah keyakinan kita tentang suatu amaliyah/ materi yang disampaikan, kalaulah terdapat perbedaan pendapat tentang tentang sesuatu amaliyah, kita merujuk kepada satu pendapat yang disampaikan, juga hendaknya setelah kajian/penyampaian materi ada dialog untuk pendalaman materi, sehingga kajian dalam majelis taklim itu benar-benar mempunyai kriteria “imaniyah, ilmiyah dan hukmiyah” terpenuhi dalam sebuah kajian, semoga bermanfaat !.  (EA)*