ENCIKEFFENDYNEWS.comHari kedua  lebaran (14/05) Batam berlebaran, silaturrahmi kepada teman dan handai tolan tidak bisa dilaksanakan karena suasana Batam hari ini masih zona merah, terpaksa masih tumpah ruah ke pantai.

Mudah-mudahan Allah segera hilangkan pandemi ini dan kita hidup normal seperti biasa dan bukan new normal yang seperti sekarang ini. Ada kekhawatiran yang tinggi, kadang-kadang mereka lupa memakai masker dan jaga jarak, kita harusnya bercermin kepada India yang sampai hari membludak dan merupakan musibah nasional mereka.

Batam kota yang terbuka dan merupakan pintu gerbang Indonesia karena berdekatan dengan Singapura dan Johor Bharu /Malaysia, kemarin kita menyaksikan PMI /Pekerja Migran Indonesia dari Johor mereka hampir semua terkena /positif covid -19, hingga menjadikan Batam kembali memerah.

Mau tidak diterima/ditolak, warga negara Indonesia, diterima membawa/positif, emang serba salah dan ini diperlukan sebuah policy khusus dari steakholder daerah ini.

Mudah-mudahan warga Batam dapat menyadari ini dan sadar total terhadap pandemi ini ada, maka perlu kewaspadaan terhadap setiap interaksi kita dengan orang lain dan diperlukan ikhtiary yang tinggi demi mencegah berkembangnya virus ini. Semoga ! (EE)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com – Hari pertama Idul Fithri (13/05) warga Batam tumpah ruah ke pantai. Kita manusia memang unik, dilarang setelah shalat Ied kunjung-kunjungan/silaturrahmi, eh malah  berkunjung ke pantai, teman-teman saya hubungi hampir semua ke pantai, emang lucu kita ini, disuruh di rumah ingin keluyuran, setelah keluyuran ingin ke rumah, orang gunung mau ke pantai, orang pantai mau ke gunung.

               Sebagai refleksi Ramadhan kata mereka, jawab telepon saya sambil cengengesan,  syawal yang berarti peningkatan keimanan, ditandai dengan “wajhun munbasith” muka yang bersinar menyambut kemenangan syawal karena berhasil melaksanakan silabus Ramadhan.

               Kecerian itu dimanfaatkan untuk refleksi ke pantai, sambil berjemur mengusir corona biar yang putih sedikit hitam, dasar manusia tanpa mau dan terpikirkan sahabat-sahabat kita di Gaza / Palestina jangankan ke pantai, mengisi perut dan keamanan saja mereka luar biasa, ntah bisa nyambung hidup untuk esok atau lusa.

                                             اللهم اعزالاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين

Mudah-mudahan mereka dalam perlindungan Allah swt, “isy kariman au mut syahidan” /hidup mulia atau mati syahid. Saya mencoba menghubungi teman-teman di Damascus dan Lubnan, untuk mencari tahu entitas mereka, saya hanya dapat meneteskan air mata melepas kerinduan diantara mereka, sayapun selalu terngiang ucapan mereka “alilul adab” Israel “laknatullahi alaih”.

               Dari Batam – bumi Bandar Dunia Madani kami berdoa : ya Allah, selamatkan sahabat and saudara-saudara saya Gaza dan Palestina, lindungi mereka ya Allah ya Aziz – ya Qahhar, walaupun mereka hari ini menangis, tapi di akhirat mereka tertawa dan kami berlindung ya Allah, kami hari ini tertawa tapi di akhirat menangis, na’uzdubillah min dzalik. (EE)*