ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Rapat LPPOM MUI Kepri, membahas tentang labelisasi halal para pengusaha mikro Kepri /19/08, di ruang rapat Masjid Agung Batam /pk 13. 00 WIB  dibahas oleh Komisi Fatwa MUI Provinsi Kepri. Sekarang lagi masa transisi belum aktifnya BPJPH, untuk Kepri masih eksis LPPOM MUI, sedangkan masa yang akan datang LPPOM MUI jadi LPH, sedangkan fatwa tentang halal-nya masih dipegang Komisi Fatwa MUI masing-masing Provinsi. Mudah-mudahan mendatang pelaksanaan labelisasi ini lebih baik dan sistematis dan jangan sampai sebaliknya.

Masyarakat Muslim sangat perlu label halal ini, sebagai jaminan bahwa barang, makanan, minuman, kosmatika dan obat-obatan telah diaudit tentang kehalalannya. Dan pengusaha tentu mereka berlomba mengurus sertifikat ini agar laku / laris bisnisnya. Dan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, bukan hanya para pengusaha Muslim tapi pengusaha Nonmuslim pun mereka mengurus juga sertifikat ini/ labelisasi ini agar mendapat jaminan “halal” dan bisa dibeli oleh semua lapisan. Dengan maraknya pengurusan labelisasi halal ini menambah keberhakan dan tentu dapat melahirkan kesejahtraan dan keberkahan negeri ini, semoga ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Syukur, sebuah kata yang kedengarannya simple, tapi mempunyai makna yang mendalam, kata ini berasal dari bahasa Arab “as-syukru” sebuah ungkapan rasa (dzauq) yang mendalam, terima kasih seseorang, baik seseorang kepada seseorang, maupun seorang abid kepada al-Khaliq.

Demikian kata ini luar biasa, bermakna besar sebagai wujud apresiasi dalam hidup dan kehidupan manusia. Sebagai bangsa yang besar, sepatutnya kita bersyukur mendalam kepada-Nya. Banyak sujud sebagai ungkapan syukur, banyak menebarkan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan ini, menebarkan makna kebajikan antar sesama dengan politik luar negeri kita yang bebas – aktif, berperan menebarkan kebaikan dan kemanusiaan yang bebas aktif.

Pada peringatan kemerdekaan kita yang ke-76 ini mari kita jadikan bangsa ini, bangsa besar tentu pemimpinnya juga harus besar dan rakyatnya berjiwa besar menjadikan bangsa ini bangsa yang besar, insya Allah. Jangan ada lagi memperingati hari kemerdekan ini, dengan berjudi – dengan berdansa-dansi, membuat onar dan dosa, menjadikan bangsa ini bangsa distruktif dalam kehidupannya. Dirgahayu Bangsaku ke-76, Merdeka ! (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com     –      Kubur berasal  dari bahasa Arab “qubrun” atau maqbarah adalah tempat peristirahatan manusia, apapun agamanya ia ditanam dalam bumi, bagi kita yang beragama Islam qubur (baca : kubur) bukanlah tempat peristirahatan tapi kubur adalah alam barzah yang sudah sedikit diperlihatkan tentang entitas amal kita selama di dunia dan kita menunggu hari kiamat, bagi yang mempunyai amal kebajikan yang lebih, mereka mengharap kiamat cepat, biar tiba hari berbangkit, yaumul ba’ast, padang makhsyar dan hisab tempat perhitungan seluruh amal manusia, mizan dan shirat baru tiba di tempat peristirahatan yang benar-benar bagi yang baik Jannah (baca: syurga) bagi yang amal distruktifnya lebih banyak dari amal konstruktifnya baginya Naar (baca: neraka). Itulah gambaran dimensi perjalanan seorang manusia. Dan kita yang sekarang berada di dunia, sudah dua alam yang kita lewati yakni alam arwah dan Rahim ibu, kedua alam ini kita lewati seolah-olah kita tidak pernah berada di sana.

Ini gambaran tentang dunia, bagi yang beriman meletakkan dunia cukup di tangan, tidak sampai ke hati tapi akhirat mereka sematkan dalam hati, semboyan mereka biarlah “unhappy dunia, happy akhirat” (baca: tidak bahagia dunia tapi bahagia akhirat) tapi kalau diberi kesempatan dan kenikmatan “ happy dunia and happy akhirat” (baca: Bahagia dunia dan Bahagia akhirat) ini tujuan hidup orang-orang beriman dan mereka berlindung kepada Allah “ happy dunia and unhappy akhirat “ (baca: Bahagia dunia tapi sengsara di akhirat) apalagi “ unhappy dunia and unhappy akhirat “ (baca: sengsara dunia -akhirat) nauzdubillahi min dzalik. (EA)*