ENCIKEFFENDYNEWS.com

Thomas Alva Edison (1847-1931), penemu generator listrik di Amerika Serikat, melakukan 2000 kali percobaan sebelum dia mendapatkan hasilnya. Selama itu pula dia katakan bahwa apa yang dilakukan bukanlah kegagalan. Ini berarti bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan, sepanjang bertujuan positif, akan membuahkan hasil tertentu yang juga positif. Dan ini berarti pula upaya penumbuhan dan pengembangan potensi.

Kita biasanya kurang pandai mengidentifikasi potensi yang kita miliki. Ada beberapa hal yang menyebabkan ketidakmampuan ini. Baik faktor dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Jika dirinci secara umum, faktor-faktor tersebut meliputi: kurangnya materi (poverty), rendahnya penampilan fisik (lack of performance), kedangkalan ilmu (lack of knowledengane), serta tidak memiliki keterampilan cukup (unskilled). Ketidakadaan salah satu atau gabungan dari keempat faktor inilah yang membuat kita menjadi ‘rendah diri’, sehingga pemupukan potensi jadi ‘tertunda’ atau tidak pernah muncul sama sekali.

Dalam agama Islam, ‘kegagalan’ ini tentu saja tidak harus terjadi, karena bertentangan dengan prisnip-prinsip yang diajarkan di dalamnya. Islam mengajarkan kita untuk bekerja keras dan pandai memanfaatkan waktu. Bahkan Allah SWT bersumpah dengan waktu (al-Quran Surat Al ‘Asr: 1-3). Rasulullah SAW dan Sahabat-sahabat beliau SAW dalam banyak riwayat disebutkan bahkan jarang tidur karena berbagai aktivitas. Setiap kegiatan positif yang diniatkan ibadah dalam Islam akan mendapatkan pahala.

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Training Centre (TC) MTQ Kabupaten Lingga dimulai pada tanggal 26 – 31 Mei 2022, bertempat di Gapura Hotel Dabo Singkep, dibuka oleh Staff Ahli Kesra dan Tenaga Kerja  Bupati Lingga, dihadiri oleh Kekankemanag Kabupaten Lingga, seluruh Camat dan Tokoh Masyarakat Kabupeten Lingga. Juga oleh Pelatih Provinsi dan Kabupaten Lingga.

TC diharapkan dapat memaksimalkan seluruh peserta pada focus kegiatan masing-masing dan berharap Lingga bisa mempertahankan diri sebagai juara III nanti di provinsi.

Dengan melihat antusias dan semangat seluruh peserta peluang itu akan dapat diraih, sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, semoga ! aamiin.   (EA)*

ENCIKEFFENDYNEWS.com

Hampir setiap orang bisa dipastikan ingin meraih kesempurnaan hidup. Dunia dapat, akhirat tidak tertinggal. Dalam paham komunisme pun, sekalipun mereka tidak meyakini adanya kehidupan sesudah mati, mereka tetap memimpikan adanya kesempurnaan hidup, yaitu dengan pencapaian kebahagiaan dunia. Untuk meraih tujuan yang satu ini, caranya bermacam-macam. Salah satu di antaranya adalah menumbuhkan segala potensi yang kita miliki.

Memupuk potensi yang ada, tidak mudah. Namun juga bukan persoalan yang sulit. Potensi, menurut Webster’s Dictionary, berasal dari kata ‘potent’ yang berarti ‘to be powerful’ atau menjadi kuat. Sedangkan kata ‘potency’ berarti ‘the ability or capacity to achieve or bring about a particular result’, yaitu kemampuan menghasilkan atau melahirkan suatu produk tertentu. Lawan katanya tentu saja impotent alias ketidakmampuan, atau ketidakberdayaan.

Tidak satupun di antara kita, sebagai umat Islam, mau disebut sebagai orang yang tidak berdaya. Karena orang-orang yang masuk kategori ini hanyalah orang-orang yang malas. Di rumah sakit jiwa (RSJ) saja, pasien-pasien dengan gangguan dan sakit jiwa ini dibekali dengan berbagai aktivitas positif. Malah di unit rehabilitasinya, mereka ini mampu menghasilkan uang. Hasil karya pasien-pasien RSJ kemudian, tentu dengan bantuan manajemen rumah sakit, dijual hingga dipamerkan. Demikian pula di panti-panti anak-anak cacat, orang jompo, dan lain-lain. Mereka tidak jarang menghasilkan karya-karya, hasil buah tangan yang membuat orang normal kagum. Pemberdayaan segala potensi yang ada ini, jika diupayakan dengan sungguh-sungguh, bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

bersambung,…