ENCIKEFFENDYNEWS.com

Kebodohan sangatlah penting untuk dihindari, sehingga kita harus mengerti dan mengetahui tindakan – tindakan yang bodoh.

Syekh Sihabuddin al-Qalyubi, dalam kitab Al-Nawadir, mengemukakan enam ciri kebodohan. Yaitu :

  1. marah tanpa alasan yang tepat,
  2. berbicara tanpa manfaat,
  3. memberi tidak pada tempatnya,
  4. membukakan rahasia kepada sembarang orang,
  5. terlalu percaya kepada setiap orang dan

6. tidak mengenal siapa kawan siapa lawan.

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Pada suatu hari, seorang profesor berkunjung ke Desa Hortu. Profesor itu sangat terkenal diseluruh negeri, Konon, dia menguasai berbagai ilmu dengan sempurna. Namun, Nasruddin meragukan hal itu. Dia ingin menguji kehebatan profesor.

Ditemuinya profesor itu, katanya, “Tuan profesor, saya akan mengajukan satu pertanyaan kepada Tuan. Kalau tuan tidak menjawab, Tuan membayar saya sepuluh dirham. Kemudian Tuan boleh mengajukan satu pertanyaan kepada saya. Kalau saya tidak bisa menjawab, saya akan membayar Tuan satu dirham. Syarat itu cukup adil, mengingat Tuan seorang yang terpelajar dan ahli berbagai hal, sedangkan pendidikan saya tidak setinggi Tuan”.

Sang profesor berpikir sejenak, lalu menyetujui usul itu. Nasruddin tersenyum dan mengajukan pertanyaan,.. “Mahluk apakah yang mempunyai tiga kaki?”

Kembali sang Profesor berpikir, kali ini agak lama. Akhirnya dia menyerah. Katanya. “Aku tidak tahu.” Lalu, dia memberi uang sepuluh dirham kepada Nasruddin. Orang-orang yang berkerumun menonton pertandingan itupun ikut berpikir, namun mereka tidak bisa menemukan jawabannya.

Selanjutnya Profesor itu bertanya, “Nah, sekarang giliranku bertanya. Makhluk apa yang berkaki tiga?” “Saya pun tidak tahu, Profesor”, kata Nasruddin sambil segera menyerahkan kembali uang satu dirham, sedang yang sembilan dirham sesisanya dia masukan kekantongnya.

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Alhamdulillah, dapat menghadiri acara resepsi pernikahan adik Pak Indra, S.Pd/Pengurus DMI Provinsi Kepri  (Vivi & Syahrial) Jum’at/04/03 di Perum Taman Raya Tahap IV Batam Centre. Banyak bertemu teman-teman dan kenalan lama pada acara tersebut.

Semoga kedua mempelai berkekalan hingga ke anak-cucu dan barakah selalu, aamin. Demikian proses dalam kehidupan ini, generasi selalu silih berganti dan itu merupakan sunnatullah yang sudah ditetapkan oleh sang Khaliq Rabbul alamin. Syabas, semoga berbahagia selalu, amin ya mujabas-sailin. (EA)*