ENCIKEFFENDYNEWS.com

Peserta final musabaqah KTIQ (Selasa/15/03) dilaksanakan Auditarium lantai 2 Poltek Negeri Batam dilaksanakan cukup meriah, bersaing antar satu daan lain, memberikan warna sendiri terhadap lomba ini. Alhamdulillah, Batam tahun ini pesertanya cukup ramai hampir mewakili seluruh kecamatan yang ada di kota ini.

Persantese ini hanya sebagai uji coba mental peserta dalam memberikan sedikit pandangan terhadap tulisan/makalah yang ditulis sekaligus melihat mentalitas yang mempunyai nilai tambah hanya 20% persen yang tidak begitu berarti dalam bobot penilaian KTIQ.

Dalam perlombaan ini peserta bukan kelincahan dalam mempersantasekan, tapi yang menentukan kualitas tulisan dan tujuan sebenar dalam KTIQ agar melahirkan penulis-penulis yang berbobot dalam memaparkan isi kandungan al-Qur’an. Berbeda dengan pertandingan Syarhil Qur’an, mereka harus piawai dalam menuturkan/syarah dari makna al-Qur’an deengan lisan. Inilah perbedaan antara KTIQ dengan Syarhil Qur’an, masing-masing mempunyai bidang Garapan masing-masing.

Syabas ! musabaqah KTIQ tampil dengan cukup memberikan nilai tersendiri dalam perlombaan kali ini dan tahniah kepada para finalis dan ini pertanda kemajuan tersendiri diperlombaan ini. (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com

 MAKNA SEORANG SAHABAT     Beberapa malam terakhir aku tidak bisa memejamkan mataku. Hatiku rasanya tak menentu. Sendiri dalam keheningan malam, membuatku semakin merasa kecil, tak bermakna dalam kehidupan ini. Tapi rasanya ada sebongkah batu yang menyesakkan dadaku.

Kuambil air wudlu, ku bersujud, ku bersimpuh di hadapan Yang Maha Agung, Yang memiliki segalanya, Yang menguasai semua yang ada di dunia ini. “Adukanlah semuanya pada Allah, Dia yang akan menyelesaikan segalanya”, itu yang selalu dikatakan oleh sahabatku.

Sahabat, selalu hadir saat kita butuh pertolongan. Memang seharusnya “Cukuplah Allah sebagai penolongmu”, tapi mungkin karena ibadah kita kurang sehingga kita kurang dekat dengan Allah, maka Allah tidak langsung memberikan pertolonganNya. Atau terlalu banyak dosa yang kita perbuat, sehingga Allah menangguhkan pertolonganNya.

Pada sahabatlah tempat kita berkeluh kesah, tempat kita berbagi. Mungkin melalui sahabat pula pertolongan Allah itu selalu datang. Cinta sahabat tanpa pamrih, begitu tulus dan murni.

Kubayangkan wajah-wajah sahabat sejak kecil dulu. Berganti tempat, berganti tahun, sahabatku pun silih berganti. Banyak sekali, tapi dimanakah mereka kini? Mereka telah sibuk dengan dunianya masing-masing.

Saat ini aku benar-benar membutuhkan kehadiran sahabatku. Aku ingin mengeluarkan bongkahan batu dalam hatiku. Tapi dia telah jauh. Kadang ada kesalahfahaman yang menjauhkan kami. Karena sahabat juga adalah manusia, yang tak luput dari khilaf dan dosa. Sedih sekali rasanya jika ada kesalahfahaman, sedih jika harus kehilangan sahabat. Tak ada lagi tempat berbagi, tak ada lagi tempat berkeluh kesah. Tak ada yang mau mendengarkan sisi buruk kehidupan sekalipun.

Kembalilah sahabatku, aku akan berusaha menuliskan semua salah dan khilafmu di atas pasir. Sehingga jika angin datang berhembus, tulisan itu akan lenyap, hilang tak berbekas. Dan aku pun telah menulis semua kebaikanmu di atas batu. Sehingga semua kebaikanmu tetap terpahat dan tak kan hilang dimakan waktu.

Sahabat……….tetaplah menjadi bagian dari hidupku, tetaplah menjadi jalan pertolongan Allah untukku.

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Musabaqah cabang KTIQ Kota Batam tahun 2022 ini mengalami peningkatan khususnya kepesertaan, diselenggarakan pada (Ahad/13/03) bertempat di SMAN 20 Baloi Permai. Hampir seluruh kecamatan mengikutsertakan kegiatan ini kecuali Kecamatan Batu Aji dan Lubuk Baja, jumlah peserta 22 pi/20 pa. Dewan hakim kegiatan kali ini, Ketua Effendy Asmawi Alhajj dan 3 orang anggota Fauzi, S.Sos, MA, Dr. H.M. Zainuddin, M.Si dan Drs H. M. Amanuddin, M.Sy.

Diharapkan ke depan musabaqah KTIQ ini mendapat sambutan dari semua lini, khususnya dikalangan generasi muda Islam. Banyak oraang yang pandai berbicara, tapi susah dalam mengaplisiasikan dalam tulisan, atau ada yang pandai menulis tapi susah dalam pembicaraan. KTIQ berharap orang yang pandai berbicara tapi juga pandai dalam menuliskannya.

Selamat ber-MTQ, jadikan Kota Batam “Bandar Dunia Madani yang Qur’ani, semoga !  (EA)*